Hari Selasa, 16 Juni 2009 menjadi hari yang bersejarah buat penulis. Mengapa?? hehehe....sebenarnya malu sih mengatakannya, tapi...kemaren itu....(lama..)....Kemaren itu aku akhirnya seumur hidupku ini pernah ke bioskop...hahahah....Bersama beberapa orang teman, kami seusai kuliah pergi ke bioskop Gallery 21 di Bypass Ngurah Rai. Sesampainya di sana, kami memarkirkan motor kami di tempat parkir yang kali ini lumayan jauh karena tempat parkir yang lama katanya sedang ada perbaikan.
Dengan semangat yang menggebu-gebu akhirnya masuklah kami ke dalam bioskop untuk memesang tiket. Ternyata movie yang hendak kami tonton sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Sesegera mungkin kami membeli tiket dan langsung duduk diam dengan tenang menonton.
Film yang kami tonton kali ini berjudul "Terminator The Salvation". Film ini merupakan kelajutan film terminator-terminator yang sebelumnya, mulai dari yang pertama sampai yang ketiga. Kali ini merupakan yang keempat dari seri film ini. Dari yang pertama hingga yang ketiga, film ini memang mengisahkan mengenai mesin yang datang ke dunia dari masa depan dengan misi meng-'terminate' misi-misi yang akan dilakukan oleh seseorang yang menjadi tergetnya di dunia. Mesin yang dikirim ini ada yang memiliki tujuan baik dan ada pula dengan tujuan jahat. Sebenarnya panjang sekali cerita film ini tapi kalau mau tau nonton aja ya...
Ya, inti yang aku petikd dari film ini adalah pengorbanan itu tidaklah sia-sia bila kita lakukan untuk tujuan yang baik. Si 'mesin' yang bernama Marcus pada film ini melakukan hal yang sama (sempat nangis lihat adegan terakhir), ia rela menyerahkan jantungnya untuk John Connor yang pada misinya ia harus bunuh. Tetapi ia ingin semuanya berakhir bahagia dan ia tahu bahwa semua orang punya kesempatan kedua untuk memperbaiki hidupnya agar lebih baik dari sebelumnya...
Sekali lagi, pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib untuk manusia tidaklah sia-sia. Ia rela mati demi tujuan agar umatNya semua diselamatkan. Sekarang bagi kita yang sudah diselamatkan apa yang harus kita lakukan sekarang?? Apa kita hanya berdiam diri saja? Kita dituntut seperti John Connor yang mau untuk mengubah jalan hidupnya agar lebih baik lagi lewat kesempatan yang telah ia terima. Tentu Marcus si 'mesin' tidak ingin pengorbanannya sia-sia tetapi ia mau kita menggunakannya demi kebaikan. Tuhan Yesus memberkati. Mari kita tunjukkan jati diri kita sebagai seorang yang percaya pada Tuhan Yesus. Amin.

Ya, inti yang aku petikd dari film ini adalah pengorbanan itu tidaklah sia-sia bila kita lakukan untuk tujuan yang baik. Si 'mesin' yang bernama Marcus pada film ini melakukan hal yang sama (sempat nangis lihat adegan terakhir), ia rela menyerahkan jantungnya untuk John Connor yang pada misinya ia harus bunuh. Tetapi ia ingin semuanya berakhir bahagia dan ia tahu bahwa semua orang punya kesempatan kedua untuk memperbaiki hidupnya agar lebih baik dari sebelumnya...
Sekali lagi, pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib untuk manusia tidaklah sia-sia. Ia rela mati demi tujuan agar umatNya semua diselamatkan. Sekarang bagi kita yang sudah diselamatkan apa yang harus kita lakukan sekarang?? Apa kita hanya berdiam diri saja? Kita dituntut seperti John Connor yang mau untuk mengubah jalan hidupnya agar lebih baik lagi lewat kesempatan yang telah ia terima. Tentu Marcus si 'mesin' tidak ingin pengorbanannya sia-sia tetapi ia mau kita menggunakannya demi kebaikan. Tuhan Yesus memberkati. Mari kita tunjukkan jati diri kita sebagai seorang yang percaya pada Tuhan Yesus. Amin.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, June 16, 2009 1 komentar

1 Yohanes 1:9
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Kita semua pernah membuat kesalahan, tetapi Tuhan tidak pernah mendiskualifikasi kita hanya karena kita telah gagal. Ia adalah Tuhan yang memberi kesempatan kedua. Anda mungkin telah kehilangan rencana A untuk kehidupan Anda, tetapi Tuhan memiliki rencana B, rencana C, rencana D dan rencana E. Tuhan akan selalu menemukan sebuah cara untuk membawa Anda ke tujuan akhir Anda jika Anda mau percaya kepada-Nya.
Perjanjian Lama mencatat bagaimana Raja Daud memerintahkan seorang pria dibunuh supaya ia dapat menikahi isterinya. Tetapi saat Daud bertobat, Tuhan mengampuninya dan masih memakainya dengan cara yang luar biasa.

Seorang pria bernama Saulus membenci orang-orang Kristen; ia mengejar, menganiaya dan menjebloskan mereka ke dalam penjara. Tetapi Tuhan mengampuninya, mengubah namanya menjadi Paulus dan ia akhirnya menulis lebih dari setengah Perjanjian Baru.

1 Yohanes 1:9
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Kita semua pernah membuat kesalahan, tetapi Tuhan tidak pernah mendiskualifikasi kita hanya karena kita telah gagal. Ia adalah Tuhan yang memberi kesempatan kedua. Anda mungkin telah kehilangan rencana A untuk kehidupan Anda, tetapi Tuhan memiliki rencana B, rencana C, rencana D dan rencana E. Tuhan akan selalu menemukan sebuah cara untuk membawa Anda ke tujuan akhir Anda jika Anda mau percaya kepada-Nya.
Perjanjian Lama mencatat bagaimana Raja Daud memerintahkan seorang pria dibunuh supaya ia dapat menikahi isterinya. Tetapi saat Daud bertobat, Tuhan mengampuninya dan masih memakainya dengan cara yang luar biasa.

Seorang pria bernama Saulus membenci orang-orang Kristen; ia mengejar, menganiaya dan menjebloskan mereka ke dalam penjara. Tetapi Tuhan mengampuninya, mengubah namanya menjadi Paulus dan ia akhirnya menulis lebih dari setengah Perjanjian Baru.

Rahab adalah seorang pelacur, tetapi Tuhan memakainya untuk membantu melepaskan umat Israel. Tak seorang pun telah pergi terlalu jauh, tidak peduli apa yang telah ia lakukan. Anda perlu mengetahui bahwa Tuhan masih mengasihi Anda. Ia memiliki sebuah rencana besar bagi kehidupan Anda; ia tidak kehabisan kemurahan-Nya. Jika Anda telah meminta pengampunan, Tuhan telah mengampuni Anda. Pertanyaannya adalah: Akankah Anda mengampuni diri Anda sendiri? Akankah Anda berhenti hidup dalam rasa bersalah dan penghukuman? Akankah Anda mengizinkan masa lalu menjadi masa lalu dan hidup hari ini dalam sikap iman dan kemenangan?

Itulah yang harus dilakukan ayah saya. Ayah mengalami sebuah tragedi pada awal kehidupannya. Ia menikah pada usia yang sangat muda, dan sayangnya itu bukanlah salah satu pilihannya yang baik. Sedihnya, pernikahan itu tidak berhasil dan ia mengalami perceraian. Ayah patah hati. Impian-impiannya hancur berantakan, dan ia tidak berpikir bahwa ia akan pernah berkhotbah lagi. Itu adalah salah satu masa yang paling kelam dalam kehidupan ayah. Ia tergoda untuk mencengkeram rasa sakit dan kepedihan itu, terus-menerus mempersalahkan diri sendiri. Ia dapat dengan mudah mengizinkan kekecewaannya mencegah dia maju dan menggenapi tujuan hidup yang Tuhan berikan kepadanya.

