Pernahkah anda mengadopsi seorang bayi dari keluarga yang kaya raya? Saya percaya jawabannya adalah hampir tidak pernah. Karena hampir tidak pernah ada keluarga kaya-raya mau memberikan bayi mereka untuk diadopsi. Bila mengadopsi bayi miskin, piatu atau yang lahir di luar nikah tentu cukup banyak bukan? Jikalau kita mengadopsi bayi papa tersebut, apakah yang akan diberikan oleh keluarganya kepada kita?

Dapatkah keluarga tersebut memberikan kita segala sesuatu yang diperlukan bayi itu hingga ia dewasa? Dan apakah mungkin keluarga tersebut memberikan juga segala sesuatu yang kita perlukan? Jawabannya tentu tidak. Karena tidak pernah saya tahu ada keluarga yang diadopsikan bayinya memberikan pula segala sesuatu yang diperlukan oleh keluarga yang mengadopsi, kalau sebaliknya mungkin pernah ada. Namun pada kesempatan yang langka saya ingin memberitahu anda bahwa ada seorang Bapa yang bukan saya mau memberikan AnakNya kepada anda; tetapi juga segala sesuatu yang anda perlukan dalam hidup anda, sebagai Hadiah Terbesar bagi anda di akhir tahun ini.
Dasar pemberian Hadiah Terbesar. Mengapakah seseorang mau memberikan bayinya kepada orang lain untuk diadopsi dan bagaimanakah ia memilih orang yang akan menerima bayinya itu? Paling sedikit ada dua alasan yang saya tahu seperti yang telah disebutkan di atas. Keluarga tersebut tidak sanggup membesarkan atau membiayai bayi tersebut karena mereka miskin atau keluarganya malu memiliki anak atau cucu haram. Sedang yang menjadi dasar ia memilih siapa yang layak adalah dengan melihat latar belakang keluarga yang akan mengadopsi bayinya, kedudukan sosial dan ekonominya, apakah terpandang dan mampu membesarkan bayi tersebut. Namun Bapa yang memberikan anda Anak-Nya itu sebagai Hadiah Terbesar, bukan karena Ia miskin dan tidak sanggup membesarkan Anaknya. Justru sebaliknya Ia adalah Bapa yang Maha Kaya bahkan pemilik alam semesta ini karena Ialah Penciptanya. Anda dipilih-Nya untuk menerima Hadiah Terbesar tersebut bukan karena Ia menilai latar belakang, kedudukan sosial dan harta
saudara. Yang menjadi dasar pemberian-Nya adalah kasih tanpa syarat kepada saudara. Kasih Bapa itu demikian besarnya hingga mencakup siapa saja di dunia, tanpa memilih dan memilah warna kulit, bahasa, kedudukan sosial, pendidikan bahkan kepercayaan anda. Seperti yang dinyatakan oleh Firman Allah: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16). Cobalah kata "dunia ini" dan "setiap orang" anda ganti dengan nama anda sendiri, bukankah mempunyai pengertian yang sangat pribadi, siapapun juga anda? Janganlah kita menganggap bahwa yang dikasihi Bapa hanya orang Kristen yang merayakan Natal, anda keliru besar. Bapa yang memberikan Anak-Nya juga mengasihi anda yang Muslim, yang Buddhist, yang Hindu, yang Kebathinan hingga yang Animis. Presiden maupun rakyat jelata, Menteri maupun pembantu rumah-tangga, Jenderal maupun prajurit, konglomerat maupun pedagang-asongan, bankir maupun buruh-pabrik, profesor maupun murid TK. Termasuk para pencopet, gelandangan, pelacur, pembunuh, pengeritik, penderita aids ataupun gay dan lesbian hingga para koruptor. Semua dikasihi Bapa dan untuk merekalah Bapa memberikan Anak-Nya sebagai Hadiah Terbesar tersebut karena mereka tercakup dalam "dunia ini" dan "setiap orang". Kasih Bapa tersebut adalah kasih yang universal. Pertanyaannya sekarang apakah anda mengaku bahwa anda juga termasuk dalam "dunia ini" dan "setiap orang" serta mau menerima Hadiah Terbesar itu? Bonus Hadiah Terbesar Setiap menjelang hari-hari raya tertentu semua orang mengharapkan adanya Tunjangan Hari Raya (THR), yang juga dikenal sebagai Bonus. Entah tahun ini anda masih mendapat bonus atau tidak, mengingat keadaan ekonomi dan moneter Indonesia yang demikian krisisnya, saya tidak tahu. Namun apakah anda mendapatkan bonus itu atau tidak, hendaklah tidak terlalu merisaukan hati anda, karena bonus itu semuanya bersifat sementara dan akan musnah. Marilah kita melihat bonus yang menyertai Hadiah Terbesar itu. Apabila anda percaya dan menerima Hadiah Terbesar itu, maka anda akan menerima pertama-tamaadalah hidup kekal. Bapa mengetahui bahwa ahkir hidup manusia bukanlah mati, tetapi hidup, inilah yang kebanyakan kita tidak tahu. Dan agar kita tetap bisa hidup setelah mengahkiri hidup di dunia ini, kita membutuhkan suatu kualitas hidup yang memungkinkan kita meneruskan hidup tersebut, dan hidup itu adalah hidup kekal. Hidup kekal ini hanya ada di dalam Anak-Nya, sehingga bila anda menerima Anak-Nya itu maka anda juga mendapat hidup kekal, sederhana bukan? Maukah anda menerimaNya? Selain anda mendapatkan hidup kekal, yaitu hidup yang memungkinkan anda bersekutu dengan Allah, seperti anak dengan Bapa, serta kelayakan masuk ke rumah Bapa di sorga kelak bila anda meninggal dunia, suatu jaminan keselamatan yang pasti, maka Bapa juga berjanji akan mengaruniakan segala sesuatu kepada orang yang menerima Anak-Nya sebagai Hadiah Terbesar. Bonus inilah yang kita tidak peroleh bila kita mengadopsi bayi seseorang. Seorang rasul terkenal; bernama Paulus mengungkapkan dalam suratnya yang ditujukan kepada Jemaat Roma mengenai bonus itu, demikian: "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32). Harap "segala sesuatu" di sini jangan ditafsirkan sebagai materi, karena konteks tulisan tersebut bukanlah masalah materi, melainkan berkat-berkat rohani yang dapat menumbuhkan dan membentuk karakter kita. Bila kita membaca konteks dari pernyataan tersebut, kita akan mememukan bagaimana kita dapat keluar sebagai "pemenang" menghadapi berbagai kesukaran hidup ini. Seperti; penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang yang diakibatkan oleh pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, atau sesuatu mahluk yang lain. Semuanya itu tidak dapat memisahkan kita dari kasih Bapa yang ada di dalam Anak-Nya itu. Sesungguhnya di dalam Anak-Nya itu kita mendapatkan:
Kasih yang tidak dapat diukur.
Hidup yang tidak dapat dimatikan.
Kebenaran yang tidak dapat dicemarkan.
Damai yang tidak dapat dimengerti.
Ketenangan yang tidak dapat diganggu.
Sukacita yang tidak dapat dilenyapkan.
Harapan yang tidak dapat dikecewakan.
Kemuliaan yang tidak dapat dicemarkan.
Terang yang tidak dapat digelapkan.
Kebahagiaan yang tidak dapat dihalangi.
Kekuatan yang tidak dapat dilumpuhkan.
Kekudusan yang tidak dapat dinajiskan.
Keindahan yang tidak dapat dirusak.
Kebijaksanaan yang tidak dapat digugat.
Dan…. Sumber yang tidak pernah kering.
Itulah bonus dari Hadiah Terbesar tersebut.
Maukah anda menerimaNya?

