“Pokoknya…sukses!!!” “Hanya inikah makna hidup??” Banyak anak muda merasa tahu apa yang mereka ingin capai dalam hidup. Namun cara untuk mencapainya, itulah yang membingungkan. Salah satu cara untuk mengatasi kebingungan ini ialah meminta nasihat orang tua, guru, sahabat yang bijak, dan orang-orang lain yang kita percayai.

Kitab Suci merupakan sumber terpenting untuk mencari kesuksesan hidup. Yesus berkata, kalau kita mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, hal-hal penting lainnya akan diberikan kepada kita.

Lingkungan kita mengukur kesuksesan berdasarkan: suksesnya studi, banyaknya uang yang dimiliki, mewahnya rumah, atau banyaknya harta milik dan kekayaan. Tidaklah salah untuk menjalani pendidikan tinggi yang baik. Tidaklah salah untuk menjadi kaya.



Namun, dalam jangka panjang ada hal lain yang jauh lebih penting. Karena, saat kita meninggal dunia, kita tidak akan membawa harta milik , pendidikan , dan kekayaan kita.



Bayi yang baru lahir selalu menggengam tangannya, bak mau berkata, “aku mau semua!!” Saat meninggal, tangan seseorang terkulai lemas seolah berkata “Aku tidak bawa apa-apa.” Yang tertinggal hanyalah perbuatan baik yang dilakukan dalam nama Tuhan. Sukses sejati hanya bisa dihitung secara rohani pada saat seseorang menyelesaikan hidupnya.


Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, September 8, 2010 0 komentar

Budaya terdiri dari adat istiadat, bahasa, dan sebagainya. Bahasa budaya Simalungun I dasari Habonaron Do Bona = Kebenaran adalah pangkal, janah domma I bahen jadi motto lambang kabupaten Simalungun. Sonai pakon, “Sapangambei manoktok hitei” = bersama-sama membangun. Domma itotapkon jadi motto lambang Kota Pematangsiantar.
Falsafah budaya Simalungun tercermin pada falsafah adat Simalungun yaitu Tolu Sahundulan, lima saodoran. Tolu sahundulan = Tiga pada satu tempat aima:
1.Sanina
2.Tondong
3.Boru



Semboyan Tolu Sahundulan: Sanina pangalopan Riah,Tondong mangalopan podah, Boru pangalopan gogoh. Marsanina ningon pakkei, manat, Martondong ningon hormat, sombah. Marboru ningion elek, pandei.

Bani na manjalo pakon na padalan adat Simalungun dong do na isobut Suhi Ni Ampang, Ampang aima na berasal humbani kulit kambing. Suhi ni ampang bani na manjalo pakon padalan adat Simalungun dong do 4 (opat) aima:
1.Na manjalo sebagai tonding (Sipanganon/Bolini Boru/Gori)
-Suhut (orang tua)
-Sanina (bapa tua)
-Tondong
-Anak Boru Jabu
2.Na manjalo sebagai Boru (Manjalo hiou sanggah pa Ompo anak):
-Suhut
-Sanina
-Niombah dalahi na dob Marhajabuan (Nasikaha)
-Anak Boru Jabu


Falsafal ada Tolu Sahundulan aido na gabe panrippunan ni tutur bani Simalungun, halani haganupan tutur I Simalungun pangibulanni tarbagi 3 bagian banggal aima:
1.Sibiak sanina
2.Sibiak tondong
3.Sibiak boru

Somal do igoran situlo sahundulan, simbolni aima: Bonang manalu atap bani saputangan pinolang-polang. Ase anggo bani horja adat ningon sadalanan do na tolu ase tipak horja in. Sanina pangalopan riah, tondong pangalopan podah, boru pangalopan gogoh.


Bani na marsanina ningon manat do diri, anggo dong sada masalah na marsalisih pandapot urah do manrutta, ai mintor urah di tarluar: “Ai aha deba na marsigarami panggilinganni bei do”.

Bani tondong hormat, dong do hata sapari makkatahon, Naibata na niidah do anggo tondong. Rado melus suansuanan diri anggo nagoranni tondong diri, tenger pe sambubu na pinupus ni tondong do.

Bani boru ningon elek/pandei do, ai boru do basikah ni jabu diri. Ningon pandei diri mangeleksi baik mahitei sahap appa pambaen. “Asasrni hatinong-nong I babouni tapian, anggo mamasu-masu ma tondong, sai tambah ma pansarian”

Bani Simalungun halani pangkei janah luas do marpamili, Tolu Sahundulan, ikembangkon do jadi lima na isobut lima saodoran aima:
1.Suhut
2.Tondong
3.Boru
4.Tondong ni tondong
5.Anak boru mintori (boru ni boru)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, September 6, 2010 0 komentar

Hentikan sejenak aktivitasmu dan lihatlah sekeliling…..dunia kita benar-benar sakit. Di awal tahun 1986, PBB mencanangkan tahun itu sebagai ‘tahun perdamaian dunia’. Namun, di akhir tahun itu, tercatat ada lebih dari seratus peperangan.

Belum lagi lingkungan fisik yang makin parah, lapisan ozon menganga, virus-virus aneh yang mematikan seperti Lassa, Hanta, Ebola, Marburg, Machupa dan segudang nama aneh lainnya. Sementara itu, hampir seratus juta penduduk Indonesia hidup mendekati garis kemiskinan. Empat puluh juta kekurangan pangan. Di tahun 1998 saja, ada 15 juta pengangguran dan 8 juta anak putus sekolah. Demikian banyak yang kurang gizi, jumlah anak jalanan naik tiga kali lipat….sistem moneter amburadul….krisis…..dan penderitaan semakin parah.


