Anggo domma marsiakuan sidea pasal banggal ni partadingani laho ma si Adam mangayaki anak boru jabu ni, Jojorma ipatuga padan ni ronsi das bani golomon pinindo ni boru. Si Bunga pe melapor ma ia bani anak boru jabu ni laho patugahkon ai. Dob honsi umbuk riah  ni anak boru jabu, si Adam pakon namatoras ni ipaikkat ma barang-barang na bane golomon ai.

Bani panorang pakon ianan na tinontuhon (asalma ulang i rumah ni si Bunga) mardomu ma sidea na lima. Si Adam pakon anak boru jabu ni si Bunga pakon anak boru jabu ampa siholang.
Ipaherbang ma gotong i bagas ma golomon, isurduk hon anak boru jabu ni si Adam ma bani boru on parlobei demban sayur dob honsi ai goloman lanjar isahapkon ma:
"Aima da botou, ijon hu padas do bamu ugasni atturang appa tulang tanda jotih ni padan nasiam na ra do ham hape mangkaholongi ambia on. Ibagas on do homa sada pisou badik, sai ulang be dong padan na simber hanjon hu atas."
Dob honsi ijalo sinaboru golomon ai, isurduk hon ma homa demban ni rap pakon hiou sorpih (lang isabingkon) irik ma homa ihatahon:
"On ma hioumu botou tanda tongon ni uhur hu bamu."

Sanggah panorang on ma i buhul ari pajabu parsahapan. Porlu do dingaton ni puang-puang, dob honsi manjalo golomon ibatasi ma pargaulanni sama namaposo, sonai age dalahi.
Catatan:
  1. Bani panorang sonari on, atap pe lang tarpabagit-bagit be songon turpa ni golomon sapari halani ngalutma buaton bahan ni deba, tapi sai na ulang ma lang na bean hapilinan ni tanda tongon ni parpadanan anjaha na itatang ni namatua. Anggo domma matua ban-han, matua ma baluhur; anggo domma matua badan matua ma pakon uhur.
  2. Sonari on dong do tarjadi halani porluni panorang pakon inganan padaoh-daoh dob umbuk riah ni namapaso laho marhajabuan ipatugah si dalahi hubani namatoras ni sonai homa si naboru ipatugah bani namatoras ni. Mintor roh do langsung orang tua ni si dalahi hu rumah ni orang tua ni si naboru (iboan siluahi: roti/buah). Bani panorang ai ma ipatugah riah ni niombah na dob dong maksud ni laho marhajabuan. Lanjar ijai ma homa masielekon pasal partadingan, pesta pakon panorang pajabu parsahapan pakon paralop.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, September 18, 2011 0 komentar

Bani na sahali laho ma si Adam bani sada huta, botangansi pajumpah ma panonggorni pakon sada anak boru. Dob honsi martutur anjaha songon na ipar alo-alohon do parsahapan, mahotop ma sidea pajuppah.
Ibuat si Adam ma siholangni sada puang-puang na dob mabalu. Umbuk ma parsahapan na pinadas ni siholang, marjanji ma sidea padalan goloman tanda hata na tongon.

Sipatupaon mangihutkon adat nahinan, ai ma:
 

Pihak dalahi: Sutting ni inang attape golang barang tintin, bajut (lupak-lupak) parpuranan, sada pisou badik (pisou suhul gading), sada gotong (gotong ni bapani).



Pihak naboru: San lambar hiou na tinonun sandiri, anjaha gati ma homa sonari on tittin ma gattih ni.

 



(bersambung)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Saturday, September 17, 2011 0 komentar

"I pokkah bulu balakkei, sigeini bagot puli;
Pinukka ni oppungta na parlobei,
ihutonkonni parpudi. " (Namadear)

Bani aturan pakon adat na tinaktakkonni na i lobei ta, na sinurat bani surat tombaga holing naso boi lupa na porlu dingaton.

Ase urah arusan ta nabaen do songon sada tiruan ni perkawinan ni sada dalahi goranni si Adam marga Girsang pakon tunanganni si Bunga boru Sinaga.

Mungkah humban marpadan-padan nari ronsi das hubani pajaehon na patorang do ijon na porlu-porlu sidalanonkon ai ma:
  1. Parpadanan ni namaposo
  2. Mambere golomon
  3. Pajabu parsahapan
  4. Manggong (pudun saut)
  5. Mamboan indahan paralop (mangalop boru)
  6. Manaruhkon indahan siopat borngin
  7. Paulak limbas
  8. Pa-jaehon

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, July 31, 2011 0 komentar

Komunikasi adalah seperti aliran darah di dalam tubuh kita. Ketika aliran darah itu berhenti mengalir, berarti kita juga akan mati. Dan sebaliknya kalau aliran darah itu tetap lancar kita pasti akan sehat-sehat saja. Namun kadang banyak diantara kita yang menomorduakan komunikasi, menganggap remeh komunikasi. Apa yang terjadi ketika komunikasi itu berhenti? Jawabannya adalah HUBUNGAN yang tidak baik dan bahkan ”mati”.
Sewaktu saya kecil kadang-kadang saya juga tidak menuruti nasihat orangtua, layaknya anak-anak kecil lainnya. Misalnya, sudah maghrib tetapi masih bermain-main di luar. Masih terngiang pesan ibu dan kakak-kakak ku saat itu, “ulang marguro-guro i darat be, holi itangkap pamangus da”. Entahlah itu hanya sekedar mitos atau hanya “mambiar-biari”. Di Kampungku apabila waktu maghrib/senja tiba, maka warga (anak-anak) tidak ada yang berada diluar rumah. Sebagai hukuman atas kesalahan itu, ibu menjewer telinga saya.

Mengapa hukuman itu berupa jeweran di telinga, tidak di tempat lain, di hidung contohnya? Filosofisnya, telinga adalah indera paling penting bagi anak-anak dalam mempelajari aturan-aturan yang diajarkan orangtua. Orangtua mendidik anak dengan norma-norma melalui mulut mereka kemudian diterima oleh anak-anak melalui telinga mereka. Jadi, anak yang nakal patut dijewer telinganya supaya telinganya itu dipergunakan sebaik-baiknya untuk belajar. Sambil menjewer telinga biasanya para orangtua berkata, “ anggo i patugah na dear tangihon! Ulang masuk hun pinggol siamun, i padarat ho hun pinggol sambilou (Jika diberi tahu, dengarkan! Jangan dimasukkan melalui telinga kanan lalu dikeluarkan melalui telinga kiri)”. Kini setelah dewasa, saya tidak pernah dijewer lagi. Bukan karena tidak pernah ada peraturan yang saya langgar, melainkan badan saya sudah lebih tinggi daripada badan ibu. Jadi, bila ibu mau menjewer telinga saya dijamin tidak akan sampai. Lagi pula memang saya tidak pernah nakal lagi. Sudah tua koq masih disebut nakal!
Telinga digunakan untuk mendengar dan mendengarkan. Dalam kajian komunikasi, antara mendengar dan mendengarkan artinya berbeda. Mendengar berkenaan dengan penerimaan rangsang suara secara datar dan tidak mendalam atau tidak disengaja. Sedangkan mendengarkan bertalian dengan proses psikologis yang aktif. Proses ini melibatkan hati, pikiran, telinga, dan mata. Dengan kata lain, mendengar hanyalah proses sensasi. Mendengarkan lebih dari sekadar sensasi, melainkan juga berpikir dan berempati. Jadi, mendengarkan bukanlah usaha yang gampang. Mendengarkan adalah usaha yang memerlukan energi dan perhatian yang tinggi.