Tetapi ayah harus menghentikan kesedihan atas apa yang telah terhilang daripadanya; ia harus belajar bagaimana menerima kemurahan Tuhan dan mulai percaya kepada Tuhan untuk sesuatu yang lebih baik.

Mungkin Anda telah membuat beberapa kesalahan yang serius; Anda telah melakukan beberapa hal yang bukan terbaik bagi kehidupan Anda, dan sekarang Anda sedang hidup dalam rasa bersalah, penghukuman, atau dengan perasaan tidak memenuhi syarat. Anda akan tetap terjebak dalam keputusasaan itu kecuali jika Anda belajar bagaimana menerima kemurahan dan pengampunan Tuhan, dan majulah terus dalam kehidupan Anda.

Itulah yang dilakukan ayah saya. Ayah membuat sebuah keputusan untuk menerima kemurahan Tuhan atas kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalannya. Dan sedikit demi sedikit Tuhan mulai memulihkan kehidupan dan pelayanan ayah. Ayah mulai melayani lagi, tetapi ia tidak pernah mengimpikan bahwa ia akan menikah lagi dan memiliki sebuah keluarga.

Kemudian suatu hari, ia berjumpa dengan seorang perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit di mana ia mengunjungi beberapa anggota gerejanya saat mereka sakit. Bagi ayah saya, itu adalah cinta pada pandangan pertama. Ia mulai mencari alasan apa pun supaya ia dapat datang ke rumah sakit itu. Yang saya maksud, ia mau mengunjungi tetangga sebelah dari saudara sepupu perempuan kakek Anda jika Anda memintanya! Ia begitu sering di sana sehingga ibu saya berkata kepada salah seorang temannya, "Pendeta itu punya jemaat yang paling sering sakit yang pernah kulihat!" Ia tidak menyadari pada saat itu bahwa ayah ada di sana untuk melihatnya. Singkat cerita, mereka jatuh cinta dan menikah. Tuhan memberikan ayah suatu yang indah ganti abunya, dan ayah melanjutkan untuk menjamah dunia.

Ia menggembalakan Lakewood Church di Houston lebih dari empat puluh tahun, dan sekarang kelima anaknya bekerja dalam pelayanan. Tuhan mengambil apa yang musuh maksudkan untuk kejahatan, dan Ia mengubahnya dan memakainya untuk kebaikan. Tetapi saya tidak percaya bahwa itu akan terjadi jika ayah tetap terjebak dalam masa lalu, memusatkan perhatian pada kesedihan dan kekecewaan. Saya tidak percaya itu akan terjadi jika ayah saya tidak belajar bagaimana menerima kemurahan Tuhan.

Apakah Anda sedang hidup dalam rasa bersalah dan penghukuman karena kesalahan-kesalahan masa lalu? Lepaskanlah semua itu. Anda tidak dapat melakukan apa pun tentang masa depan, tetapi Anda dapat melakukan sesuatu tentang masa kini. Jika Anda telah membuat kesalahan-kesalahan, mintalah pengampunan dan kemudian majulah terus. Tuhan masih memiliki masa depan yang luar biasa untuk Anda.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, June 10, 2009 0 komentar


Pada hari Minggu, 7 Juni 2009 telah dilaksanakan pemilihan Sekretaris dan Bendahara pemuda antar waktu. Mengapa dinamakan 'antar waktu'? Hal ini disebabkan pergantian ini dilakukan pada periode yang sedang berjalan saat ini. Kepengurusan pemuda yang sedang berjalan ini sudah memasuki tahun ketiga.
Mengapa pemilihan ini harus dilakukan? Seperti kita ketahui bahwa Bendahara dan Sekretaris pemuda yang sebelum diadakan pemilihan ini adalah Sdri. Dhyana Erika Sinaga, SS. dan Sdri. Shelvy Damanik, SP. Kedua pemuda ini sudah melakukan tanggung jawabnya kurang lebih 2 tahun lebih di kepemudaan GKPS Denpasar. Pada tanggal 31 Mei yang lalu mereka berdua sudah diwisuda di Universitas Udayana Bali. Mereka berdua pun berencana untuk kembali ke Jakarta untuk mencari pekerjaan di sana. Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya pemilihan kembali Bendahara dan Sekretaris pemuda GKPS Denpasar.
Rapat yang berlangsung pada malam itu cukup alot. Terjadi beberapa penolakan dari pemuda mengenai beberapa hal yang dibicarakan malam itu. Apa yang diharapkan ketua pemuda bahwa ada pemuda/i yang mau mencalonkan diri tanpa ditunjuk tidak terjadi pada malam itu. Hal ini memang menjadi kendala utama pemuda GKPS Denpasar selama ini dalam hal pemilihan kepengurusan baik dalam BPH maupun kepanitiaan yang lain.

Pada hari Minggu, 7 Juni 2009 telah dilaksanakan pemilihan Sekretaris dan Bendahara pemuda antar waktu. Mengapa dinamakan 'antar waktu'? Hal ini disebabkan pergantian ini dilakukan pada periode yang sedang berjalan saat ini. Kepengurusan pemuda yang sedang berjalan ini sudah memasuki tahun ketiga.
Mengapa pemilihan ini harus dilakukan? Seperti kita ketahui bahwa Bendahara dan Sekretaris pemuda yang sebelum diadakan pemilihan ini adalah Sdri. Dhyana Erika Sinaga, SS. dan Sdri. Shelvy Damanik, SP. Kedua pemuda ini sudah melakukan tanggung jawabnya kurang lebih 2 tahun lebih di kepemudaan GKPS Denpasar. Pada tanggal 31 Mei yang lalu mereka berdua sudah diwisuda di Universitas Udayana Bali. Mereka berdua pun berencana untuk kembali ke Jakarta untuk mencari pekerjaan di sana. Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya pemilihan kembali Bendahara dan Sekretaris pemuda GKPS Denpasar.
Rapat yang berlangsung pada malam itu cukup alot. Terjadi beberapa penolakan dari pemuda mengenai beberapa hal yang dibicarakan malam itu. Apa yang diharapkan ketua pemuda bahwa ada pemuda/i yang mau mencalonkan diri tanpa ditunjuk tidak terjadi pada malam itu. Hal ini memang menjadi kendala utama pemuda GKPS Denpasar selama ini dalam hal pemilihan kepengurusan baik dalam BPH maupun kepanitiaan yang lain.
Setelah berlangsung kurang lebih 2 jam rapat, akhirnya diputuskan untuk menunjuk beberapa orang pemuda untuk menjadi calon. Oh ya, pada rapat itu dipilih juga Koordinator Sie Kerohanian yang sedang kosong karena Sdri. Desy Purba telah berkeluarga. Tiap posisi dicalonkan 3 orang. Untuk posisi Sekretaris calon Sdr. Yusabari Eben Purba meraih suara mutlak. Untuk posisi Bendahara, Sdri. Dormiana Saragih meraih suara terbanyak. Sedangkan untuk posisi Sie Kerohanian, Sdr. Roni Saragih yang memegang voting terbanyak. Alhasil, telah terpilih tiga orang yang akan bertugas selanjutnya dalam kepengurusan pemuda ini.
Pembimbing pemuda yang hadir pada malam itu pun akhrinya mengesahkan terpilihnya pemuda ini untuk bertugas. Mengakhiri rapat pada malam itu, pembimbing St. R. Saragih memberikan beberapa nasihat kepada seluruh pemuda bahwa pelayanan kita di dalam Tuhan Yesus Kristus itu tidak akan sia-sia, asalkan kita mau untuk melayani dari hati dengan sukacita. Akhir kata, selamat terpilih pemuda, semoga pelayanan semakin giat di dalam Tuhan. Maju pemuda!!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, June 8, 2009 0 komentar



Tepat hari Minggu, 31 Mei 2009 seluruh kategorial Sekolah Minggu di GKPS se-dunia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-41. Halelluya!!! Tidak terasa sudah 41 tahun sudah Sekolah Minggu GKPS telah ada. Dari seluruh pesta masing-masing kategorial yang ada di GKPS, pesta Sekolah Minggulah yang paling ramai dan meriah. Mengapa?? Ya, karena anak-anak Sekolah Minggu emang paling yahud dan kreatif...^_^.