Tak heran, istilah “depresi” jadi popular. Apa sih sebenarnya DEPRESI itu? “Perasaan yang sama sekali tak bahagia, kesepian yang mendalam, perasaan tertolak, yang mengakibatkan kita malas beraktifitas….” Para ahli mengemukakan beberapa penyebab depresi:
1.Kehilangan orang atau benda yang sangat disayang
2.Perasaan tak berdaya
3.Pandangan yang sangat jelek tentang diri sendiri
4.Pengalaman buruk (musibah/kecelakaan) yang beruntun
5.Gagal…melulu…

Anehnya, mereka yang sedang sukses juga bisa mengalami depresi. Contohnya, ada Negara adidaya yang rakyatknya sangat makmur, ternyata hampir 1/3 penduduknya rentan depresi. Para ahli pun berusaha memberikan jalan keluarnya. Kata mereka:
1.Konsultasikan masalahmu dengan orang yang mau mengerti
2.Paksa dirimu melakukan kegiatan-kegiatan yang kamu suka
3.Berpikir dan bersikaplah positif
4.Evaluasi tujuan hidup dan cita-cita yang ingin kamu capai


Repotnya, para ahli tersebut kemudian berbicara dengan suara pelan, “MUDAH-MUDAHAN ya… hal-hal ini bisa mengurangi depresimu…Sedangkan untuk lepas sama sekali…..yah rasanya susah, sih…” ASTAGA!!

“Di dalam lubuk hati manusia ada kekosongan yang tak’kan pernah dipuaskan dengan apapun juga kecuali oleh PenciptaNya”. Ungkapan semacam ini pernah dilontarkan oleh Pascal.



Itulah sebabnya, Yesus berkata, “Marilah kepadaKu semua yang letih, lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Anda bisa fokus pada tujuan-tujuan Anda, atau Anda bisa fokus pada masalah-masalah Anda. Jika Anda fokus pada masalah, Anda akan menjadi orang yang berpusat pada diri sendiri: yaitu “masalah saya, hidup saya,sakit saya”. Tapi salah satu jalan termudah untuk keluar dari rasa sakit, adalah mengalihkan fokus Anda dari diri sendiri kepada orang lain dan Tuhan.

Saya menyadari bahwa meskipun ratusan ribu orang berdoa untuk Istri saya, mungkin Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau membuatnya jadi mudah bagi dia. Karena rencana Allah bukan rencana kita, Penyakit ini telah sangat menyusahkan kami,namun Tuhan telah memperkuat karakternya, memberikannya pelayanan untuk menolong orang lain, memberikan dia sebuah kesaksian, menarik dia mendekat pada Tuhan dan orang lain. Anda harus belajar cara mengatasi hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup Anda. Sebenarnya, kadang- kadang, belajar untuk mengatasi hal yang baik bisa lebih sulit. Misalnya, tahun terakhir ini tiba-tiba saja saat buku tersebut terjual 15 juta kopi, saya menjadi sangat kaya mendadak. Hal ini juga memberikan saya ketenaran yang tidak pernah harus saya hadapi sebelumnya. 

Menurut saya, Tuhan tidak memberikan kita kekayaan dan ketenaran untuk ego kita sendiri atau supaya hidup kita menjadi enak, melainkan mesti dibagikan kembali untuk menjadi berkat buat sesama. Jadi saya mulai bertanya kepada Tuhan apa yang Dia ingin saya lakukan dengan uang, ketenaran, dan pengaruh ini. Tuhan berikan pengertian kepada saya, dan akhirnya saya membuat keputusan untuk : Pertama-tama, walaupun banyak uang yang mengalir masuk, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak membeli barang-barang mewah. Kedua, kami mendirikan organisasi yang disebut The Peace Plan untuk pelatihan pemimpin,pertolongan bagi yang miskin, pengobatan bagi yang sakit, dan pendidikan bagi generasi penerus. Ketiga, saya mengakumulasikan seluruh gaji saya selama 24 tahun terakhir dan mengembalikan semuanya. Sungguh membebaskan saat saya bisa melayani Tuhan secara gratis. Kita perlu menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya akan hidup untuk harta? Kepopuleran? Kenikmatan? Apakah saya akan digerakkan oleh tekanan? Rasa bersalah? Kepahitan? Materialisme? .. Atau apakah saya akan digerakkan oleh tujuan Tuhan (bagi hidup saya)? Saat saya bangun di pagi hari, saya duduk di tepi tempat tidur dan berkata, “Tuhan, jika saya tidak berhasil menyelesaikan apa-apa hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih baik.” Tuhan tidak menaruh saya di bumi hanya untuk memenuhi satu daftar tugas. Tuhan lebih tertarik dengan siapa diri saya daripada apa yang saya lakukan. Itulah sebabnya kita disebut “human beings” (manusia yang “ada”) dan bukan “human doings” (manusia yang “melakukan”). 

Saat-saat bahagia, memuliakan Tuhan...
Saat-saat susah, cari Tuhan...
Saat-saat tenang, sembah Tuhan...
Saat-saat gelisah, percaya Tuhan...
Setiap saat... bersyukur pada Tuhan!

Tuhan mengasihimu. Tuhan lebih tertarik untuk mengubah hidup Anda menjadi kudus daripada membuat hidup Anda bahagia.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, August 26, 2010 0 komentar

Di bawah ini adalah wawancara singkat yang luar biasa dengan Rick Warren, penulis buku “Purpose Driven Life” dari Saddleback Church di California. Ini merupakan perenungan Rick Warren ditengah istrinya yang sedang menderita kanker saat ini dan saat dimana dirinya menerima kekayaan yang luar biasa dari penjualan buku tersebut.