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN / PEKERJAAN

Komunikasi adalah bukan sekadar menyampaikan pesan, namun juga menyangkut interaksi antara dua insan atau lebih. Dalam gereja dan tempat kerja dimana kita melakukan suatu pelayanan, terdapat berbagai macam orang yang kita jumpai. Terdapat beberapa orang yang menyenangkan, tetapi ada pula yang kurang menyenangkan. Kita bisa membangun persahabatan dan berlangsung seumur hidup.tetapi ada juga beberapa orang yang “sulit” benar–benar sangat egois, tidak menyenangkan dan bahkan kejam. Dapat dipastikan pada saat kita bekerja dengan orang–orang yang berkarakter seperti yang telah disebutkan di atas, maka akan timbul masalah/konflik. Ketika konflik muncul, apa yang harus kita lakukan? diam saja, mundur dari pekerjaan/pelayanan gereja atau berusaha menyelesaikan konflik tersebut?
“Tantangan Terbesar dalam berkomunikasi adalah mengerti pikiran,
latar belakang dan proses berpikir pendengar anda. Bila anda tahu ini, ada cara mencegah banyak “ gangguan komunikasi” (Wayne Pennington)
“Banyaklah mendengar, namun bicaralah sedikit” (William Shakespeare/Hamlet)

PENTINGNYA MENDENGARKAN

“Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera” (II Korintus 13:11)
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu" (Efesus 4:2)

Firman Tuhan memerintahkan kita untuk bergaul dengan baik dengan orang lain. Ingatlah apa yang dikatakan dalam Roma 12:18. “sedapat–dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. “ Sungguh menarik untuk melihat kata keterangan dalam ayat ini. “Sedapat–dapatnya“. Pernahkah kita memandang Roma 12:18 dengan cara demikian? Terkadang apapun yang kita lakukan, seseorang tidak menanggapinya dengan benar. Namun, kita harus tetap melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan kedamaian dengannya. Ada harapan bagi kita untuk bergaul dengan lebih baik dengan orang lain di gereja dan ditempat kerja. Semua itu dimulai dari diri kita sendiri. Cara yang sangat efektif untuk menyelesaikan konflik–konflik dalam hubungan kerja dan pelayanan kita adalah melalui berkomunikasi. Agar komunikasi menjadi efektif. Kedua pihak harus terus menerus memberi dan menerima informasi baik lisan maupun tulisan. Didalam berkomunikasi dengan orang lain, termasuk rekan pelayanan di gereja, terdapat aspek penting yang harus diperhatikan, yaitu aspek mendengarkan. Akan tetapi, saat ini terlalu banyak orang yang hanya mau mendengar diri mereka sendiri ketika berbicara dan mendominasi pembicaraan. Seringkali ketika dua orang sedang berbicara, sebenarnya mereka sedang mengadakan “dialog tuli“. Jika kita benar–benar mendengarkan orang lain, berarti kita sedang mengirim suatu pesan yang akan membuatnya berpikir saya pasti layak didengarkan. Pernahkah kita mempunyai pengalaman didengarkan oleh orang lain? Tidak hanya didengarkan, namun kata–kata kita benar–benar diperhatikan? Firman Tuhan berikut ini menjelaskan bagaimana Allah mendengarkan kita. Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. “Sebab Ia menyendengkan telingaNya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepadaNya”. (Mazmur 116 :1,2).

LANGKAH BERKOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Dalam berkomunikasi dengan orang lain, kita perlu memperhatikan siapa yang kita ajak untuk berkomunikasi.

1.Hubungan antar generasi. Setiap generasi dihadapkan pada persoalan–persoalan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Langkahnya adalah dengan mengenali dan memahami. Memahami berarti mengerti makna perbedaan–perbedaan tersebut, namun juga berarti mempunyai suatu sikap yang toleran terhadap mereka. Jangan mudah untuk berprasangka kepada orang lain yang berbeda pendapat dengan kita. Jika kita cepat memberi penghakiman terhadap suatu kelompok yang berbeda, maka visi kita mulai berubah. Telinga yang terbuka, pikiran yang terbuka dan hati yang terbuka akan membantu kita memahami hal–hal yang belum pernah kita pahami sebelumnya.

2.Hubungan antar lawan jenis. Banyak pria memandang komunikasi sebagai pertandingan olahraga. Itulah sebabnya ketika suatu percakapan berakhir, bagi seorang pria itu benar– benar berakhir. Wanita berkomunikasi untuk memahami orang lain dan untuk membuat orang lain memahami mereka. Inilah sebabnya mengapa subyek yang sama dapat dibicarakan dan dibahas, dianalisis & dibedah berkali–kali. Setiap kali menghasilkan pemahaman yang lebih dalam. Dalam percakapan dengan wanita, pria boleh terus berbicara tentang apa yang mereka lakukan (misal: olahraga, hobi, uang atau bisnis). Pria boleh terus menggunakan gaya bicaranya dan juga janganlah terlalu mengekang rasa humor! Dalam percakapan dengan pria, wanita boleh terus berbicara tentang orang-orang, hubungan, dan perasaan. Namun, jagalah agar kata–kata tetap singkat dan spesifik sehingga pria akan lebih mendengarkan. Jika wanita sedang berbicara dengan seorang pria, ia harus bertanya pada diri sendiri : “Apakah ia perlu mendengar semua ini atau bahkan ingin mendengarnya? Juga akan membantu jika wanita menambahkan topik–topik yang disukai oleh pria. Mereka tidak harus menjadi ahli dalam topik tersebut, namun dengan sedikit membuka wawasan dengan membaca/mendengarkan, mereka bisa mendapatkan cukup informasi untuk mengetahuinya.

3.KOMUNIKASI YANG BAIK AKAN MENCIPTAKAN SUATU HUBUNGAN YANG BAIK DAN BERLAKU SEBALIKNYA.

4.Akhirnya, SELAMAT BERKOMUNIKASI !!