Khusus di jemaat GKPS Denpasar, apa saja sih yang sudah dilakukan dalam perayaan Pesta SM tahun ini sih?? Tidak terlalu banyak acara yang dilakukan oleh kategorial SM GKPS Denpasar untuk pesta tahun ini. Kegiatan yang dilakukan hanya beberapa saja antara lain, lomba Teka-teki silang Alkitab berhadiah, persembahan Pujian ASM, dan lelang. Yang disebutkan terakhit memang sudah merupakan agenda tahunan yang dilakukan dan menjadi andalan untuk sumber dana, hehe...


Tepat hari Minggu, 31 Mei 2009 seluruh kategorial Sekolah Minggu di GKPS se-dunia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-41. Halelluya!!! Tidak terasa sudah 41 tahun sudah Sekolah Minggu GKPS telah ada. Dari seluruh pesta masing-masing kategorial yang ada di GKPS, pesta Sekolah Minggulah yang paling ramai dan meriah. Mengapa?? Ya, karena anak-anak Sekolah Minggu emang paling yahud dan kreatif...^_^.

Khusus di jemaat GKPS Denpasar, apa saja sih yang sudah dilakukan dalam perayaan Pesta SM tahun ini sih?? Tidak terlalu banyak acara yang dilakukan oleh kategorial SM GKPS Denpasar untuk pesta tahun ini. Kegiatan yang dilakukan hanya beberapa saja antara lain, lomba Teka-teki silang Alkitab berhadiah, persembahan Pujian ASM, dan lelang. Yang disebutkan terakhit memang sudah merupakan agenda tahunan yang dilakukan dan menjadi andalan untuk sumber dana, hehe...

Puji Tuhan, untuk tahun ini target dana yang diembankan gereja untuk kategorial SM telah tercapai....(fuuih...leganya..). Lagi lagi lelang telah 'menyelamatkan' Sekolah Minggu dengan meraih total raihan sekitar 2 juta rupiah lebih. Semua ini boleh tercapai bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Tuhan Yesus. Selain itu, jemaat yang mau mendukung pun merupakan bukti bahwa SM masih diperhatikan oleh kita semua.

Harapannya, untuk di tahun yang akan datang, kategorial SM semakin maju dan kreatif. Bukan hanya ASM saja tetapi juga GSM. Maklum, di zaman sekarang masih sulit menemukan GSM-GSM yang loyal pada Sekolah Minggu. Menjadi GSM bukanlah hal yang gampang, tetapi untuk setia dalam pelayanan GSM juga tidak gampang. Ya, marilah kita doakan bersama-sama supaya Sekolah Minggu semakin maju. Hidup Sekolah Minggu!!

Sekolah Minggu paling yahud
Anak-anaknya imut-imut
Pujiannya girang-girang
Firman Tuhan oke punya
Sekolah Minggu paling yahud

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, June 3, 2009 0 komentar

Suatu hari ketika seorang ibu sedang berjalan di stasiun London, seorang bapak tua menghentikannya. Katanya, "Maaf, Bu, saya mau berterima kasih kepada Anda." Si Ibu ini memandang kaget dan berkata, "Berterima kasih kepada saya?" Si Bapak tua menjawab, "Ya, saya dulu bekerja sebagai pemeriksa karcis. Setiap Anda lewat selalu memberi senyum gembira dan salam kepada saya. Saya tahu senyum itu pasti muncul dari hati yang paling dalam. Suatu pagi saya melihat Anda membawa Alkitab. Akhirnya saya membeli Alkitab, dan saya menemukan Yesus."


Suatu hari ketika seorang ibu sedang berjalan di stasiun London, seorang bapak tua menghentikannya. Katanya, "Maaf, Bu, saya mau berterima kasih kepada Anda." Si Ibu ini memandang kaget dan berkata, "Berterima kasih kepada saya?" Si Bapak tua menjawab, "Ya, saya dulu bekerja sebagai pemeriksa karcis. Setiap Anda lewat selalu memberi senyum gembira dan salam kepada saya. Saya tahu senyum itu pasti muncul dari hati yang paling dalam. Suatu pagi saya melihat Anda membawa Alkitab. Akhirnya saya membeli Alkitab, dan saya menemukan Yesus."

Hal yang sama juga dialami oleh Abraham. Ia sadar bahwa dirinya juga disaksikan oleh banyak orang. Masalah-masalah muncul di antara Lot, kemenakannya, dan ia sendiri. Mereka memiliki banyak domba dan ternak sehingga lahan rumput tidak cukup bagi ternak mereka. Titik puncak masalah adalah para gembala Abraham dan para gembala Lot mulai bertengkar demi lahan rumput terbaik. Sementara itu orang Kanaan dan Feriz yang tinggal yang tinggal di negeri itu menyaksikan mereka. Abraham tahu bahwa ia memiliki TUHAN di tengah-tengah keluarga kafir ini. Akibatnya, seketika itu juga ia mencari jalan damai atas situasi tersebut.

Gereja atau keluarga kita tidak ‘kebal' terhadap berbagai masalah. Namun bagaimana kita bersikap terhadap masalah tersebut dapat mendorong semangat atau menghambat orang lain yang sedang menyaksikan kita. Pilihlah selalu jalan damai sebagai saksi terbaik bagi Tuhan Sang Raja Damai.

Setiap orang punya masalah, namun cara pandangnya terhadap masalah akan menentukan menang tidaknya ia.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Friday, May 29, 2009 1 komentar

Rutinitas dunia kerja seringkali melelahkan. Apalagi ketika Anda berada di kota besar, seperti Jakarta misalnya, jam-jam kerja Anda rasanya bertambah, sebab masih ada bonus kelelahan dari perjalanan menembus kemacetan. Saya sendiri butuh waktu sekitar dua jam untuk tiba di rumah hingga secara keseluruhan saya hampir bekerja selama setengah hari atau dua belas jam.
Sering kali kelelahan ini membuat kita tidak lagi memiliki keinginan untuk menambah pengetahuan. Selain itu, tidak jarang pula kita merasa ilmu yang kita peroleh sudah cukup. Terutama ketika kita tidak lagi bekerja di bidang yang sesuai ilmu yang kita timba saat masih sekolah atau di universitas.


Rutinitas dunia kerja seringkali melelahkan. Apalagi ketika Anda berada di kota besar, seperti Jakarta misalnya, jam-jam kerja Anda rasanya bertambah, sebab masih ada bonus kelelahan dari perjalanan menembus kemacetan. Saya sendiri butuh waktu sekitar dua jam untuk tiba di rumah hingga secara keseluruhan saya hampir bekerja selama setengah hari atau dua belas jam.
Sering kali kelelahan ini membuat kita tidak lagi memiliki keinginan untuk menambah pengetahuan. Selain itu, tidak jarang pula kita merasa ilmu yang kita peroleh sudah cukup. Terutama ketika kita tidak lagi bekerja di bidang yang sesuai ilmu yang kita timba saat masih sekolah atau di universitas.

Namun, Amsal yang kita baca kali ini mengajak kita melakukan hal yang sebaliknya. Kita diajak untuk membuka telinga, mata dan pikiran kita kepada pengetahuan; pengetahuan akan firman Allah dan berbagai ilmu pengetahuan. Jadi, tidak hanya spiritualitas, tapi juga intelektualitas. Sebab dengan demikianlah kita bisa menjalankan misi Allah dalam dunia kerja secara maksimal.

Masalahnya, maukah kita memberi waktu untuk belajar? Mungkin pertama-tama kita perlu belajar memberi waktu untuk belajar, dengan membiasakan diri menyisihkan waktu. Anda berani mencobanya?