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, November 30, 2009

0 komentar

Subscribe here

Tentang Kami

My photo
Denpasar, Bali, Indonesia
WELLCOME to Gereja Kristen Protestan Simalungun Bali... Di sini tempat kita memuji Tuhan Yesus Kristus, tempat kita belajar Firman Tuhan... Let's praise Jesus Christ..!!Haleluya...

Pengurus Gereja

Pendeta
Pdt. Melena br. Turnip

Pimpinan Majelis

Vorhanger : St. Jansen Purba Sidagambir
Wapeng : St. Rajalim Saragih Simarmata
Sekretaris : Sy. Johny Damanik
Bendahara : St. W. Saragih Simarmata

Anggota Majelis
St. Rajalim Saragih
St. H. F. Sinaga
Sy. HJ. Sipayung
Sy. Enrico Purba
Sy. Doni F. Sinaga
Sy. Jayansen Sipayung
Sy. E. H. Sinaga
Sy. Jadima Purba Sidagambir
Sy. Benny Saragih
Sy. Jonrianto Purba

Seksi-seksi/Koordinator
Bapa: Sy. Jayansen Sipayung
Wanita: Ny. M. Lisbeth Br. Saragih
Pemuda: Sy. Donny Sinaga
SM: Ny. Evi K. Br. Girsang

Pembimbing
Bapa: St. H. F. Sinaga
Wanita: St. W. Saragih Simarmata
Pemuda: Sy. Jadima Purba Sidagambir
SM: Sy. Jonrianto Purba

Translate

GKPS Denpasar's Moments

Pensi Pgkps Denpasar

Ianan, Lokasi


View Tanjung Benoa in a larger map