Ebn Purba Sidadolog - Pemuda GKPS GETSEMANE (mantan pgkps denpasar)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, March 15, 2011 0 komentar

Serangan, 4 Desember 2010 pemuda/i GKPS Denpasar telah melakukan gerakan penanaman pohon bersama dengan beberapa keluarga dari jemaat GKPS Denpasar serta pemuda/i Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (IMSU) dengan menanam 200 bibit pohon bakau. Penanaman pohon tersebut adalah bukti nyata sebagai upaya untuk mengantisipasi perubahan iklim atau global warming serta mendukung tahun GKPS 2010 yaitu mengenai kelestarian lingkungan hidup. 

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program pemuda/i GKPS  Denpasar yaitu perayaan Natal pemuda/i GKPS 2010 pada tanggal 12 Desember 2010.

Kagiatan ini dimulai sekitar pukul 14.00 Wita di tengah teriknya matahari siang. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan dimulai dengan acara makan siang bersama yang diawali oleh doa oleh St. J. Purba, S.H, selaku Vorhanger GKPS Denpasar. Makan siang bersama berlangsung dengan penuh sukacita selama kurang lebih setengah jam. Setelah itu, dipimpin oleh ketua Natal pemuda/i GKPS Denpasar 2010 Sdra. Wiwin Saragih, seluruh peserta kegiatan ini diarahkan untuk segera memulai kegiatan penanaman pohon bakau. 

Setelah mendengar pengarahan atau petujuk penanaman pohon, peserta yang terdiri dari seluruh pemuda/i GKPS Denpasar dan pemuda IMSU langsung turun ke lokasi penanaman dengan penuh semangat dan keceriaan. “Saya sudah menanam lima pohon,” kata seorang pemudi dengan senangnya. “Aku juga sudah menanam lebih dari lima pohon,” ujar seorang pemuda melanjutkan. Ya, kegiatan penanaman bibit pohon bakau hari itu memang sangat menyenangkan. Seluruh pemuda/i melakukannya dengan penuh semangat tanpa peduli tangan berlumur lumpur. Penananaman berlangsung cukup cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk menanam 200 bibit pohon bakau tersebut tidak sampai satu jam. 

Pada akhir kegiatan ini, diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan kepada seorang pemuda IMSU. “Pemuda/i IMSU merasa sangat senang dapat terlibat dalam kegiatan ini, semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini saja tetapi dapat terus berkelanjutan suatu hari nanti.” ujar salah seorang pemuda IMSU. Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Vorhanger GKPS Denpasar St. J. Purba, S.H. Dalam sambutannya, Vorhanger mengingatkan bahwa kelestarian lingkungan itu sangat penting. Vorhanger pun menegaskan bahwa tindakan kita sekecil apa pun dapat dilakukan untuk membantu kelestarian lingkungan, misalnya dengan mengurangi pemakaian plastik. Selain itu, vorhanger juga merasa bangga kepada pemuda/i GKPS Denpasar karena dapat melakukan salah satu tindakan nyata dalam melestarikan lingkungan serta mendukung tahun GKPS 2010. Kemudian kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan seluruh peserta kegiatan pulang dengan penuh sukacita.

Demikianlah kegiatan penanaman pohon bersama pemuda/i GKPS Denpasar 2010. Kelestarian lingkungan hidup bergantung pada kepedulian kita sebagai manusia. Tuhan ingin kita sebagai manusia menjaga lingkungan karena itu merupakan kewajiban kita.


Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, February 15, 2011 0 komentar

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang.

Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica.

Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, “Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!”

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, “Tunggu…, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?”

“Nama saya Elic, Tante.”

“Eric? Eric… Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?”

Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu.

Ya, saya harus mati…, mati…, mati… Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric…

Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.” tTpi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. ..

Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric..Eric…

Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali… Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. ..

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu… Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”

Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk!

Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia
belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini ntukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”

Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia.. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana … Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana .
Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

(kisah nyata di irlandia utara)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, January 23, 2011 3 komentar

Memasuki tahun baru, apa yang ada dipikiran Anda? Bersyukur? Atau, justru gentar menghadapi tantangan zaman yang kian berat? Ancaman global warming, bencana alam, krisis ekonomi maupun politik, terus-menerus melanda. Bagaimana kita sebagai anak Tuhan menyikapi pergumulan-pergumulan pada tahun yang baru ini?

Keluaran 16 bercerita tentang bangsa Israel yang bersungut-sungut karena kehabisan perbekalan setelah dua bulan berjalan di padang gurun (ayat 2). Mereka menuduh Musa dan Harun membawa mereka ke padang gurun hanya untuk membunuh mereka dengan kelaparan (ayat 3). Tuhan mendengar keluhan dan omelan mereka. Sejak itu, Dia mengirimkan manna untuk mereka setiap pagi—kecuali pada hari Sabat—selama 40 tahun (ayat 35).
Ada dua hal yang bisa kita pelajari dari pengalaman bangsa Israel ini. Pertama, ketika masalah datang, janganlah kita bersungut-sungut dan menyalahkan orang lain. Itu tiada guna, bahkan mendukakan hati Tuhan. Kedua, krisis yang terjadi di hidup manusia merupakan kesempatan bagi Tuhan untuk menunjukkan pemeliharaan-Nya. Manna turun setelah perbekalan orang Israel habis. Tuhan kerap kali mengizinkan krisis mengimpit kita supaya kita lebih menyadari kasih dan kuasa-Nya. Tuhan melakukan itu karena secara manusiawi, kita cenderung tidak mau berserah kepada-Nya sebelum benar-benar terpojok.
Setiap pagi ketika kita bangun tidur dan pikiran akan beban-beban yang ada di hadapan memasuki otak kita, ingatlah bahwa Tuhan memberikan hari yang baru untuk sekali lagi Dia menyatakan kasih kepada kita lewat segala yang Dia izinkan terjadi.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, January 4, 2011 1 komentar

We have to know our position in Christ then we have to be growing in preparation and finally we have to be going out fulfilling the mandate. Verses 16-18: “They are not of the world, just as I am not of the world. Sanctify them by Your truth. Your word is truth. As You sent Me into the world, I also have sent them into the world.”

So what Jesus is saying, we are not of it but we are sent into it. That is the relationship we need to know. We need to know our position with the world. In it but not of it. The term “world” here and so often in the scripture, it does not mean the earth, the environment. It does not even mean the people on the earth as much as a system, a mentality, a way of thinking. The greek word is ‘cosmos’ and it means an ordered system of ideals and energy controlled by the devil. The bible calls satan the god of this world who has blinded the minds of those who believe not. So the world is this ordered system of ideologies that is against God and His purposes.
The world can appear to be very intellectual, very sophisticated, very alluring, even very religious and at the same time anti God, anti Christ and they are not too crazy about His followers either. So we are in it but not of it. In verses 3-4 we notice the relationship with Jesus Christ to the world. “And this is eternal life, that they may know You, the only true God, and Jesus Christ whom You have sent. I have glorified You on the earth. I have finished the work which You have given Me to do.”

