Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2009. Kembali toko-toko, gedung-gedung, dan hotel-hotel diwarnai dengan berbagai hiasan natal, indah sekali. Kantor pos ramai dikunjungi orang yang ingin mengirim kartu ucapan “ Selamat Natal” Gereja-gereja, persekutuan doa dan yayasan-yayasan Kristen mulai sibuk mengadakan persiapan untuk merayakan hari besar ini. Dirumah-rumah orang Kristen sibuk menyiapkan natal bagi keluarganya dengan sebaik-baiknya. Tanpa sadar sikap tersebut mengesankan natal adalah sebuah pesta duniawi yang serba wah, serba hura-hura, sampai lupa pada makna natal itu sendiri, ini bertentangan dengan sikap orang majus, mereka menyambut natal dengan cara datang dan menyembah Dia. Allah dapat memakai apa saja dan semua cara untuk mewujudkan kehendakNya.

Salah satunya Tuhan memakai bintang yang telah menjadi penuntun bagi orang majus.Pernahkah saudara, kenapa bintang cuma ada kalau malam? Sebab bintang baru bisa memancarkan sinarnya ditengah kegelapan malam.
Kalau tidak ada bintang di langit yang gelap, maka malam itu tidak akan indah. Sebaliknya kalau malam yang gelap, banyak bertabur bintang-bintang yang gemerlap, malam itu akan menjadi indah. Demikian juga dengan hidup kita, jika hidup kita memancarkan sinar terang ditengah kegelapan, yaitu sinar kemuliaan Kristus, maka hidup kita akan jadi lebih indah. Setiap orang ingin menjadi bintang. Banyak orang yang memakai berbagai cara untuk menjadi bintang misalnya bintang film, bintang lapangan, bintang TV, bintang radio, dan lain lain. Sepertinya bintang ini penting sekali dalam kehidupan seseorang. Mereka berpikir kalau mereka menjadi bintang, mereka akan disukai oleh banyak orang, mereka akan diterima oleh banyak orang, mereka bisa mendapat segala-galanya. Sebenarnya itu semua semu, tidak ada bintang film, bintang lapangan yang kekal ada masanya mereka harus digantikan oleh orang lain, oleh generasi yang lebih muda. Jadi apa yang mereka kejar sifatnya sementara dan akhirnya menjadi sia-sia. Semua usaha kita untuk menjadi bintang akan sia-sia diluar Tuhan Yesus. Cuma karena anug’rahNya kita bisa menjadi bintang yang bercahaya ditengah kegelapan, bintang yang memancarkan terang kasih Tuhan. Bagaimana kita bisa menjadi bintang yang memancarkan terang kasih Tuhan ? Bukan dengan kekuatan kita sendiri tapi oleh karena anug’rahNya. AnugrahNya cukup bagi kita bahkan berlimpah.
Kita dipanggil bukan karena kelebihan kita
Kita dipanggil bukan karena kekayaan kita
Kita dipanggil bukan karena kebaikan kita
Kalau Tuhan pilih yang terbaik mungkin kita tidak ada yang terpilih, banyak orang yang lebih baik dari kita, tapi kita dipanggil oleh karena anug’rahNya.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, October 21, 2009

0 komentar

Subscribe here

Tentang Kami

My photo
Denpasar, Bali, Indonesia
WELLCOME to Gereja Kristen Protestan Simalungun Bali... Di sini tempat kita memuji Tuhan Yesus Kristus, tempat kita belajar Firman Tuhan... Let's praise Jesus Christ..!!Haleluya...

Pengurus Gereja

Pendeta
Pdt. Melena br. Turnip

Pimpinan Majelis

Vorhanger : St. Jansen Purba Sidagambir
Wapeng : St. Rajalim Saragih Simarmata
Sekretaris : Sy. Johny Damanik
Bendahara : St. W. Saragih Simarmata

Anggota Majelis
St. Rajalim Saragih
St. H. F. Sinaga
Sy. HJ. Sipayung
Sy. Enrico Purba
Sy. Doni F. Sinaga
Sy. Jayansen Sipayung
Sy. E. H. Sinaga
Sy. Jadima Purba Sidagambir
Sy. Benny Saragih
Sy. Jonrianto Purba

Seksi-seksi/Koordinator
Bapa: Sy. Jayansen Sipayung
Wanita: Ny. M. Lisbeth Br. Saragih
Pemuda: Sy. Donny Sinaga
SM: Ny. Evi K. Br. Girsang

Pembimbing
Bapa: St. H. F. Sinaga
Wanita: St. W. Saragih Simarmata
Pemuda: Sy. Jadima Purba Sidagambir
SM: Sy. Jonrianto Purba

Translate

GKPS Denpasar's Moments

Pensi Pgkps Denpasar

Ianan, Lokasi


View Tanjung Benoa in a larger map