Di dalam wawancara oleh Paul Bradshaw dengan Rick Warren, Rick berkata: “Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan saya menjawab: Secara sederhana, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk kekekalan, dan Allah ingin kita bisa bersamaNYA di surga. Suatu saat nanti, jantung saya akan berhenti, dan itu berarti kesudahan dari tubuh saya -- tapi bukan berarti akhir dari kehidupan saya. Saya mungkin telah 60 sampai 100 tahun di bumi, tetapi saya akan menghabiskan triliunan tahun di kekekalan. Hidup masa sekarang hanyalah suatu pemanasan. - rehearsal (satu latihan sebelum pertunjukan sesungguhnya, tapi latihan tersebut dilakukan seperti pertunjukan sungguhan). Tuhan ingin agar kita mempraktekkan di bumi hal-hal yang akan kita lakukan selamanya di kekekalan.  



Kita diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan, dan sebelum Anda bisa mengerti dan menerima hal itu, hidup tidak akan masuk akal. Hidup terdiri dari serangkaian masalah: Apakah Anda sedang berada di dalam salah satunya sekarang, atau Anda baru saja keluar dari salah satu masalah,atau Anda sedang bersiap memasuki masalah yang lain. Alasan dari semuanya ini adalah bahwa Tuhan lebih tertarik dengan karakter Anda daripada kenikmatan Anda. Tuhan lebih tertarik untuk mengubah hidup Anda menjadi kudus daripada membuat hidup Anda bahagia. Kita dapat menjadi sangat bahagia di bumi ini, tapi itu bukanlah tujuan dari hidup. Tujuan hidup adalah untuk bertumbuh di dalam karakter. Tahun terakhir ini telah menjadi tahun terbaik dalam hidup saya, dan juga tahun terburuk dengan istri saya, Kay (istrinya) didapati menderita kanker. Dulu saya berpikir bahwa hidup terdiri dari gunung dan lembah - Anda melalui saat-saat gelap, kemudian mengalami saat-saat puncak, bergantian secara berulang-ulang. Saya tidak lagi percaya hal itu sekarang. Bukannya hidup terdiri dari gunung dan lembah,melainkan saya percaya bahwa hidup adalah seperti dua sisi kiri dan kanan dari sebuah jalur kereta, yang mana Anda akan mengalami hal yang baik dan buruk secara bersamaan di setiap waktu. Tidak peduli betapa baiknya hidup Anda, selalu ada hal buruk yang Anda perlu atasi. Dan tidak peduli betapa buruknya hidup Anda, selalu ada hal baik yang Anda bisa ucapkan syukur bagi Tuhan. Daniel Messah

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, August 25, 2010 0 komentar

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun dan ditutup karena berbahaya, jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekopi tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekopsekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!! Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama. GUNCANGKANLAH !!!!




“Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !” Daniel Messah

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, August 23, 2010 0 komentar

Akhirnya, setelah dua minggu menunggu, Pendeta di GKPS Denpasar datang juga. Sekarang, GKPS Denpasar sudah memiliki pengganti Vicaris sebelumnya yaitu Vic. Pdt. Rolandi Situmorang yang telah pindah kembali ke Sumatera Utara. Hari Minggu, 22 Agustus 2010 kemaren Pendeta kami yang baru, Pdt. Waldemar Saragih telah memulai pelayanannya di gereja kami. Beliau telah menyampaikan khotbah pertamanya di GKPS Denpasar.

Pada ibadah Minggu tersebut, jemaat GKPS Denpasar tampak antusias mengikuti ibadah dari awal sampai akhir. Seluruh jemaat bernyanyi dengan penuh sukacita. Mungkin karena kedatangan Pendeta baru di GKPS Denpasar kali ini, jemaat merasa penasaran dengan Pendeta baru mereka. Jemaat GKPS Denpasar memang terkenal dengan keramahan dan kedekatan jemaat dengan para Pendeta mereka maupun Vicaris yang pernah melayani di GKPS Denpasar.



Bila melihat reaksi jemaat Minggu ini, tampaknya jemaat merasa sangat senang dengan Pendeta Waldemar Saragih. Memang Pendeta Waldemar Saragih cukup terkenal di kalangan jemaat GKPS khususnya distrik VII. Jemaat merasa sukacita dengan khotbah yang disampaikan oleh beliau Minggu ini. Diselingi dengan beberapa lelucon khas Simalungun menambah rasa sukacita jemaat ketika mendengar khotbah dari beliau. Namun, sesuai dengan khotbah beliau, "Jadikanlah perbedaan itu untuk meningkatkan kebersamaan dan rasa saling mengasihi dengan sesama". 


Ya, semoga dengan datangnya Pendeta baru di GKPS Denpasar, semakin meningkatkan kualitas pelayanan seluruh jemaat di GKPS Denpasar. Terima kasih juga untuk Vicaris kami sebelumnya Rolandi Situmorang yang juga telah sukacita melayani dan memberikan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus selama di GKPS Denpasar. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Selamat datang Pendeta nami, Pdt. Waldemar Saragih!!! Selamat melayani i GKPS Denpasar!!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Seorang guru sekolah minggu menguji anak-anak kelas besar dengan ayat hafalan. “Siapa yang bias menyebutkan ayat yang sesuai dengan pembatisan?” “Siapa yang percaya & dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum,” jawab seorang anak. “Bagus. Nah, bagaimana kalau ayat untuk pengampunan?”

“Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga.” “Wah ternyata kalian pintar-pintar. Coba sekarang, sebutkan ayat yang cocok untuk perkawinan!”Ternyata kali ini tidak ada yang tahu. Namun, beberapa saat kemudian seorang anak mengangkat tangan dengan malu-malu. Ia berkata,”Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Waktu Keberangkatan / Departure Time Tanggal tepatnya tidak diumumkan. Penumpang dinasihatkan untuk siap sedia berangkat dalam waktu singkat. Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. (Kis 1:7)


Jalur Udara 
Penumpang akan diberangkatkan langsung lewat udara dinasihatkan untuk berjaga-jaga setiap hari karena ada indikasi keberangkatan mendadak. Kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama lamanya bersama sama dengan Tuhan (1Tes 4:17)
Tiket / Ticket
Tiket anda adalah jaminan tertulis yang memberi jaminan perjalanan anda. Harus diklaim dan janji2nya  dipegang teguh. Barang siapa mendengar perkataan Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai kehidupan yang kekal dan tidak turut dihukum. Sebab ia sudah pindah dari maut kedalam hidup  (Yoh 5:24)
Barang-barang Bagasi / Baggage Allowance Tidak ada satupun barang yang dapat dibawa. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa2 keluar. (1 Tim 6:7)
Akomodasi / Accomodation
Persiapan2 untuk akomodasi kelas utama telah dibuat sebelumnya. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal... Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu (Yoh 14:2)
Paspor / Passport
Mereka yang hendak masuk tidak diijinkan lewat pintu gerbang tanpa identitas yang jelas dan nama terdaftar pada Pejabat Berwenang yang berkuasa. Tetapi tidak akan masuk kedalamnya sesuatu yang najis.....tetapi hanya mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba itu Wahyu 21:27)
Pabean / Custom
Hanya satu deklarasi yang diperlukan ketika melewati kepabeaan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan (Rom 10:9)
Imigrasi / Immigration
Seluruh penumpang digolongkan sebagai imigran karena merasa akan mulai tinggal tetap di Negara baru, jumlah tidak dibatasi.Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi.. karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka (Ibrani 11:16).

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Lembaga perkawinan merupakan institusi manusia pertama yang ada di dunia. Sayangnya, hal ini tidak berarti bahwa semua orang memahami tujuan perkawinan dengan cara yang sama. Ketidaktahuan tentang tujuan pernikahan inilah yang menyebabkan manusia memiliki sikap yang seragam terhadap perkawinan. Berikut sepuluh hal menurut Alkitab yang dapat dilakukan.
Download Artikel
1. Jangan marah pada waktu yang sama (Efesus 5:1)
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran (Matius 5:5)
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang (Amsal 16:32)
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih (Yohanes13:34-35)
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu (Yesaya 1:18, Amsal 16:6)
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda (KidungAgung 3:1-2)
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam (Efesus4:26-27)
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda (KidungAgung 4:1-5,5:9-16)
9. Bersedia mengakui kesalahan (1 Yohanes 1:9)
10. Dalam pertengkaran,yang paling banyak bicara dialah yang salah (Matius5:9)
 
“Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.” ( Kolose 3:18 )
“Hai suami-suami, kasihilah istrimu dan jangan kasar terhadap dia.” ( Kolose 3:19 )
Kiriman: Daniel Messah

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Friday, August 20, 2010 0 komentar

Yang Ilahi (Allah), Manusia, dan Kosmos (semesta) merupakan tiga dimensi atau struktur dasar yang membentuk realitas. Meminjam istilah Raimundo Panikkar yang menyebut struktur ini sebagai Prinsip Kosmotheandrik. Ketiga struktur ini berhubungan secara tak terpisahkan, meskipun demikian, dimensi yang satu tak dapat direduksi kepada yang lainnya. Dengan perkataan lain, Allah adalah Allah, bukan manusia atau semesta, Manusia adalah manusia, bukan Allah dan bukan dunia, dunia adalah dunia, bukan Allah atau manusia. Ketiganya berhubungan secara dialektis, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Tak satupun dari tiga dimensi ini dapat dipahami tanpa dua dimensi yang lain.

Allah tak pernah mungkin dipahami tanpa manusia dan ciptaan. Manusia tak akan bisa dipahami tanpa Allah dan dunia, demikianpun dunia tidak akan ada tanpa Allah dan manusia. Allah, manusia, dan dunia merupakan symbol yang unik dari realitas yang sempurna. Dunia bukan hanya menampakkan kemuliaan Allah, tetapi juga dunianya manusia. Allah bukan saja Allahnya manusia, tetapi juga Allah bagi dunia. Melihat uraian di atas kita dapat mengatakan bahwa hubungan ketiga dimensi tersebut adalah hubungan yang trinitarian dan non-dualistik. Visi kosmotheandrik membutuhkan kesadaran dari manusia untuk melihat dan menerima pengalaman keberbedaan dalam kerangka kosmotheandrisme. Berdasarkan visi kosmotheandrik ini kita bisa membangun suatu wahana dialog yang dapat mempertemukan setiap tradisi religius yang berbeda dalam satu pemahaman dan sikap saling menerima realitas keberbedaan itu sendiri. Agama-agama adalah dimensi-dimensi spiritual yang berbeda-beda, tetapi pada saat yang sama merupakan satu kesatuan ontologis. Semuanya berada dalam hubungan saling menyuburkan, mendukung, dan menghidupkan sekaligus pada saat yang sama adalah satu di dalam Allah. 

Visi kosmotheandrik ini tidak mengizinkan setiap realitas yang berbeda mempertahankan perbedaan-perbedaan mereka ataupun mengusahakan kesatuan total dan abadi, tetapi sebaliknya memberikan inspirasi untuk melihat bahwa dalam visi ini realitas itu ‘bukan ini atau itu’, tetapi ‘ini maupun itu’. Artinya bahwa realitas plural tak dapat diterima sebagai kekuatan-kekuatan yang berbeda dan bertentangan dan juga tak boleh dipahami sebagai penerimaan ke dalam kesatuan yang artifisial. Hubungan tersebut harus dibangun secara unik dan baru di mana realitas itu dilihat secara tak terpisahkan, tak terbagi, dan masih dalam harmoni yang utuh. Dalam Kristianitas hubungan yang unik dan baru dibangun dalam Yesus Kristus sebagai Allah dan manusia secara utuh dan yang bekerja sama untuk kepentingan seluruh ciptaan. Di dalam Kristus ketiga dimensi, yaitu Allah, manusia, dan dunia bertemu dan mewujudkan kesatuan. Kristus menjadi dasar dari pertemuan dan kesatuan dari keberbedaan. (Sylvester KanisiusL./St. Priscilla).