Jesus Christ saw the world as a stopping-off point in which to do His Father’s work and then He is out of here. So He was in this world but not of it because He was sent to do a specific task. “I have finished the work You have given me to do”. It is the same with us. Why is it if we know that this world is so temporary, that we have become so occupy with it? “..they are not of the world, just as I am not of the world.” (v.14). It is sort of like a scuba diver who needs a special equipment in order to survive in the water. So unless we know our position with this world, in it but not of it, we are going to drown. Why? Because in verse 14 Jesus says, “.. the world has hated them because they are not of the world, just as I am not of the world.” An occupational hazard of following Jesus Christ is that they are going to treat you based on their view on God. If they don’t like God and you represent Him, they are not going to like you. Therefor, knowing will help us rescue them.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, October 31, 2010 2 komentar

Ilimbagahon do anak boru jabu, tungkot bai na landit rigapan bai na golap na jadi basikah I tongah jabu diri. Napatorang ma sonaha do parbikkatni, sonaha homani tanggung jawab ni I tongah-tongah ni holmouan ni na marhade-hade.

Parbikkatni :
Isedo sidea anak boru na jadi sirajahononkon/ Anjaha sonaha do adatni siapatupao ni tondong laho manrajahon anak boru jabu ni?
Na margoran anak boru itongah jabunta ai ma :  Mangkela diri, dos ma ai pakon niombah ni dalahi, agepe lang mangulaki (panogolan ni bapa diri).
Ango marsura-sura pajonamkon atappe manrajahon anak boru jabu ningon sitodohan ma sahalak humbani ginopparni makkela diri, tinubuhkonni amboru diri. Parini lang dong itubuhkon amboru ai anak dalahi aipe ase manirpang hubnai niombah dalahi ginoppar ni sanina ni amboru diri. 

Anggo boru abingan seng ongga masa ai, legan ma anggo “na buei so piga” do diha-dihani. Soai homa do age hubani anak boru mintori na soboi do ai rajahonkon jadi anak boru jabu diri.

A. ADAT PAKON ATURAN MANRAJAHON ANAK BORU JABU
Bani sada panorang iontang tondong ma haganupan anak boruni ase girah roh hu jabuni. Iontang ma homa tutur sanina pakon tondongm. Lang pala jojor ontangon, sukkupma wakil-wakil ni tondong pakon sanina. Porlu dingaton, anggo hundulanni sagala anak boru ningon i talaga do (hampit labah).

Pasirsironni suhut bolon ma: sada dayok sabungan na niholati + sada dayok boru-boru na niloppah; dua lambar hiou “ragi panei” atap hiou tapak satu,sada hiou suri-suri (hadang-hadangan) ampa sada bulang, pisou parhobas.

Dob honsi ranggi parhundul, manurduk demban tangan-tangan ma sahalak inang humbani bagian hasuhuton. Parlobeima ai bani boru na laho sirajahononkon ai pe ase bani na legan riris dapotan. Saloseihonsi ai marsahap ma iang humbani hasuhuton sonon :
“Domma nongkan itangkap nasibesan demban sayurnami ai, sai sayur ma hita tapang martondong maranakboru, horas torkis ulang mahua-mahua itumpak Naibata, sonai age amboru ni dakdanak on” siap namarsahap silukma i surdukkon inang dayok na dob binatur, naniholatan bani besan, naniloppah bani inang nalaho sirajahononkon ai, pakon indahan dua bal-bahul na ibaluti bani saputangan pinolang-polang.

(to be continued...)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, October 28, 2010 1 komentar

Anggo natangar marsahapi samah sidea gati do natangar tutur manggan goranni, tutur natipak (orang kedua) lang pantas i gorani be goranni narsahapkon ai, isarani:
1.Mar-kaha = markaha do diri bani binuatni tutur abang diri atap binuatni sanina / sapanganonokon diri siabangan. Anggo naboru diri markaha do homa bani na mambuat bora ni kakakni inang diri.
2.Mar-nasikaha = binuat diri bani abang diri atappe bani sanina/sapanganonkon, siabangan tutur ni hun bandiri.
3.Mar-nasianggikku = bani binuatni tutur anggi diri
4.Mar-anggi = anggo naboru diri bani dalahi halahoan ni anggi diri
5.Mar-ham = Hubani sitorasan hun bendiri atappe hubani na lape nabotoh tutur diri, hubani na kira-kira sa umurhon pakon diri.
6.Mar-handian = Pamakei ni dos songon marham. Lobih lua ope artini anggo i Bandar boi do age bani naboru hataohonon.
7.Mar-dosan = I pakei puang-puang do hata on samah sidea na dob matua
8.Mar-anaha = I pakei puang-puang do hata on bani dalahi nama poso / garama
9.Mar-kakak = Tuturni naboru samah naboru bani abanguni
10.Mar-ambia = Tutur bani nados ganjang diri atappe na i toruh diri umumi sesama dalahi.
11.Mar-ho = Tutur bani nasakkan atap itoruh diri umurni. Adongdo homa i piga-piga daerah na i Simalungun mar-ho hubani binuatni.
12.Mar-hanima = Sobutan bani binuat diri (agak kasar) atap bani sitorahan umur ni hun bandiri (lobih hun bani sahalak),atappe hubani botou diri.
13.Mar-akrora = Sobutan bani tutur si ataskon diri umurni (lobih humbani sahalak).
14.Mar-akkora = Sobutan ni na matua hubani bora na rapat partuturan ni.
15.Mar-tuan = Bani abang pakon bani na lobih tua umurni hun bendiri
16.Marboru = Bani sijolom huta sapari atappe bani haturanan ni raja anggo songon sapari
17.Mar-boru tulang = Bani na mambuat bora tulang diri.
18.Mar-sibursog = Panggorani hubani anak nabaru tubuh anggo dalahi
19.Mar-sitatap = Panggorani hubani nabara tubuh anggo daboru
20.Mar-pang/pan pan nang/nan = partigoranan bani nadob dong tubuh niombah ni isarani anggo tubuh anakhi sikahanan atap dalahi porini, i baen goranni si Goldo. Pang nan-Goldo ma panggoani bani inang.
21.Mar-baya = Tutur daboru hubani na dos ganjangni, atap sa umur bandiri, atappe si posonan hun bendiri.

Tambahan :
1.Anggo manungkun niombahni diri : Pigama niombahmu, atap pigama bodakmu, atap pigama kakimu, atap ma pupusmu.
2.Anggo manungkun tutur diri : Aha do ge morgamu, panogolan ni ise/ marogo aha ma ham, morgo aha na manubuhkon ham / ai ma ase dong uppasa : “Lobei nitoktok bakkar, rigapan ni pardalan-dalan. Lobei nasungkun marga, ase nabotoh partuturan”

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, October 25, 2010 0 komentar

John 17:14 – Jesus continues this prayer: “I have given them your word and the world has hated them because they are not of the world just as I am not of the world. I do not pray that You should take them out of the world but You should keep them from the evil one. They are not of the world just as I am not of the world, sanctify them by your truth, Your word is truth. As you sent me into the world, I also have sent them into the world.”