Tambahlah kapasitas Anda bila tidak ingin digeser oleh yang lebih berkapasitas.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar



Pada suatu hari seorang wanita sedang membimbing keponakannya belajar.Tapi tidak seperti biasanya, kali ini keponakannya tidak bisa berkonsentrasi. Ternyata salah satu kelerengnya hilang. Tiba - tiba anak itu berkata, "Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku ?"
Ketika bibinya mengizinkan, anak itu lalu berlutut di dekat kursinya, menutup matanya dan berdoa dengan sungguh - sungguh. Selesai berdoa dia bangkit berdiri dan melanjutkan pelajarannya.

Keesokan harinya, bibinya yang takut doa keponakannya tidak terjawab, dan dengan demikian akan melemahkan imannya, dengan khawatir bertanya, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?"

"Tidak, Bi" Jawab anak itu, "tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi."

Pada suatu hari seorang wanita sedang membimbing keponakannya belajar.Tapi tidak seperti biasanya, kali ini keponakannya tidak bisa berkonsentrasi. Ternyata salah satu kelerengnya hilang. Tiba - tiba anak itu berkata, "Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku ?"
Ketika bibinya mengizinkan, anak itu lalu berlutut di dekat kursinya, menutup matanya dan berdoa dengan sungguh - sungguh. Selesai berdoa dia bangkit berdiri dan melanjutkan pelajarannya.

Keesokan harinya, bibinya yang takut doa keponakannya tidak terjawab, dan dengan demikian akan melemahkan imannya, dengan khawatir bertanya, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?"

"Tidak, Bi" Jawab anak itu, "tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi."

Alangkah indahnya iman anak itu. Allah memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, Dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, Amin. Teriring salam dan doa.


Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, May 24, 2009 0 komentar

Sabtu, 16 Mei 2009 mungkin adalah hari yang tidak terlupakan bagi pasangan yang telah menikah yaitu Jayansen Sipayung dan Desy Elysabeth br. Purba. Bagaimana tidak? Cinta yang telah mereka berdua jalin kurang lebih selama 5 tahun kini semakin terikat nyata. Di hadapan Tuhan dan jemaat di Jakarta waktu itu mereka telah mengucapkan janji setia untuk selalu ada di saat suka maupun duka.
Khusus bagi pemuda GKPS Denpasar, hal ini merupakan sukacita tersendiri yang mereka rasakan karena Jayansen Sipayung dan Desy br. Purba ini merupakan anggota pemuda GKPS Denpasar. Walaupun kini status mereka bukan di kepemudaan lagi, harapan untuk kedepannya mereka berdua dapat membimbing pemuda untuk lebih baik lagi. Keterlibatan mereka dalam kategorial pemuda khususnya di GKPS Denpasar sudah sangat banyak. Jayansen Sipayung pun pernah menjabat sebagai ketua kategorial pemuda GKPS Denpasar selama satu periode. Desy br. Purba pun pernah menjabat sebagai Sie Kerohanian di kepemudaan. Hal inilah yang membuat pemuda merasa sangat bangga dan sukacita mereka berdua bisa menjadi satu dalam ikatan pernikahan.

Sabtu, 16 Mei 2009 mungkin adalah hari yang tidak terlupakan bagi pasangan yang telah menikah yaitu Jayansen Sipayung dan Desy Elysabeth br. Purba. Bagaimana tidak? Cinta yang telah mereka berdua jalin kurang lebih selama 5 tahun kini semakin terikat nyata. Di hadapan Tuhan dan jemaat di Jakarta waktu itu mereka telah mengucapkan janji setia untuk selalu ada di saat suka maupun duka.
Khusus bagi pemuda GKPS Denpasar, hal ini merupakan sukacita tersendiri yang mereka rasakan karena Jayansen Sipayung dan Desy br. Purba ini merupakan anggota pemuda GKPS Denpasar. Walaupun kini status mereka bukan di kepemudaan lagi, harapan untuk kedepannya mereka berdua dapat membimbing pemuda untuk lebih baik lagi. Keterlibatan mereka dalam kategorial pemuda khususnya di GKPS Denpasar sudah sangat banyak. Jayansen Sipayung pun pernah menjabat sebagai ketua kategorial pemuda GKPS Denpasar selama satu periode. Desy br. Purba pun pernah menjabat sebagai Sie Kerohanian di kepemudaan. Hal inilah yang membuat pemuda merasa sangat bangga dan sukacita mereka berdua bisa menjadi satu dalam ikatan pernikahan.
Memang merupakan suatu hal yang sangat unik apabila pemuda yang dalam satu jemaat bisa melangsungkan pernikahan. Mengapa? Karena begitu banyak hal yang bisa dilakukan bersama dan juga memperkuat tali kasih di dalam Tuhan. Seperti kesaksian yang diutarakan oleh Jayansen Sipayung yang mengatakan bahwa ia samasekali tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan seseorang yang mejadi pasangan hidupnya di GKPS Denpasar ini. Awalnya ia datang ke Bali dengan tujuan bekerja. Ketika mencari tahu apakah di Bali ada GKPS atau tidak ia ternyata menemukan bahwa di Bali ini ada GKPS. Ternyata berkat yang didapatkan olehnya sungguh luar biasa. Tuhan memberi Jayansen pasangan hidup di GKPS Denpasar dan ia pun merasa semakin dekat pada Tuhan semenjak berada di GKPS Denpasar.
Semuanya adalah bukti bahwa Tuhan adalah pengatur hidup kita. Kita tidak tahu kapan kita akan mati, kapan kita akan menikah, kapan kita harus begini atau begitu. Satu hal yang harus kita tahu, bahwa Ia mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna dan indag pada waktunya. Khusus bagi pemuda yang sudah dekat ke jenjang pernikahan, tetaplah berdoa sambil berserah. Tuhan pasti jawab doa kita asalkan kita berserah pada-Nya. Terakhir, kepada pasangan yang baru menikah, semoga cepat punya momongan sehingga bisa menambah anggota jemaat GKPS Denpasar yang baru....^_^
Tuhan memberkati. Amin.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar


Puji Tuhan Yesus Kristus, karena atas berkat dan rahmat-Nya pelaksanaan Natal Pemuda GKPS Denpasar 2008 boleh berlangsung dengan baik. Seperti biasa, dari tahun ke tahun, pelaksanaan Natal pemuda selalu meriah dan lain dari biasanya. Natal pemuda tahun ini, pemuda GKPS Denpasar turut mengundang pemuda/i dari gereja tetangga seperti HKBP dan GBKP. Selain itu, perkumpulan IMBS (Mahasiswa Batak se-Bali) juga turut berpartisipasi mengisi acara dengan pujian buat Tuhan.
Panitia yang diketuai oleh Sdri. Irma Prawita Simarmata ini bisa dibilang cukup baik. Walaupun demikian terdapat pula beberapa kekurangan seperti keterlambatan mulainya acara kurang lebih satu jam. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap jalannya acara. Namun, secara keseluruhan acara sudah mantap.
Pada Selasa 19 Mei yang lalu telah dilaksanakan pula Laporan Pertanggungjawaban panitia Natal terhadap BPH pemuda yang diketuai Sdr. Jackson Purba. Pada LPJ ini, panitia dihadapkan dengan berbagai permasalahan seperti belum fixnya laporan pendanaan, acara yang kurang terorganisir, serta masalah mental.