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Beberapa orang peminta-minta di lampu lalu lintas (traffic light) tampak sedang “bekerja”: mohon belas kasihan dari para pengendara mobil. Dari mobil yang satu, ke mobil lain mereka berjalan. Ada pengendara yang memberi, ada juga yang tidak memberi. Saat ada yang memberi kadang ada yang bersyukur, berterima kasih. Ada juga yang berdoa semoga yang memberinya diberi rezeki yang banyak, keselamatan dalam perjalanan dll. Kalau tidak diberi ada yang menggerutu, mengumpat: ada yang dikeluarkan dalam kata-kata, ada pula yang hanya dalam hati.

Kata-kata yang dikeluarkan sangat bervariasi, tergantung karakter dan kebiasaan mereka. Mulai dari “dasar pelit, koret”, sampai kata-kata lain yang mungkin tak perlu diuraikan di sini. Para pengamen itu ada juga yang berpindah-pindah dari satu mobil ke mobil lain atau ada pula yang mengamen di dalam bis. Setiap orang berhak untuk memberi atau tak memberi, tanpa harus mendapat umpatan kalau tak memberi. 

Namun dalam peristiwa ini sebenarnya yang perlu kita perhatikan adalah apakah kita sering melakukan hal serupa bila permohonan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan: kita menjadi kecewa dan iri hati pada orang lain yang mendapatkan apa yang diinginkan? Apakah kita sering marah dan kecewa pada Tuhan, karena kita telah lama memohon pada Tuhan atau bila ternyata permintaan yang dikabulkan itu tidak sesuai dengan keinginan kita? Terkadang kita tak tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi kita sehingga memberi jalan keluar untuk menyelamatkan kita lewat “peristiwa” yang terkadang tidak kita inginkan, dan baru kita sadari - kelak - setelah semua peristiwa itu berlalu. Kadang pula kita merasa mendapat pencobaan, namun yakinlah, Tuhan tak akan mencobai melebihi kemampuan kita, karena Tuhan sangat mengasihi kita sampai mengorbankan Putra-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. 

Mungkin saat ini ada di antara kita yang sedang mengalami cobaan dan sedang bergumul, berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan kekuatan sendiri. Sebaiknya, biarkanlah Tuhan campur tangan dalam kehidupan kita, karena yakinlah Kristus mengasihi kita. Mungkin terasa pedih, pahit, namun yakinlah, Kristus akan memberikan yang terbaik, terindah, walaupun ada milik kita yang harus kita serahkan pada Tuhan. Ada baiknya kita sering saling mendoakan, agar kita selalu dikuatkan dan tabah menghadapi masalah di hadapan kita. Haleluya, syalom... (dr. Ernomo A.S./St. Marcella)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Syaloom....!!! Sekarang di blog GKPS Denpasar saudara-saudara sekalian dapat men-download lagu-lagu rohani Kristen berekstensi .mp3 di link-link berikut ini. Ada cukup banyak lagu-lagu yang akan kami upload, seperti lagu-lagu dari Nikita, Sari Simorangkir, Victor Hutabarat, dan masih banyak lagi. Klik link-link yang ada, lalu download. Selamat mendengarkan, semoga semua lagu-lagu tersebut dapat menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan memberkati.
Klik link yang ada, akan tampil list lagu-lagu yang akan di download. Klik salah satu lagu, setelah itu scroll ke bagian bawah halaman web yang tampil, cari tulisan download file untuk free user. Tunggu beberapa saat sampai file download akan muncul, lalu klik OK.
1.Radio Hits Instrument
2.Sari Simorangkir-I Believe
3.Worship Violin Instrument
4.Herlin Pirena-Instrumental
5.Nikita-Pelangi Sehabis Hujan
6.Nikita-With You
7.Victor Hutabarat-Christmas

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Saturday, August 14, 2010 0 komentar

Jika Anda merasa kesulitan untuk mengetahui apa yang perlu ditulis di buku harian, cobalah menjawab beberapa pertanyaan berikut:
• Apakah isi ayat-ayat ini?
• Bagaimana penerapannya pada diri saya?
• Bagaimana saya dapat menerapkannya hari ini?
• Adakah seseorang yang membutuhkan pesan dari ayat ini?
• Apakah kaitannya dengan hidup saya?
• Apakah harapan-harapan dan impian-impian saya?
• Apakah pengharapan-pengharapan saya kepada Tuhan? Apakah pengharapan-pengharapan itu alkitabiah?
• Adakah yang dapat saya pelajari dari tokoh Alkitab ini?

Dalam konferensi “Oasis” yang bertujuan mengajar para wanita bagaimana cara memanfaatkan waktu luangnya bersama Allah, saya menerima nasihat ini:

Tenangkan pikiran dan tubuh Anda, gunakan iman untuk menerima apa yang akan Yesus nyatakan. Bacalah perikop ini dengan perlahan dan hati-hati sampai Anda menemukan sebuah kata atau kalimat yang berkesan di pikiran atau berpengaruh di hati Anda. Renungkanlah hal itu, dan biarkan pemikiran itu masuk ke dalam hati Anda. Tanyakan kepada Tuhan segala pertanyaan yang ingin Anda ketahui dari perikop tersebut. Dengarkan dengan hati Anda apa yang dikatakan-Nya…tuliskan penglaaman itu…karanglah sebuah puisi..lukislah sebuah gambar…gubahlah sebuah mazmur pujian.

Pada salah satu konferensi Oasis itu, saya teringat akan dorongan untuk menutup jendela tanggung jawab pada kehidupan saya seperti kita menutup program windows di computer. Saat saya menenangkan diri, menekan ikon “off” dengan “mouse” kehidupan terhadap segala kegiatan saya, maka saya dapat, menangkapapa yang Allah katakana dengan baik. Saya dapat melakukannya dengan membuattulisan bebas di buku harian, atau mencatat berbagai pemikiran acak yang memasuki pikiran saya. Dari situ saya memiliki banyak catatan dengan berbagai gaya penulisan, puisi, atau ungkapan perasaan sebagai pelepasan dari hati yang sesak. Manakala saya meninggalkan hiruk-pikuk kegiatan yang ada, maka saya sangat ingin menulis catatan harian bagi-Nya.