You see, we are sent, we have a job to do, we are on a mission from God. A rescue operation. The church is not to become a “bless me” club. It is not a place where we come, feel good, and get pampered. Though I think we should feel good when we gather together with God’s people. And God does love to lavish His grace upon us. But we exist in this world not just to radiate the glory of God, not just to reveal His truth, but also to rescue His enemies. Those who are at enmity with God because of their sin.

Somebody once said that church is the only society on earth that exists for the benefit of non members. Jesus even taught His disciples not to focus on themselves. He said, “Behold, I say to you, lift up your eyes and look at the fields, for they are already white for harvest! (John 4:34-36). In other words, they are ready to be picked, they are ready to be rescued. But so often churches turn inward rather than outward. It becomes all about us rather than the needy world. Jesus says to His disciples, “Go into all the world..” We have sort of changed that mandate into “come” rather than going out to them.
I believe that there is a healthy pattern of Christian growth, that is: saved, serving, sent. We get saved, we are excited, we enjoy the benefits of salvation, it’s great to get into the word, it’s great to meet new people, discover all the love that God has for us and what He is going to do for us. But after a while, after having somebody feed us all the time, we now want to discover our gifts and get involved in our local church and serve in some capacity,
we want to give out.
But then there is another element to that. We see the world around us and we realize that they need the family too, they need to belong as well, they need salvation and that takes us out because we discover that our Father has a bigger plan than just for us. One author put it this way, “Christian maturity is being a responsible sons or daughters of God. I think the mature Christians are people who stop being concerned about their own needs and have entered into the global vision of their Father so that they transform a hurting world to accomplish the aim of the Lord’s prayer, Your kingdom come, Your will be done, in earth as it is in heaven. It is like a son who is being brought into the family business. Instead of racing fast cars and running around with girls, he finally buckles down and says: Dad, I’m a part of it now, it’s my business too and I’m going to work hard and undertake the burden of this work.”
So the church is called to rescue the enemies of God. “Father as You sent me into the world, I sent them into the world”. How do we do it? How do we go about rescuing people who are at odds with God? There are three ways in this chapter:
1. By knowing something
2. By growing in something
3. and then by going.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, October 24, 2010 0 komentar



Puji Tuhan, pelaksanaan Perayaan Pesta Ulang Tahun GKPS Denpasar yang lalu berjalan dengan baik. Ini semua berkat doa dari kita semua jemaat GKPS se-Indonesia. Seluruh jemaat maupun undangan sangat bersukacita mengikuti acara tersebut. Adapun acara tersebut turut dihadiri oleh Liz A. K. Saragih dan khotbah oleh Pdt. Dr. Edison Munthe yang menambah semarak acara ini. Semua ini berlangsung berkat dukungan semua pihak yang membantu secara moril maupun materil. Terima kasih buat Tuhan Yesus juga yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh jemaat GKPS Denpasar khususnya panitia pelaksana. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

I. PERSIAPAN IBADAH
-Jemaat saat teduh
-Pembukaan dari Pembawa Acara (MC)
-Para Pendeta, Majelis Jemaat, Panitia (Ketua/Wakil Ketua/Sekretarias/Bendahara) menuju tempat prosesi.
-Pujian Pengantar Prosesi oleh Singer :
“KU MASUK RUANG MAHA KUDUS”
(Jemaat diundang bangkit berdiri)

II.IBADAH SYUKUR HARI ULANG TAHUN
1.Pujian Pembukaan : Haleluya No. 395;1-2 “PASANGAP MA TUHANTA”
(Jemaat dipersilahkan duduk kembali)

Pasangap ma Tuhanta marhasoman arbab pakon doding
Sombahkon ma pujian marhiteihon inggou maraloling
Dear ma riap mandoding haganupan malas uhur rap mangolobhon
Porini adong pusok ni paruhuron roh do Tuhan lao patorsahon

Dodingkon doding baru marhasoman sora na malurlur
Pamaling ma sora mu songon parmaling ni taur-taur
Dear ma riap mandoding haganupan malas uhur rap mangolobhon
Parini adong pusok ni parauhuron roh do Tuhan lao patorsahon

2.Votum – Introitus – Doa : Pdt Istipanus Sipayung,STh.
[P] = Pemimpin, [J] = Seluruh Jemaat
P : Pertolongan kita adalah di dalam nama Allah Bapa dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin
P : Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau!
J : Dan menyertai engkau juga.
P : Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
J : Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu.
P : Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Haleluya.
J : Haleluya, terpujilah Tuhan, Amin.
P : Marilah kita berdoa : Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, Bapa yang selama-lamanya. Kasih sayangMu sejalah yang menyertai kami dari mulanya sampai sekarang ini, dan hanya karena kasihMu, Engkau memberikan kabar kesukaan bagi kami untuk kehidupan kami. Kasihanilah kami, bukalah hati kami dan berikan Roh Kudus, suapaya kami mengeri pimpinan dan bimbinganMu yang agung itu. Tetapkanlah firmanMu didalam hati kami, supaya hati kami danai, senang dan baharu oleh karena AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami, Amin.

3. Pujian Penyembahan : “API KEMULIAANYA”
Dengarkanlah sura nafiri
Memanggil semua umatNya
Dari seluruh penjuru bumi
Datang untuk menyembah Dia

Dengarkanlah suara nafiri
Memanggil semua umatNya
G’reja Tuhan bersatu kini
Mengangkat tinggi panjiNya

Bersiap maju janganlah lengah
Yesus panglima kita
Gunakan semua senjata Allah
Dalam kuasa Roh Kudus

Reff
Api kemuliaanNya tercurah dari Surga
Penuhi kami semua
Bangkitlah gerejaNya
Api kemuliaanNya tercurah dari Surga
B’ritakan pada dunia
Bahwa Yesuslah Raja, s’gala Raja

4. Gemende Koor GKPS Denpasar : “ARBAB”
5. Persembahan Pujian dari Undangan :HKBP Denpasar
6. Profil GKPS Denpasar : St. Warasnel Saragih, BSc
7. Pujian sukacita oleh Singer : “BALI BERMAZMUR”
(Mengumpulkan ke depan sampul Syukur Pembangunan)
8. Doa Syafaat : Oleh Seluruh Tim Doa
9. Pujian Menyambut Firman : oleh Singer
- …. Mataku terju padaMu …..
- …. B’riku hati ….
- ……... Musik Intro ………
- Bersama-sama Jemaat menyanyikan, dipandu oleh Singer
10. Renungan : Pdt. Dr Edison Munthe, MTh.