Puji Tuhan Yesus Kristus, karena atas berkat dan rahmat-Nya pelaksanaan Natal Pemuda GKPS Denpasar 2008 boleh berlangsung dengan baik. Seperti biasa, dari tahun ke tahun, pelaksanaan Natal pemuda selalu meriah dan lain dari biasanya. Natal pemuda tahun ini, pemuda GKPS Denpasar turut mengundang pemuda/i dari gereja tetangga seperti HKBP dan GBKP. Selain itu, perkumpulan IMBS (Mahasiswa Batak se-Bali) juga turut berpartisipasi mengisi acara dengan pujian buat Tuhan.
Panitia yang diketuai oleh Sdri. Irma Prawita Simarmata ini bisa dibilang cukup baik. Walaupun demikian terdapat pula beberapa kekurangan seperti keterlambatan mulainya acara kurang lebih satu jam. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap jalannya acara. Namun, secara keseluruhan acara sudah mantap.
Pada Selasa 19 Mei yang lalu telah dilaksanakan pula Laporan Pertanggungjawaban panitia Natal terhadap BPH pemuda yang diketuai Sdr. Jackson Purba. Pada LPJ ini, panitia dihadapkan dengan berbagai permasalahan seperti belum fixnya laporan pendanaan, acara yang kurang terorganisir, serta masalah mental.
Panitia kali ini merasa bahwa mereka masih terlalu muda untuk memimpin jalannya kepanitiaan ini. Masalah kurangnya komunikasi antaranggota panitia menjadi fokus utama dalam LPJ ini. Bila kita katakan kita terlalu muda untuk memimpin kepanitiaan sebenarnya merupakan hal yang salah, karena dalam Firman Tuhan membuktikan bahwa Yeremia yang masih muda pun dipakai oleh Tuhan untuk pekerjaan-Nya.
Ya, lagi-lagi balik ke masalah mental. Sebenarnya walaupun kita masih muda jika kita mau untuk berusaha dan tegas dalam memimpin suatu kepanitiaan, hal acara apa saja bisa kita laksanakan dengan baik. Selain masalah mental, masalah komunikasi juga amat penting. Kita tidak perlu sungkan untuk bertanya kepada orang lain yang lebih tahu dari kita, karena itu demi kebaikan semuanya. Harapannya untuk panitia selanjutnya, jangan kita mengangap ada senioritas dan junioritas dalam berorganisasi karena hal itu justru akan menghambat. Dalam berorganisasi kita sama-sama belajar karena tidak ada orang yang tidak pernah berbuat kesalahan. Sekarang kita sudah tahu dimana letak kesalahan yang selama ini kita sudah buat. mari kita perbaiki bersama sehingga tidak mengulang kesalahan yang sama setiap tahun. So, are you ready the Next panitia??? Tuhan Yesus memberkati.Amin

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Friday, May 22, 2009 1 komentar

Kegiatan Pentas Seni dan Budaya GKPS Denpasar dengan tema "Semalam Marsombuh Sihol (SMS)" yang telah berlangsung pada tanggal 10 Oktober 2008 yang lalu memang sangat membanggakan. Walaupun begitu banyak kendala yang dihadapi mulai sejak pembentukan panitia hingga pelaksanaan acara tidak dapat membendung semangat panitia pelaksana yang dimotori oleh seluruh pemuda/i GKPS Denpasar. Puji Tuhan, walaupun kegiatan tersebut telah selesai, kenangan pada saat pelaksanaan acara tidak dapat begitu saja dilupakan.
Adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu menampilkan (memvisualisasikan) adat dan budaya Simalungun untuk mengembalikan kenangan akan Simalungun dan mengakrabkan keluarga Simalungun yang ada di Bali agar tidak melupakan identitasnya sebagai orang Simalungun. Di samping itu, acara ini merupakan salah satu program dari Sie. Kesenian PGKPS Denpasar.
Hingga sekarang budaya & adat Simalungun masih sangat kental di dalam lingkungan keluarga Simalungun meskipun sudah tidak bertempat tinggal di Simalungun dan sudah merantau ke daerah lain. Lewat acara seperti inilah kita dapat mengenal lebih lagi ciri khas budaya Simalungun. Dalam PENSI ini permulaan atau asal-usul Simalungun itu akan disajikan sebagai pembuka diikuti dengan perkenalan marga-marga yang ada di Simalungun dan juga marga-marga tambahan yang dianggap sebagai marga Simalungun, serta menekankan pada hal-hal bagaimana kita harus bertegur sapa (martutur) dalam lingkungan Simalungun. Disertakan juga budaya berpacaran (martondur) yang biasa ada di Simalungun serta apa yang dimaksud dengan golongan Tolu Sahundulan Lima Saodoran dalam adat dan budaya Simalungun.


Kegiatan Pentas Seni dan Budaya GKPS Denpasar dengan tema "Semalam Marsombuh Sihol (SMS)" yang telah berlangsung pada tanggal 10 Oktober 2008 yang lalu memang sangat membanggakan. Walaupun begitu banyak kendala yang dihadapi mulai sejak pembentukan panitia hingga pelaksanaan acara tidak dapat membendung semangat panitia pelaksana yang dimotori oleh seluruh pemuda/i GKPS Denpasar. Puji Tuhan, walaupun kegiatan tersebut telah selesai, kenangan pada saat pelaksanaan acara tidak dapat begitu saja dilupakan.
Adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu menampilkan (memvisualisasikan) adat dan budaya Simalungun untuk mengembalikan kenangan akan Simalungun dan mengakrabkan keluarga Simalungun yang ada di Bali agar tidak melupakan identitasnya sebagai orang Simalungun. Di samping itu, acara ini merupakan salah satu program dari Sie. Kesenian PGKPS Denpasar.
Hingga sekarang budaya & adat Simalungun masih sangat kental di dalam lingkungan keluarga Simalungun meskipun sudah tidak bertempat tinggal di Simalungun dan sudah merantau ke daerah lain. Lewat acara seperti inilah kita dapat mengenal lebih lagi ciri khas budaya Simalungun. Dalam PENSI ini permulaan atau asal-usul Simalungun itu akan disajikan sebagai pembuka diikuti dengan perkenalan marga-marga yang ada di Simalungun dan juga marga-marga tambahan yang dianggap sebagai marga Simalungun, serta menekankan pada hal-hal bagaimana kita harus bertegur sapa (martutur) dalam lingkungan Simalungun. Disertakan juga budaya berpacaran (martondur) yang biasa ada di Simalungun serta apa yang dimaksud dengan golongan Tolu Sahundulan Lima Saodoran dalam adat dan budaya Simalungun.
Dalam penyelenggaran acara pentas seni ini, hal-hal di atas telah dibawakan dalam tari (Tor-tor), lagu (doding), lakon, Berbalas pantun (umpasa), dll. Kami berharap pentas seni ini selain dapat mengenalkan atau mengingatkan kembali akan adat & budaya Simalungun, juga dapat mempererat tali persaudaraan sesama warga Simalungun, khususnya yang ada di Bali sehingga adat Simalungun tidak terlupakan begitu saja seiring dengan kemajuan zaman.
Acara-acara sperti inilah yang sebenarnya harus sering ditampilkan agar kebudayaan kita tidak hilang ditelan waktu. Apalagi di zaman sekarang ini, sudah jarang kita temukan hal-hal yang seperti itu. Untuk tahun 2009 ini, PGKPS Denpasar juga akan segera melaksanakan pentas seni lagi sesuai dengan agenda program pemuda, kira-kira apa lagi yang akan dipersembahakan PGKPS Denpasar untuk Simalungun???Kita tunggu saja....Atau adakah di antara kita yang mempunyai ide lain????
Maju terus Pemuda GKPS Denpasar....Tuhan memberkati....

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, May 21, 2009 0 komentar






Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, May 19, 2009 0 komentar


“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Markus 11:25

Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat salah? Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:10). Hanya Tuhan yang tidak pernah melakukan kesalahan! Karena kita tidak sempurna dan sering membuat kesalahan, baik sengaja ataupun tidak, maka kita sangat membutuhkan pengampunan dari Bapa. Namun Alkitab menyatakan bahwa sebelum kita memperoleh pengampunan dari Bapa, kita harus dapat mengampuni sesama kita terlebih dahulu seperti yang diajarkan oleh Yesus: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15).