(Dikutip dari buku “Cara Kreatif Bertemu Allah” karya Pam Farrel, hal 23- 27)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Dalam sebuah pertemuan keluarga, berlangsung hampir malam tiba dan mendekati makan malam, namun sang Tuan rumah gusar karena tidak ada pendeta yang hadir.
Lalu ia mendekati MC, katanya: “Maukah Bapak pimpin doa ucapan syukur karena tidak ada pendeta yang datang?” Lalu sang MC mengajak jemaat berdiri dan katanya:
“Saudara sekalian mari kita mengucap syukur karena tidak ada pendeta yang datang.”

Ayat yang cocok untuk perkawinan

Seorang guru sekolah minggu menguji anak-anak kelas besar dengan ayat hafalan. “Siapa yang bias menyebutkan ayat yang sesuai dengan pembatisan?” “Siapa yang percaya & dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum,” jawab seorang anak. “Bagus. Nah, bagaimana kalau ayat untuk pengampunan?” “Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga.” “Wah ternyata kalian pintar-pintar. Coba sekarang, sebutkan ayat yang cocok untuk perkawinan!” Ternyata kali ini tidak ada yang tahu. Namun, beberapa saat kemudian seorang anak mengangkat tangan dengan malu-malu. Ia berkata,”Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Siapakah pakar matematika dalam Alkitab?

Musa. Bukankah dia yang menulis kitab Bilangan?


Mengapa orang Mesir gagal dan akhirnya tenggelam ketika mereka mengejar bangsa Israel menyeberangi Laut Merah?

Soalnya mereka tidak mau membayar tol, sih.

Di Gereja tidak boleh berisik

Sebelum mengakhiri kelasnya, guru sekolah minggu
bertanya kepada murid-muridnya. “Kenapa kalo di Gereja tidak boleh berisik?” Murid: “Karena di Gereja ada yang lagi tidur.”

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, August 5, 2010 0 komentar

Puji Tuhan, pada hari Minggu, 1 Agustus 2010 yang telah lewat, di GKPS Denpasar telah berlangsung periodeisasi Syamaas. Periodeisasi kali ini berlangsung dengan demokratis karena yang menentukan Syamaas terpilih bukanlah Majelis lagi seperti sebelumnya melainkan jemaat sendiri. Oleh karena itu, periodeisasi kali ini sangat dinanti-nantikan seluruh jemaat GKPS Denpasar. Seusai kebaktian Minggu, seluruh jemaat ikut berpartisipasi mengikuti acara pemilihan Syamaas untuk periode 2010-2015 ini hingga selesai.

Para Syamaas periode sebelumnya telah meletakkan jabatan Syamaas mereka. Hal ini menandakan bahwa acara pemilihan Syamaas ini dimulai. Diawali dengan sebuah lagu pujian dari Kidung Jemaat, acara pun segera dimulai. Pemimpin jemaat atau yang dikenal dengan sebutan Vorhanger yaitu Bapak St. Jansen Purba Sidagambir pun membacakan rentetan tata acara pemilihan siang itu dan kemudian dilanjutkan dengan membacakan aturan pemilihan Syamaas itu sendiri. Seperti yang diketahui sebelumnya, Majelis jemaat GKPS Denpasar pun telah mempublikasikan prasyarat seorang Syamaas terpilih yaitu sebagai berikut.
a.Menjadi Pelayan yang dibentuk.
b.Menjadi Penuai yang berkualitas.
c.Mempunyai hati yang berkobar untuk menuai jiwa-jiwa.
d.Menjadi pelayan yang hidup dalam tujuan Ilahi seperti pelayan mula-mula.
e.Menuai jiwa dalam kebersamaan.

Setelah semua persiapan yang dilakukan telah siap, seluruh jemaat telah dibagikan secarik kertas untuk menuliskan calon Syamaas yang akan dipilih.Jumlah Syamaas yang dipilih berjumlah delapan orang dengan rincian 6 orang dari kaum bapa dan inang dan dua orang dari kaum muda-mudi. Setelah beberapa saat, seluruh kertas tadi dikumpulkan. Di hadapan Pdt. Istifanus Sipayung (Rst. Surabaya), seluruh hasil yang dikumpulkan dibacakan dan didengarkan seluruh jemaat. Hasil yang ada sungguh luar biasa, hampir seluruh jemaat terhitung sebagai calon Syamaas ^_^…. Hal ini mungkin menandakan bahwa kualitas pelayanan jemaat GKPS Denpasar memang baik ^_^…. Puji Tuhan.

Terhitung ada sekitar 20-an orang jemaat yang ikut terpilih untuk menjadi calon Syamaas. Setelah selesai menghitung seluruh suara yang ada, terpilih 5 orang berdasarkan aturan yaitu: Sdra. Benny Saragih dan Sdra. Doni Sinaga dari kaum muda-mudi, Bapak Jonrianto Purba, Bapak Enrico Purba, dan Bapak Jayansen Sipayung. Untuk itu, dipilih lagi tiga orang dari suara terbanyak dari calon tersisa. Jemaat yang kembali memilih. Hasilnya Bapak EH. Sinaga, Bapak HJ. Sipayung, dan Bapak Jadima Purba terpilih menjadi Syamaas baru.