11. Pujian Syukur oleh Singer : “IJON ADONG HUBOAN TUHAN”
(Persembahan kolekte 1 kantongan)

Ijo adong huboan Tuhan
Galangan ni goluhku na dob bineremu
Sadia ma argani Tuhan
Marimbang pasu-pasu
Na dob ninera-Mu
Jalo ma Tuhan
Sai jalo ma Tuha

12. Doa & Berkat
Puji Penutup Ibadah : TUHAN MEMB’RIKU KEGIRANGAN

Reff :
Tuhan memb’riku kegirangan
Dan sukacita melimpah
Minyak yang baru dicurahkan
Haleluya ku bersorak

III. PESTA PEMBANGUNAN
Bersama Liz A.K. Saragih
1. Lagu hiburan pengantar pesta
2. Tortor Simulungun
3. Laporan Ketua Panitia
4. Kata Sambutan
5. Makan Siang Bersama
6. Penggalangan Dana Pembangunan
7. Taur-Taur Sim Bandar

IV. PENUTUP
1. Pengumuman
2. Ucapan Terima kasih dari Panitia
3. Doa Penutup Acara

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, October 17, 2010 0 komentar

Napatorang ma use batta jujurni tutur ibagas holmouan ni namardiha-diha. Humbani tutur holmouan on do boi taridah sonaha turpani / sogihni pardalan adat i tongah jabu ni hita Simalungun :

1.Ompung nini = bapa ni ompung diri
2.Omp. Martinodohon = marsanina ompung diri

3.Ompung dalahi = Bapa ni bapa diri, anggo ompung si naboru dong do na manggoran inang tutua.1 piga-piga daerah bapani/inangni inang diri isobut

4.Bapa Tua = Abang ni bapa diri.Adong do homa I piga-piga daerah I Simalungun na manobut bapa godang.

5.Bapa godang = Abangni bapa diri, Adong do homa I piga-piga daerah I Simalungun na bapatua

6.Ina tua / gadong = Binuat ni bapa godang atappe abang ni inang diri tapi naboru ia.

7.Bapa tongah = Siditongah partubuhni mangihutkon bapa / inang, Bani binuatni marinang tongah ma diri
8.Bapagian = Anggini bapa diri (Adong do na manggoran bapa anggi).Bani binuatni marinang gian/ inang anggi ma diri.

9.Sanina Sapanganonkon = martinodohkon diri saamang sainang/ sapanrut-rutan atappe sanina bapa atap oppung/oppung nini parsadaan diri atapsamorga. tulang ni hela diri, marsanina inang diri

10.Sepanganonkon = tulang ni hela diri, marsanina inang diri
11.Pariban = Sapambuatan diri atappe marsanina binuat diri.
12.Tondong bolon/jabu = Pambuatan diri kandung, orangtua atapp. botou ni binuat diri (Tulang pamupus ni niombah diri)
13.Tondong pamupus = Botou ni inang diri (Namamupus diri)
14.Tondong Bona = Tulang ni bapa diri (Na mamupus bapa)
15.Tondong mata ni ari = Tulang ni oppung diri (na mamupus oppung diri kandung)
16.Tondong ni tondong = Tondong ni tondong diri/tulang ni biniat diri
17.Tondong manghiut = Tondong mangihutkan diri.
Tondong mangihutkon saninani bapa diri atappe sanina diri (adong do manobut o tondong riap)
18.Anak boru jabu (ABJ) = Makkela diri na dob irajahon biasani makkela sikahanan, on ma ihut-ihutan ni sagala bora. Sipartanggung jawab, Ibani horja adat bani malas barang pusokni uhur.Adong do namanobut Anak boru sihabolonan.
19.Panogolan = anak ni botou diri atappe boru ni botou diri (ambulu do panogolan dungut pe anggo hela namanombaki).
20.Boru ampuan = namambuat boru diri. (marga na legan humbani panogolan diri).
21.Anak boru mitori = (ABM). Tubuh ni botou diri naboru, atappe namambuat panogolan diri naboru.
22.Anak boru mangihut = lawei marihutkon tutur botou atappe boru marhalahon ni sanina atap marhalahon ni inang.
23.Anak boru sanina = (ABS). Anak boru mintori na sarnargahon pakon diri. Janah adong do homa na manobut abs on gamot. Tugas pakon fungsini anak botu sanina boi gabe sanina, boi homa do gabe boru. Slabikkat jadi anak boru sanina aima humbani tutur sanina atappe sapanganonkon diri,anggo lang dong behunbani si biak boru(na bijak marsahap ampa mangatur).

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

We all suffer from concepts of what church is to be, what church is to do, how church is to act. The wrong concept that people have is that a church is a place where people meet rather than a group of people that gather at a place. That is more than just semantics, there is a big difference.

Because if we start seeing the church as a place where people meet, then we are going to always be looking for the right kind of place that suits us. But if we start seeing the church as a group of people, selected out of the world by Christ, then we are going to be evaluating what kind of people are we to become for the glory of God. It is not a place, it is a group of people. But as people, we must be not only believers but belongers. We belong to a group of people growing together.

But what does Jesus want His church to be?
In John 17, there are four things that Jesus prays for us, the church,
what He wants us to become.
In Part-one. I mentioned two of them, That is:
1. The church should radiate the glory of God.
That is, we are to ever pointing to God, to Jesus. It is not about us, it
is about Him, our relationship with Him. Our love and obedience for
Him. That is our first priority.


2. The church should reveal the truth of God.
Jesus says, “I have manifested them your word.”
So as we gather, we are always centering what we do around the
revelation of Jesus Christ through the word of God.
There are two more things that the church ought to do,
ought to be, ought to become:
3. The church should rescue the enemies of God.
4. The church should rally around the love of God.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, October 13, 2010 0 komentar

Guru SM yang kekasih, anda adalah terang lilin dari Allah terhadap setiap anak yang kehidupannya anda pengaruhi dan didik. Anda mengajar dengan sikap-sikap anda sebagaimana juga dengan perkataan-perkataan anda. Jawablah ke-14 pertanyaan di bawah ini sebagai penilaian terhadap sikap anda, sehubungan dengan tanggung jawab anda dalam mengajar mereka.
Sikap-sikap Pribadi
1. Adakah Anda berusaha membuat diri Anda menjadi seorang yang mengesankan?
2. Adakah Anda mencoba melenyapkan sifat-sifat dari pribadi Anda yang tidak patut?
3. Adakah Anda mencoba memperkembangkan suara yang menyenangkan?
4. Adakah Anda periang, berprinsip, dan dapat diandalkan?
5. Adakah Anda penuh kesabaran dan pengendalian diri?
6. Adakah Anda percaya bahwa Allah telah memanggil Anda bekerja di antara anak-anak
dalam gereja Anda?
7. Adakah Anda berdoa setiap hari untuk para murid Anda dengan menyebutkan nama,
untuk orang tua mereka dan untuk persiapan-persiapan Anda?