Diambil dari bacaan AIR HIDUP RENUNGAN HARIAN, EDISI 12 Mei 2009 -

Baca: Markus 11:20-26

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Markus 11:25

Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat salah? Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:10). Hanya Tuhan yang tidak pernah melakukan kesalahan! Karena kita tidak sempurna dan sering membuat kesalahan, baik sengaja ataupun tidak, maka kita sangat membutuhkan pengampunan dari Bapa. Namun Alkitab menyatakan bahwa sebelum kita memperoleh pengampunan dari Bapa, kita harus dapat mengampuni sesama kita terlebih dahulu seperti yang diajarkan oleh Yesus: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15).
Apabila kita terlalu sulit mengampuni orang lain, berarti kita juga belum beroleh pengampunan dari Tuhan. Orang yang dosanya diampuni Tuhan pasti mengalami rasa sukacita dalam hatinya dan mengalir kasih dari Bapa. Karena sukacita ada padanya, ia pun akan mudah mengampuni orang lain dan tidak suka mendendam. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus mempunyai sifat pengampun seperti Yesus, yang bukan sekedar memberi teori ajaran tentang kasih, tetapi Dia terlebih dahulu sudah memberikan teladan hidup. Ketika Dia dicaci maki tidak membalas sedikitpun. Bahkan terhadap orang-orang yang menyalibkanNya Dia sanggup mengampuni. Tuhan Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:24). Kata kutuk dan umpatan tidak pernah keluar dari mulutNya, justru Dia mengampuni dan berdoa kepada Bapa bagi orang-orang yang membenci dan memusuhiNya.
Bagaimana dengan kita? Dapatkah kita mengampuni ketika kita disakiti oleh orang lain? Banyak orang Kristen yang masih terikat oleh roh sulit mengampuni, bahkan kepada orang yang bersalah dan sudah meminta maaf tetap saja kita tidak memaafkan, malah mencaci maki.

Ingat, bila kita tidak mengampuni orang lain, Tuhan pun tidak aan mengampuni dosa-dosa kita!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, May 18, 2009 0 komentar

Aku ada di dunia ini
Aku berjalan tiap hari
Aku menjamah dunia
Aku mengerti arti hidup

Tiap hari aku melangkah
Tiap jam aku terjatuh
Tiap detik aku tak sadar
Tiap saat aku di tolong

Betapa bodoh diri ini
Jika selalu jatuh
Betapa aku pun tak sadar
Bahwa diri ini amat berharga

Mengapa Engkau selalu setia?
Mengapa Engkau selalu menolong?
Bukankah diri ini selalu tak setia?
Bukankah diri ini selalu berbohong?

Cinta-Mu takkan terhabiskan
Bak biji mata-Mu, Kau jaga aku
Tiap ku meminta, Kau berikan
Cinta-Mu Yesus tak terlukiskan
Tapi terukir di hatiku selamanya…..

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, May 10, 2009 0 komentar

Mahamulia Engkau Bapa
Mahabaik Engkau Bapa
Mahakuasa Engkau Bapa
Mahakasih Engkau Bapa

Tidak dapat lagi ku berkata
Tentang kebaikan-Mu kepada daku
Sejak ku bayi hingga sekarang
Tidak terhitung semua yang Kau beri

Bapa, sungguh ku berterima kasih
Karena kesetiaan-Mu dalam hidupku
Telah ku temukan arti hidup ini
Aku ingin nama-Mu terukir jauh
Di lubuk hati ini

Maafkan aku, Bapa
Selama Engkau setia
Aku tidak setia
Berulang-ulang, aku terjembab
Dalam ruang pikiran yang gelap

Sungguh dalam hati ini
Aku rindu akan Engkau
Melakukan Firman-Mu
Mengasihi Engkau dan sesama
Itulah kerinduanku

Tapi, Tuhan..
Sebagai ciptaan-Mu
Aku tidak bisa berjalan sendiri
Tolong temani aku Tuhan….

Setiap saat,
Setiap detik,
Setiap hari,
Agar aku lebih dekat kepada-Mu
Hingga nanti ku hidup bersama-Mu
Di sorga mulia….Amin….

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Pesta sekolah minggu tahun ini akan dilaksanakan pada bulan Mei. Seluruh guru Sekolah Minggu se-GKPS mari kita sukseskan pesta Sekolah Minggu tahun ini. Kita siapkan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan. Kebetulan tahun ini adalah tahun keluarga maka konsep pesta kita usahakan juga berkaitan dengan keluarga, selamat pesta Sekolah Minggu!!Tuhan mamberkati kita.

Klik di sini jika ingin download tata ibadahnya.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, April 21, 2009 0 komentar

RPL sekolah Minggu merupakan program GKPS dari pusat yang dilakukan setahun sekali. Program ini sangat bermanfaat bagi seluruh guru-guru Sekolah Minggu GKPS se-Indonesia maupun pengurus-pengurusnya. Pada RPL tahun ini, GKPS Denpasar mengirimkan 1 orang saja wakilnya yaitu Sdra. Evans Lumban Gaol. Hal ini dikarenakan tidak adanya dana yang mencukupi untuk keberangkatan seluruh guru Sekolah Minggu GKPS Denpasar. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah besar karena seluruh guru-guru Sekolah Minggu mempercayai Sdra. Evans Lumban Gaol untuk menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap keikutsertaannya di kegiatan ini.
RPL di Cipanas berlangsung selama 4 hari 3 malam di mana seluruh kegiatan yang berlangsung di sana sangat berbobot seperti adannya pembinaan guru-guru Sekolah Minggu tentang bagaimana cara mengajar anak-anak yang baik dan benar juga beberapa konsep tentang pelaksanaan sermon yang baik dalam acara Baca Gali Alkitab.



Selama mengikuti acara RPL tersebut seluruh guru-guru Sekolah Minggu yang ada di sana dapat saling bertukar pikiran satu dengan yang lainnya tentang pengalamannya selama menjadi seorang guru Sekolah Minggu.
Mejadi seorang guru Sekolah Minggu tidaklah mudah. Butuh banyak pengorbanan baik dari segi waktu, pikiran, maupun materi. Itu tidaklah menjadi masalah, karena pelyananan kita buat Tuhan jauh lebih berharga di mataNya. Untuk itu guru-gur Sekolah Minggu hendaklah setia dalam melayani meskipun banyak masalah datang silih berganti.Amin

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, April 14, 2009 0 komentar

Pulau Bali yang dikenal dengan sebutan pulau dewata merupakan salah satu pulau yang menjadi tujuan wisata paling banyak di dunia. Bali terkenal dengan budayanya yang sangat menarik dan orang-orangnya yang sangat ramah dan kreatif. Selain terkenal menjadi tujuan wisata turis domestik maupun turis mancanegara, pulau Bali juga dikenal pulau yang sangat mentoleransi adanya keberagaman agama. Terbukti kehidupan umat beragaman di Bali sangat baik dan jarang terjadi konflik yang mengatasnamakan agama. Mulai dari agama Hindu yang notabene mayoritas kemudian Budha, Islam, Katolik, dan Protestan ada di pulau Bali ini.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan umat beragama di Bali sangat pesat. Agama-agama selain Hindu pun merasa bahwa mereka 'diterima' dengan baik di sini. Akhirnya mulai banyak dibangun Mesjid, Gereja, bahkan Kuil tempat beribadah bagi seluruh umat yang beragama. Umat Kristiani khususnya protestan pun mulai membangun gereja-gereja yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Bali seperti Denpasar, Negara, dan beberapa daerah lainnya.



Pulau Bali yang dikenal dengan sebutan pulau dewata merupakan salah satu pulau yang menjadi tujuan wisata paling banyak di dunia. Bali terkenal dengan budayanya yang sangat menarik dan orang-orangnya yang sangat ramah dan kreatif. Selain terkenal menjadi tujuan wisata turis domestik maupun turis mancanegara, pulau Bali juga dikenal pulau yang sangat mentoleransi adanya keberagaman agama. Terbukti kehidupan umat beragaman di Bali sangat baik dan jarang terjadi konflik yang mengatasnamakan agama. Mulai dari agama Hindu yang notabene mayoritas kemudian Budha, Islam, Katolik, dan Protestan ada di pulau Bali ini.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan umat beragama di Bali sangat pesat. Agama-agama selain Hindu pun merasa bahwa mereka 'diterima' dengan baik di sini. Akhirnya mulai banyak dibangun Mesjid, Gereja, bahkan Kuil tempat beribadah bagi seluruh umat yang beragama. Umat Kristiani khususnya protestan pun mulai membangun gereja-gereja yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Bali seperti Denpasar, Negara, dan beberapa daerah lainnya.