Seluruh jemaat bersukacita untuk hasil yang diperoleh sekaligus berharap agar kualitas pelayanan seluruh jemaat semakin baik di masa yang akan datang dengan adanya periodeisasi Syamaas GKPS Denpasar tahun 2010. Pendeta Resort menutup dalam doa dan penguatan kepada Syamaas terpilih. Akhirnya, bersama para Syamaas periode sebelumnya berdiri di hadapan jemaat untuk bersalam-salaman mengucapkan selamat dan dukungan. Kiranya pelayanan kita semakin memuliakan nama Tuhan kita Yesus Kristus dan bersungguh-sungguh karena Yesus telah melakukan segalanya demi kita seperti lirik sebuah lagu berikut ini. Melayani, melayani lebih sungguh…

Suasana saat pemilihan di GKPS Denpasar























Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, August 2, 2010 0 komentar

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar kuliner...yummy....^_^
Pada postingan berikut ini akan ada resep rahasia (ssst...), membuat masakan dari bahan cumi bumbu Bali. Caranya cukup mudah dan sangat sederhana. Sudah penasaran? Okeh, okeh, okeh, sabar ya...
Mari kita hitung mundur sama-sama.....3...2...1.....Jreeeeeng...





Bahan A :
250 gr cabai merah
500 gr cumi sedang
4 buah bawang merah
2 siung bawang putih
1 tangkai serai
2 helai daun salam
- garam dan gula secukupnya
- minyak goring secukupnya.

Cara buat:
1. Iris tipis cabai merah.
2. Tumbuk halus bawang merah& bawang putih
3. Pnaskan minyak goring, tumis bumbu yang sudah
dihaluskan & cai merah, kemudian masukkan serai dan
daun salam.
4. Cumi disematkan dengan tusuk gigi, kemudian
digoreng sebentar. (goreng cumi terpisah dari bumbu).
5. Siram cumi goreng dengan tumisan bumbu.

Semua resep di atas dapat dimodifikasi sesuai selera kita, misalnya kita ingin lebih pedas, tambahkan saja cabainya. Selamat mencoba. ^_^

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, July 29, 2010 0 komentar

Why go to Church? .....Just think... If you’re spiritually alive, you’re going to love this! If you’re spiritually dead, you won’t want to read it. If you’re spiritually curious, there is still hope! Why Go To Church? A Church goer wrote a letter to the editor of a newspaper and complained that it made no sense to go to church every Sunday. “I’ve gone for 30 years now,” he wrote,“and in that time I have heard something like 3,000 sermons. But for the life of me, I can’t remember a single one of them. So, I think I’m wasting my time and the pastors are wasting theirs by giving sermons at all.” This started a real controversy in the “Letters to the Editor” column, much to the delight of the editor. It went on for weeks until someone wrote this clincher: “I’ve been married for 30 years now. In that time my wife has cooked some 32,000 meals. But, for the life of me, I cannot recall the entire menu for a single one of those meals. But I do know this.. They all nourished me and gave me the strength I needed to do my work. If my wife had not given me these meals, I would be physically dead today. Likewise, if I had not gone to church for nourishment, I would be spiritually dead today!” When you are DOWN to nothing.... God is UP to something! Faith sees the invisible, believes the incredible andreceives the impossible! Thank God for our physical AND our spiritual nourishment! Ben Budiman

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Yesus pernah berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24). Yesus berkata demikian karena Dia ingin agar pengikut-Nya menjadi pribadi yang rela menderita di dalam melaksanakan visi yang Allah berikan.

Sejak ditangkap di Getsemani, Yesus tak henti-hentinya mengalami penganiayaan fisik dan batin. Yesus digiring ke rumah Imam Besar dan diadili oleh Mahkamah Agama. Dari sana Dia digiring ke hadapan Pilatus dengan tuduhan-tuduhan palsu. (Lukas 23:1-3). Setelah itu Dia diperhadapkan kepada Herodes dan di sana Herodes beserta para prajurit Romawi mengolok-olokNya. (Lukas 23:811a). Setelah itu Dia dibawa kembali ke hadapan Pilatus dengan tuduhan palsu yang memberatkanNya. Di sana orang Farisi dan Saduki menuntut agar Dia disalibkan dengan tuduhan menyesatkan dan memberontak. Kemudian Dia disesah dan menerima hukuman cambuk, dengan mata cambuk besi. Tak hanya sampai di situ, Dia digiring seperti pemberontak besar dan diarak untuk dipermalukan sepanjang jalan dari Yerusalem sampai ke Bukit Tengkorak. Di Bukit Tengkorak kedua tangan dan kakiNya dipaku. Sesudah menyalibkan Dia, mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Semua kekejian itu tidak membuat-Nya mengutuki mereka yang telah menganiaya dan mengolok-olok-Nya, sebaliknya dengan hati penuh pengampunan Dia minta kepada Bapa untuk mengampuni dosa mereka.

Injil Lukas menceritakan kepada kita apa yang terjadi setelah orang banyak melihat ketabahan Yesus di dalam menanggung penderitaan yang sangat berat itu, “Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: Sungguh, orang ini adalah orang benar! Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.” (Lukas 23:47-48). Kerelaan Yesus untuk menderita dan ketabahan-Nya, menjadi teladan bagi kita untuk bertahan dalam berbagai-bagai penganiayaan serta pencobaan. Kerelaan seseorang untuk menderita bagi Tuhan akan terbukti ketika pencobaan datang di dalam hidupnya, apakah ia dapat menerima segala pencobaan itu ataukah ia meninggalkan Tuhan yang selama ini disembahnya. Pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang indah ketika Dia mengijinkan kita mengalamai penganiayaan dan penindasan. Kerelaan dan ketabahan kita akan menjadi kesaksian yang mnguatkan bagi mereka yang juga sedang tertindas, bahkan akan membuka mata rohani mereka yang belum percaya kepada Yesus bahwa kasih sungguh menjadi dasar iman percaya kita. Seperti Paulus, ia justru dikuatkan ketika ia mendengar ketabahan jemaat Tesalonika yang bertahan di dalam penganiayaan dan penindasan (2 Tesalonika 1:4) Penindasan dan penganiayaan adalah alat Tuhan yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang tabah, kuat dan penuh kasih.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Kita hidup di dunia iklan. Setiap hari kita dihujani dengan ratusan pesan yang membujuk kita sehingga menyta waktu, tenaga, dan perhatian kita. Tetapi apakah kita merasa pasti dengan apa yang dituju?