Sikap-sikap Jabatan
8. Adakah Anda mengetahui dan menggunakan gagasan dan bahan-bahan baru untuk anak
didik Anda?
9. Adakah Anda mempelajari keadaan murid-murid Anda dan menyesuaikan cara serta
bahan-bahan pelajaran Anda dengan kebutuhan-kebutuhan mereka yang khusus?
10. Adakah Anda tiba di sekolah minggu paling lambat 15 menit sebelumnya?
11. Adakah Anda sudah menyiapkan pelajaran-pelajaran jauh hari sebelumnya, dengan
berdoa serta memikirkan tujuannya?

Respons Murid
12. Adakah pelajaran Anda mendorong anak-anak mengambil bagian dalam percakapan dan
kegiatan / aktivitas?
13. Adakah Anda merencanakan kegiatan-kegiatan yang menarik dan beraneka ragam,
membangkitkan rasa kegembiraan, hormat, kebaikan dan keramahan anak?
14. Adakah melalui percakapan, sikap dan kelakuan mereka menunjukkan kepada Anda
rasa kasih yang makin bertumbuh terhadap Allah, terhadap rumah-Nya, terhadap
Firman-Nya dan terhadap Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus?

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, October 11, 2010 0 komentar

Mazmur ini adalah suatu pernyataan pemazmur tentang dua kenyataan dalam diri manusia yakni kecenderungan kepada dosa dan kesetiaan kepada Tuhan. Dua kekuatan ini melibatkan manusia dalam perjuangan hidup yang tak kunjung putus. Namun menurut pemazmur, amat berhargalah setia kepada Tuhan yang selalu setia dalam kasih dan perlindungan-Nya.

2 Dosa berbisik di lubuk hati pendosa:*
“Tak perlu takut akan Allah”.
3 Dosa mengelabui matanya,*
guna menutup kesalahannya.
4 Si pendosa
menuturkan kejahatan dan tipu daya,*
tak pernah ia berlaku bijaksana
dan berbuat baik.
5 Di atas ranjang
ia merencanakan kejahatan,+
ia menempuh jalan yang tidak baik,*
dan tidak menolak yang jahat.
6 Ya Tuhan, kasih-Mu seluas langit,*
dan setia-Mu menjangkau awan.
7 Bagaikan gunung tinggi keadilan-Mu,+
hukum-Mu bagaikan samudera raya,*
manusia dan hewan Kaulindungi.
8 Amat berhargalah kasih setia-Mu,
ya Tuhan,*
umat manusia
bernaung di bawah sayap-Mu.
9 Mereka Kaupuaskan
dengan kelimpahan rumah-Mu,*
dan Kauberi minum
dari saluran kebahagiaan.
10 Pada-Mulah sumber kehidupan,*
dalam terang-Mu kami melihat cahaya.
11 Semoga tetaplah kasih-Mu
bagi orang yang mencintai Engkau,*
dan setia-Mu
bagi mereka yang tulus hati.
12 Janganlah si congkak
menginjak hamba-Mu,*
janganlah tangan pendosa
menghancurkan daku.
13 Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*
mereka dicampakkan
dan tak dapat bangun lagi.

Tuhan, dalam kasih dan kerahiman-Mu Engkau telah menciptakan kami, dan memberi kami kemampuan untuk selalu setia kepada-Mu. Dampingilah kami dalam perjuangan hidup ini agar kami tetap memilih Engkau dan meninggalkan yang jahat karena Engkaulah Tuhan yang selalu setia kepada setiap orang yang mencintai-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin. “Belajar layaknya berenang melawan arus. Bila Anda berhenti, seketika itu pula Anda akan terdorong ke belakang”.
(Confusius)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Pernahkan kamu merasa begitu sepi… sendirian…tak seorangpun yang mengerti perasaanmu? Maukan kamu memiliki sahabat yang selalu mendampingi, setia, dan siap menolongmu?

Kamu bisa berjumpa dengan seorang Sahabat seperti itu… saat ini juga!! Ya, sekarang!! Saat kamu membaca buku ini…. Sahabat itu bernama….YESUS. Dia telah menulis “surat cinta” bagimu. Surat itu berisi segala sesuatu tentang Dia…dan segala usahaNya untuk menjadi sahabatmu. Bahkan. bagian yang paling pribadi dari surat itu, sekarang ada di tanganmu.



Dia ingin selalu bersamamu, tetapi Dia tidak bisa tinggal di tempat dimana ada dosa. Tiap kali kita berdusta….melakukan perbuatan yang salah….dan berpikiran jahat….kita semakin hanyut menjauhiNya. Ingat…ingat… Yesus tidak bisa tinggal dimana ada dosa.

Tapi… Yesus mengasihi semua manusia di dunia sebagaimana adanya. Dan, kasihNya tetap sama sampai hari ini!! Bahkan. sekalipun manusia bergelimang dosa!!!

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan PuteraNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)

Dalam suratNya, Dia berbicara tentang kasih. Seseorang dikatakan memiliki kasih yang besar bila ia rela mati bagi yang dikasihinya.. “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang sahabat yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13)

Itulah yang Yesus lakukan bagi kita. Mengapa Dia rela mati? Karena Dia mau menunjukkan betapa besar keinginanNya untuk menjadi sahabat kita. Yesus memutuskan untuk menanggung hukuman dosa kita…dosamu….dan dosaku….

Dosa harus dihukum, dan Yesus telah menanggungnya. Sehingga, kita yang berdosa dapat diampuni tanpa harus membayar harga yang dituntut, yaitu kematian. Allah akan memperlakukan kita sebagai seorang yang tidak berdosa, dan Yesus akan menjadi Sahabat kita selamanya.

Namun, Yesus tidak saja mati untuk kita, tetapi juga bangkit untuk agar kita beroleh hidup di dalam Dia untuk selama-lamanya. Dalam suratNya, Dia berkata, “Di rumah BapaKu ada banyak tempat tinggal… Aku akan pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu… Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada…” (Yohanes 14:2,3) Itulah yang dimaksudkanNya dengan hidup yang kekal.

“Barangsiapa percaya kepada Yesus, ia beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Bagaimana Dia dapat menjadi sahabatmu agar kamu beroleh hidup yang kekal? Caranya mudah!! Sebab, dalam suratNya, Dia memberitahukan langkah-langkah ini:

Pertama, sadarilah bahwa kamu adalah orang yang berdosa yang akan dihukum secara kekal, dan tidak sanggup menolong dirimu sendiri.
Kedua, percayalah bahwa Yesus telah mati, mati untuk menanggung hukuman dosa-dosamu.
Ketiga, akuilah dosa-dosamu dan mohon pengampunan dari Dia, serta bertekadlah untuk tidak kembali kepada kehidupan yang berdosa.
Keempat, undanglah Yesus menjadi sahabatmu untuk memimpin kehidupanmu.