Suku-suku yang berdomisili di pulau Bali ini pun bermacam-macam mulai dari suku bali, batak, jawa, tionghoa, dan lain-lain. Hampir semua suku yang ada di Indonesia ada di pulau Bali. Berlatarbelakang hal tersebut, khususnya umat Protestan mendirikan gereja-gereja kesukuan di bali yang pada umumnya adalah suku batak. Gereja HKBP menjadi gereja kesukuan batak pertama yang berdiri di Bali. Kemudian muncul pula GBKP, GKPS, dan yang terbaru HKI.

Jadi, apa yang orang selama ini pikirkan bahwa di bali sangat sulit untuk beibadah adalah hal yang salah. Semua orang bebas beribadah tanpa ada gangguan di pulau Bali ini selama masih menghormati norma-norma atau aturan yang berlaku. GKPS yang diresmikan di Bali pada tanggal 04 November 2007 adalah salah satu bukti bahwa umat Kristen di Indonesia khususnya Simalungun tersebar di seluruh penjuru Indonesia. GKPS pun ada di Bali!!! Syaloom in Bali!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Menjadi pemuda/i GKPS yang sejati bukanlah merupakan hal yang mudah. Seorang pemuda kadang kala dituntut untuk melakukan sesuatu dengan sempurna, bahkan dalam gereja pemuda merupakan sosok yang menjadi harapan seluruh warga jemaat ketika membutuhkan bantuan. hal tersebut memang adalah sesuatu hal yang sudah biasa di jemaat manapun di seluruh Indonesia. Akan tetapi kesadaran akan hak dan kewajiaban seorang pemuda di gereja khususnya tampaknya belum mendarah daging pada diri pemuda/i zaman sekarang. Pemuda zaman sekarang ternyata masih ada yang berleha-leha dan tidak merasa ada tanggung jawab yang diembankan padanya selaku anggota jemaat. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat pemuda seharusnya menjadi sumber ide-ide brilian yang seharusnya muncul untuk perkembangan gereja kita kedepannya.



Menjadi pemuda/i GKPS yang sejati bukanlah merupakan hal yang mudah. Seorang pemuda kadang kala dituntut untuk melakukan sesuatu dengan sempurna, bahkan dalam gereja pemuda merupakan sosok yang menjadi harapan seluruh warga jemaat ketika membutuhkan bantuan. hal tersebut memang adalah sesuatu hal yang sudah biasa di jemaat manapun di seluruh Indonesia. Akan tetapi kesadaran akan hak dan kewajiaban seorang pemuda di gereja khususnya tampaknya belum mendarah daging pada diri pemuda/i zaman sekarang. Pemuda zaman sekarang ternyata masih ada yang berleha-leha dan tidak merasa ada tanggung jawab yang diembankan padanya selaku anggota jemaat. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat pemuda seharusnya menjadi sumber ide-ide brilian yang seharusnya muncul untuk perkembangan gereja kita kedepannya.

Salah satu hal yang menjadi kendala besar pemuda zaman sekarang mungkin adalah mental yang sudah semakin bobrok. Pemuda yang seharusnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bertukar pikiran di setiap PA pemuda malah lebih sering menghabiskan waktu untuk hal-hal lain yang tidak penting. Padahal dengan seringnya pemuda bertemu satu dengan lainnya di PA pemuda dapat meningkatkan tali persaudaraan dan juga kekompakan di antara pemuda. Mungkin memang benar di zaman sekarang semua orang serba sibuk dengan berbagai aktivitasnya masing-masing, akan tetapi kita pun tidak boleh mengesampingkan pertemuaan ibadah kita.

Jarangnya pertemuan antarpemuda bisa mengakibatkan hilangnya jalinan komunikasi yang baik di antara pemuda. Penulis di sini hanya ingin menekankan akan pentingnya sosok pemuda di gereja. Untuk itu pemuda harus mampu menjadi sosok pemuda yang berkarakter dan bermental baja. Selain itu, ibadah itu sangatlah penting sesuai kata Firman Tuhan bahwa ibadah adalah latihan yang semakin menguatkan kita bukannya malah melemahkan kita. Kita pemuda hendaknya mau untuk tetap bersemangat dengan menjadi sumber semangat bagi para orang tua kita bukannya kita yang diberi semangat olah orang tua. Nah, sekarang tanya diri kita sendiri, apakah selama menjadi pemuda kita sudah memberikan semua hal terbaik yang kita punya dalam diri kita untuk gereja bahkan untuk Tuhan??
Mari kita sama-sama belajar......Tuhan memberkati.
Hidup pemuda GKPS!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, April 7, 2009 0 komentar

Pada awal bulan Pebruari 2000, Pendeta GKPS Resort Surabaya yaitu Pendeta Jadasri Saragih, S.Th beserta rombongan (Pengantar Jemaat, St. Munthe, St. B. Damanik) berkunjung ke rumah St. W. Saragih selaku ketua IKS (Ikatan Keluarga Simalungun) di Denpasar Bali. Adapun alasan kunjungan adalah untuk merencanakan akan dilaksanakan Sinode Resort Surabaya bertempat di Denpasar, tetapi tidak jadi, namun utusan Kongsi Marsiurupan akan datang berkunjung ke Denpasar yaitu pada saat pesta ulang tahun IKS tepatnya tgl 18 Maret 2000, yang bertempat di Hotel Bumi Asih Jaya. Pertemuan itu sendiri diberi judul “Semalam di Simalungun“.
Semua kegiatan difokuskan kepada kegiatan budaya Simalungun. Dalam waktu yang tidak begitu lama atas nama GKPS dan Kongsi Marsiurupan kemudian berkunjung ke Denpasar beserta rombongan yaitu pada tanggal 18 Maret 2000, dengan tujuan ingin menepati janji yaitu mengikuti acara “Semalam di Simalungun“ (Pesta Ulang Tahun IKS).
Sebelum acara dimulai diadakan rapat khusus secara spontanitas, dengan tujuan/misi membicarakan mengenai pembentukan GKPS Persiapan di Bali. Rapat tersebut berlangsung singkat sekitar 20 (dua puluh) menit, namun terus terang pada saat itu saya (penulis) dan beberapa teman beranggapan masih ada ganjalan karena takut kalau-kalau keberadaan IKS yang pluralis akan hancur ataupun dikesampingkan oleh karena adanya GKPS, tetapi kuasa Roh Kudus terus bekerja dari hasil rapat tersebut ternyata utusan dari Surabaya menganggap cukup sebagai modal mereka untuk melaksanakan misi, membangun GKPS di Denpasar.



Apakah memang sudah merupakan program jangka panjang dari GKPS Resort Surabaya atau memang sekedar acara perkenalan antara Kongsi Marsiurupan dengan IKS, kami tidak mengetahui, tetapi yang pasti pada saat acara pesta IKS tersebut berlangsung ternyata disela-sela acara tersebut para utusan GKPS Surabaya telah membawa oleh-oleh berupa “ULOS” yang dilelang dan hasil lelang tersebut dianggap sebagai “Tondolan Ni Supak” untuk membangun GKPS di Bali. Dari hasil lelang tersebut terkumpul dana kurang lebih Rp 4.225.000,- (Empat Juta Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah).

Keesokan harinya tepatnya pada tanggal 19 Maret 2000 para anggota IKS melaksanakan Kebaktian bersama-sama dengan perutusan GKPS Surabaya bertempat di Gereja HKBP dan mempersembahkan sebuah lagu pujian pada kebaktian tersebut sekaligus dianggap sebagai Kebaktian Pertama warga GKPS Denpasar. Jumlah yang hadir sebanyak 80 (delapan puluh) orang. Kemudian para pengurus panitia perayan ulang tahun IKS tahun 2000 tersebut dan dengan dorongan semangat yang diberi oleh MR. Djariaman Damanik, bersepakat untuk melangsungkan Kebaktian setiap sekali sebulan bertempat di Puri Nusantara. Maka setelah itu dilaksanakanlah kebaktian yang kedua berlangsung pada tanggal 25 Juni 2000 di Puri Nusantara dan kebaktian ketiga tanggal 30 Juli 2000 bertempat di Puri Nusantara dan demikian selanjutnya.
Pada tanggal 2 September 2000, Pdt. Jadasri beserta sekretaris dan beberapa utusan dari GKPS Surabaya, berkunjung ke Bali, dan menginap di Hotel Puri Nusantara, pada saat itu ataupun telah dikonsep dari Surabaya berdasarkan informasi yang ada, yang pasti dibentuklah susunan pengurus GKPS, yang direncanakan diresmikan pada kebaktian tanggal 3 September 2000, bertempat di Gedung Angkasa Pura Airport Bandara Ngurah Rai Tuban Bali.