Katakanlah, wortel adalah tujuan yang kita gantung di depan kita. Sistem kepercayaan kita menyatakan bahwa kita tidak akan bahagia hingga kita memperolehnya. Misalnya, wortel itu adalah naik pangkat dan memperoleh uang lebih banyak. Namun, cara berpikir seperti ini sama artinya dengan selalu menunda kebagaiaan.
Tidak masalah jika kita menetapkan tujuan, tetapi ingat bahwa nilainya terletak pada proses yang akan dicapai, bukan pada hasil akhirnya.
Bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah yang saya inginkan?” Bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah yang sesungguhnya saya inginkan?” Maka selalulah lakukan hal ini hingga Anda memperoleh nilai kebenaran.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, July 20, 2010 0 komentar

Pernahkah Anda menemukan diri Anda berusaha untuk mengingat nama seseorang atau jawaban suatu pertanyaan, namun usaha Anda ternyata sia-sia?? Semakin Anda berusaha keras, semakin sulit Anda mengingatnya. Barangkali, lima menit kemudian, ketika Anda melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda, usaha Anda tersebut membuahkan hasil.
Inilah saat ketika kebahagiaan terjadi. Ubahlah pertanyaan Anda dan cara berpikir Anda di luar kebiasaan, maka kebahagiaan pun akan muncul.

Persoalannya adaah bahwa kita dilatih untuk menggunakan cara berpikir rasional dan kita merasa hal itu sebagai jalan terbaik. Para psikolog memperkirakan bahwa kita memikirkan 40.000 hal setiap hari. Tetapi kita tidak pernah berpikir untuk membuat jalan bagi kebahagiaan.
Anda perlu menyisihkan sebuah ruangan untuk kebahagiaan. Maka yang Anda perlukan adalah pikiran yang kosong dari semua hal. Jika Anda telah bermeditasi, itu merupakan langkah yang bagus. Jika belum, sangat baik jika Anda meluangkan waktu selama lima menit untuk duduk dan tidak memikirkan apa pun, maka datanglah kebahagiaan itu. ^_^. Ben Renshaw

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Gereja kerap kesulitan merekrut guru Sekolah Minggu dan pelayan anak yang benar-benar takut akan Tuhan dan mendedikasikan pelayanan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan Kristus kepada anak. Tak jarang gereja membuat semacam “promosi” untuk menarik jemaatnya, supaya terjun dalam pelayanan anak.

Dalam suatu pembekalan bagi calon guru Sekolah Minggu, pendeta mengangkat Matius 18:6 sebagai bahan khotbahnya. Selesai acara, pengurus Sekolah Minggu menyatakan kekecewaan mereka. Sebab saat mereka ingin merangkul orang-orang baru, pendeta justru “menakut-nakuti” calon guru Sekolah Minggu dengan bacaan tadi (ayat 6). Sang pendeta hanya tersenyum. Ia mengingatkan bahwa sejak dulu tuaian memang banyak, tetapi pekerja sangat sedikit. Walau demikian, untuk tuaian yang satu ini kita tidak bisa merekrut sembarang pekerja (ayat 10). Semua pekerja dalam pelayanan anak harus sadar bahwa ia mengerjakan sesuatu yang sangat berharga. Karena itu konsekuensinya juga berat. Lebih baik sebuah batu giling diikatkan ke lehernya, dan ia ditenggelamkan ke laut apabila seorang anak kecil disesatkan oleh pengajarannya. Apalagi malah membuat anak berbuat dosa (ayat 7). Menjadi pelayan anak tidak sekadar “yang penting mau”.

Menjadi orang yang terlibat dalam pelayanan Sekolah Minggu perlu keseriusan, tidak sekadar asal. Karena itu, apabila kita memiliki hati yang terbeban untuk melayani anak serta mengerti betapa berharganya kepercayaan yang Tuhan berikan, Tuhan pasti akan menolong dan memampukan kita dalam menjalani pelayanan tersebut.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, July 7, 2010 0 komentar

Subscribe here

Tentang Kami

My photo
Denpasar, Bali, Indonesia
WELLCOME to Gereja Kristen Protestan Simalungun Bali... Di sini tempat kita memuji Tuhan Yesus Kristus, tempat kita belajar Firman Tuhan... Let's praise Jesus Christ..!!Haleluya...

Pengurus Gereja

Pendeta
Pdt. Melena br. Turnip

Pimpinan Majelis

Vorhanger : St. Jansen Purba Sidagambir
Wapeng : St. Rajalim Saragih Simarmata
Sekretaris : Sy. Johny Damanik
Bendahara : St. W. Saragih Simarmata

Anggota Majelis
St. Rajalim Saragih
St. H. F. Sinaga
Sy. HJ. Sipayung
Sy. Enrico Purba
Sy. Doni F. Sinaga
Sy. Jayansen Sipayung
Sy. E. H. Sinaga
Sy. Jadima Purba Sidagambir
Sy. Benny Saragih
Sy. Jonrianto Purba

Seksi-seksi/Koordinator
Bapa: Sy. Jayansen Sipayung
Wanita: Ny. M. Lisbeth Br. Saragih
Pemuda: Sy. Donny Sinaga
SM: Ny. Evi K. Br. Girsang

Pembimbing
Bapa: St. H. F. Sinaga
Wanita: St. W. Saragih Simarmata
Pemuda: Sy. Jadima Purba Sidagambir
SM: Sy. Jonrianto Purba

Translate

GKPS Denpasar's Moments

Pensi Pgkps Denpasar

Ianan, Lokasi


View Tanjung Benoa in a larger map