Jadi, lakukanlah langkah-langkah ini sekaran!!! Saat ini juga, dan terimalah hidup kekal itu…Amin

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, September 22, 2010 0 komentar

“Siapa yang akan kunikahi?” “Karir apa yang harus kupilih?” “Dimana kami akan tinggal?” “Apa yang terjadi bila aku mati?” “Besok, besok saja kita selesaikan…” “Memang kita menguasai hari esok, masa depan??” Apa jadinya besok, tidak kita ketahui bung!!” Pokoknya santai dulu aahhh…., urusan besok ya besok….” . Inilah gaya hidup manusia dewasa ini.

Media massa menyuarakan pendapat para ahli ilmu pengetahuan. Bumi kita sakit. Lapisan ozon sudah robek besar. Penggundulan dan kebarakan hutan, erosi dan polusi mengancam tata hidup makhluk hidup. Dan manusia tenang-tenang saja menghancurkan ekosistem kita.

Contoh lain, para dokter sudah ramai membicarakan bahaya merokok, namun para perokok masih enak menghisap rokok mereka. Mengapa??

Karena manusia menginginkan kenikmatan dan kepuasan sesaat. Mereka tidak mau berpikir tentang hari esok dan semua akibatnya. Sebenarnya, mengintip masa depan merupakan kegemaran banyak orang. Ramalan bintang dalam majalah sering dilahap dengan penuh semangat. Tetapi cara terbaik untuk mempersiapkan diri demi masa depan adalah sebagai berikut:

Hiduplah sedemikian rupa hari ini, agar besok saudara tak akan menyesal. Bukan saja dalam hal-hal yang hebat, perkara-perkara yang penting, dan besar-besar. Saudara juga harus mengatur soal-soal kecil dan sederhana pula. Karena sangat penting masalah kecil hari ini menentukan suatu yang besar di masa depan.

Tentu saja ada hal-hal yang tidak bisa kita kuasai. Sekalipun demikian, kalau kita memfokuskan perhatian pada hal-hal yang bisa kita kuasai, misalnya sikap kita, teman-teman yang kita pilih, kesediaan belajar atau bekerja sesuai dengan potensi dan kemampuan kita, maka kita dapat lebih pasti menapaki masa depan.

Mungkin satu hal yang tidak bisa kita atur oleh manusia adalah kematian. Namun, dengan mempercayakan diri kepada Tuhan, kita bisa merasa pasti bahwa Tuhan memegang masa depan kita. Semua ada dalam pengetahuanNya. Tuhan menguasai segalanya. Kalau kita mengikut Yesus dan ajaranNya, kita dapat berpegang pada janjiNya yang pasti dan benar, “ Aku akan menyertaimu sampai kepada akhir zaman…”

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, September 21, 2010 0 komentar

Seorang pujangga mengibaratkan hidup manusia bagaikan jam yang berdentang. Sekali per-nya diputar, suatu saat akan berhenti berdetik. Mungkin di tengah malam, rembang petang, sore, siang, atau bahkan pagi hari. Umumnya manusia tidak tahu kapan waktunya, namun satu hal sangatlah pasti: setiap orang mengalaminya.

Orang muda biasanya kurang peduli akan kematiaannya…. “Saya sih masih punya waktu lama….itu pasti akan kena orang lain dulu… Rasanya aku masih jauh sih…” Sesekali memang terpikir…. saat mendengar kematian kenalannya yang berusia masih muda… atau bayi yang baru dilahirkan. Memang, kita tak perlu terlampau takut atau kuatir. Namun, sangatlah indah untuk memaklumi apa yang ada dibalik tirai misteri itu.


Kematian jasmani berarti berhentinya fungsi jantung, kerja otak, serta semua alat tubuh stop bergerak. Lalu, apa gerangan yang terjadi sesudah kematian??..... banyak orang sering mereka-reka.

Bagaimana nasib kita sesudah kematian sangat tergantung pada bagaimana kita menjalani hidup kita di dunia ini bersama Tuhan. Yesus pernah berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup. Siapa yang percaya kepadaKu, walaupun ia mati…pasti akan dihidupkan!!!”. Kitab Suci menegaskan bahwa Yesus berkuasa menghancurkan segala kuasa dosa dan kematian akibat dosa manusia. Pernyataannya tegas sekali, “Yang menerima Yesus, akan memperoleh hidup!!!”. Bila maut menjemput kita, bukan saja kita akan beroleh hidup, namun juga beroleh tubuh yang baru di dalam kemuliaan.

Kadang-kadang ada saja yang mencoba untuk berhubungan dengan arwah-arwah. Ini perbuatan yang salah dan dapat mencelakakan. Sebab, yang disebut “arwah”, sebenarnya adalah kuasa setan yang menampilkan diri dalam rupa arwah dari orang yang kita kenal. Bila kita biarkan hubungan-hubungan semacam ini berkelanjutan, setan akan senang, karena ia berhasil semakin memikat kita dan menjauhkan kita dari Tuhan. Lantas… ketika waktunya tiba setan akan menguasai seluruh keberadaan manusia itu.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, September 19, 2010 0 komentar

Subscribe here

Tentang Kami

My Photo
Denpasar, Bali, Indonesia
WELLCOME to Gereja Kristen Protestan Simalungun Bali... Di sini tempat kita memuji Tuhan Yesus Kristus, tempat kita belajar Firman Tuhan... Let's praise Jesus Christ..!!Haleluya...

Pengurus Gereja

Pendeta
Pdt. Melena br. Turnip

Pimpinan Majelis

Vorhanger : St. Jansen Purba Sidagambir
Wapeng : St. Rajalim Saragih Simarmata
Sekretaris : Sy. Johny Damanik
Bendahara : St. W. Saragih Simarmata

Anggota Majelis
St. Rajalim Saragih
St. H. F. Sinaga
Sy. HJ. Sipayung
Sy. Enrico Purba
Sy. Doni F. Sinaga
Sy. Jayansen Sipayung
Sy. E. H. Sinaga
Sy. Jadima Purba Sidagambir
Sy. Benny Saragih
Sy. Jonrianto Purba

Seksi-seksi/Koordinator
Bapa: Sy. Jayansen Sipayung
Wanita: Ny. M. Lisbeth Br. Saragih
Pemuda: Sy. Donny Sinaga
SM: Ny. Evi K. Br. Girsang

Pembimbing
Bapa: St. H. F. Sinaga
Wanita: St. W. Saragih Simarmata
Pemuda: Sy. Jadima Purba Sidagambir
SM: Sy. Jonrianto Purba

Translate

GKPS Denpasar's Moments

Pensi Pgkps Denpasar

Ianan, Lokasi


View Tanjung Benoa in a larger map