I.1.2 Tumbuh Kembangnya GKPS Persiapan Denpasar
Begitu besar campur tangan Roh Kudus pada pertumbuhan GKPS Persiapan, Kebaktian pun berlangsung setiap bulan dan kehadiran rata-rata 30 s/d 40 (tiga puluh sampai dengan empat puluh) orang. Sementara fasilitas sarana tempat disediakan oleh Bp. MR. Djariaman Damanik di Hotel Puri Nusantara sebagai tempat beribadah.
Para pengurus pun segera membenahi diri dengan melakukan Sermon setiap hari Rabu bertempat di Puri Nusantara, kemudian beberapa Pengurus pun ikut dalam rangka Pembinaan Majelis yang diadakan oleh Resort Surabaya di Jogya, tepatnya dari tanggal 18 s/d 19 Nopember 2000 yang diwakili oleh 7 (tujuh) orang pengurus.
Ada prinsip yang dipegang oleh para pengurus dalam melaksanakan dan memperjuangkan keberadaan GKPS di Denpasar yaitu: “Jangan Sampai Mundur, Tetap Maju Walaupun Harus Lambat Tuhan Beserta Kita“, sehingga kalaupun ada keinginan untuk memaksimalkan kebaktian setiap minggu namun majelis sangat hati-hati dan mengambil keputusan untuk melaksanakan kebaktian dua kali sebulan yaitu minggu ke dua dan minggu terakhir yang dimulai bulan Februari 2001.

Sejak kebaktian dua kali sebulan berlangsung pengurus merencenakan pengaktifan partonggoan dan akhirnya diputuskan untuk dilaksanakan satu kali sebulan, partonggoan tersebut dimulai dari Rumah Vorghanger pada bulan Maret 2001. Masih pada bulan yang sama Pengurus juga merencanakan perpindahan tempat peribadahan. Ada beberapa pertimbangan pengurus pada saat itu yang menjadi sebab memindahkan tempat beribadah:
Menggugah keaktifan jemaat dengan membuat tempat ibadah yang bernuansa Gereja.
Merangsang umat untuk semakin rajin ke Gereja dengan mencari tempat yang dapat dijangkau kendaraan umum .
Setelah melalui rapat para pengurus, maka diputuskan untuk meminjam Gereja Oikumene Persekutuan Umat Kristiani Benoa (Gereja PUKB). Sejak bulan Maret 2001 Kebaktian dilaksanakan di Gereja Oikumene Benoa, Penguruspun memulai pengurusan ijin-ijin yang menyangkut keberadaan GKPS Denpasar, kemudian melakukan pendaftaran pada Kanwil Agama setempat, sebagai tindak lanjutnya pihak Kanwil telah melakukan kunjungan resmi oleh Bp. Pdt. Soelaiman (Pejabat Kanwil Agama) pada saat kunjungan tersebut pengurus GKPS memberikan kesempatan khusus kepada Bp. Pdt Soelaiman untuk menyampaikan renungan Natal. Hingga saat ini GKPS masih menunggu pengesahan dari Kanwil Agama tersebut, Namun telah dapat dipastikan bahwa keberadaan GKPS Persiapan Denpasar telah diproses untuk terdaftar sebagai suatu wadah persekutuan orang Kristen di Bali.
Sebagai pengurus yang baru, Majelis di GKPS Denpasar selalu tertarik dan ingin melakukan hal-hal yang bersifat penambahan wawasan kerohanian dan sistem-sistem didalam melaksanakan tugas kerohanian. Walaupun Resort Surabaya telah melakukan Pembinaan Majelis, tetapi GKPS tetap meminta untuk dilaksanakan Pembinaan Majelis di Denpasar. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Natour Bali pada tanggal 21 April 2001 dengan topik pembicaraan “Job Description Sintua dan Syamas”.
Pada saat kedatangan pendeta dalam hal pembinaan keesokan harinya yaitu tanggal 22 April 2001, dilaksanakan Baptisan Kudus yang pertama di GKPS Denpasar. Kegiatan Pembinaan ini merupakan hal yang sangat penting sehingga pada tanggal 27 April 2002, bertempat di Hotel Puri Nusantara, Majelis kembali menggelar Pembinaan yang dipimpin oleh Pdt. Jadasri Saragih dan Pdt. Abdi Zekri Damanik, dengan topik tetap sebagaimana yang telah dilaksanakan di Hotel Natour Denpasar Bali.

Demikian pula halnya didalam rapat-rapat Gerejani, GKPS Denpasar juga mengirimkan perutusannya, seperti yang diadakan di Semarang pada tanggal 7 s/d 8 April 2001 dalam rangka Sinode Resort, Majelis mengirimkan 3 (tiga) orang wakilnya, yaitu St. Mr. Jariaman, Sy. Jonny Damanik dan Sy. Dumekson Purba, yang dilanjutkan dengan sinode resort yang dilaksanakan di Jogya, GKPS Denpasar mengirimkan perwakilannya yang diwakili St. W. Saragih, St. Jansen Purba, St. Hotman Sinaga, St. Rajalin Saragih, Sy. Elianson Purba dan Sy. Agust Purba.
Sebagaimana layaknya para pengurus yang berstatus sebagai pegawai, sering sekali terjadi perpindahan tugas yang mengakibatkan perpindahan domisili, maka demikian pula kepengurusan GKPS Persiapan Bali, beberapa pengurus mengalami perpindahan domisili seperti : St. Berlin Damanik, S.H. yang pindah tugas menjadi Hakim di Bandung, demikian pula dengan St. Rosnaida br. Damanik yang pindah domisili ke Mataram, selanjutnya St. Taralam Sinaga, S.H. (pengurus yang pindah dari Surabaya ke Bali kini pindah lagi ke Maluku).

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Subscribe here

Tentang Kami

My photo
Denpasar, Bali, Indonesia
WELLCOME to Gereja Kristen Protestan Simalungun Bali... Di sini tempat kita memuji Tuhan Yesus Kristus, tempat kita belajar Firman Tuhan... Let's praise Jesus Christ..!!Haleluya...

Pengurus Gereja

Pendeta
Pdt. Melena br. Turnip

Pimpinan Majelis

Vorhanger : St. Jansen Purba Sidagambir
Wapeng : St. Rajalim Saragih Simarmata
Sekretaris : Sy. Johny Damanik
Bendahara : St. W. Saragih Simarmata

Anggota Majelis
St. Rajalim Saragih
St. H. F. Sinaga
Sy. HJ. Sipayung
Sy. Enrico Purba
Sy. Doni F. Sinaga
Sy. Jayansen Sipayung
Sy. E. H. Sinaga
Sy. Jadima Purba Sidagambir
Sy. Benny Saragih
Sy. Jonrianto Purba

Seksi-seksi/Koordinator
Bapa: Sy. Jayansen Sipayung
Wanita: Ny. M. Lisbeth Br. Saragih
Pemuda: Sy. Donny Sinaga
SM: Ny. Evi K. Br. Girsang

Pembimbing
Bapa: St. H. F. Sinaga
Wanita: St. W. Saragih Simarmata
Pemuda: Sy. Jadima Purba Sidagambir
SM: Sy. Jonrianto Purba

Translate

GKPS Denpasar's Moments

Pensi Pgkps Denpasar

Ianan, Lokasi


View Tanjung Benoa in a larger map