Tersebutlah seorang pemuda yg mempunyai kebiasaan berjalan menelusuri pantai setiap kali ia berjalan pulang. Dan setiap kali dia melewati jalan itu, dia selalu melewati seorang tua yg sedang berdiri dipantai itu, dengan kedua lengannya terbuka lebar dan sedang berdoa syafaat.

Tergerak oleh kesetiaan dan semangat orang tua ini dalam berdoa, sang pemudapun bertanya, “Pak, maukah Anda mengajariku cara berdoa seperti anda?”
Orang tua itu menarik pemuda dengan memegang bajunya, menyeret pemuda itu ke air, dan mencelupkan kepalanya ke dalam air. Dia menahan kepala pemuda itu dalam air sampai dia mulai kehabisan nafas, lalu menarik kembali kepalanya dari dalam air. Hal itu dilakukan berkali - kali. Pemuda itu terengah - engah dan memenuhi paru - parunya dengan udara, tepat pada saat orang tua itu kembali mendorong kembali kepalanya.

Setelah sekian kali orang tua itu melakukan hal yg sama itu, pemuda itupun mulai memberontak. Dan akhirnya orang tua itu melepaskannya. Karena kaget, pemuda itu berteriak marah, “Mengapa Anda melakukan itu? Yang kuminta hanyalah agar Anda mengajariku berdoa!” Orang tua itu menatap pemuda itu dan mengatakan, “Nak, sebelum engkau menginginkan Tuhan seperti engkau menginginkan udara, maka aku tidak dapat mengajarimu berdoa. ”Kebutuhan kita yg utama adalah merindukan Tuhan, lebih dari segala sesuatu di dunia ini. Dan inilah yang mendorong kita untuk berdoa.

Daniel Messah

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, June 21, 2010 0 komentar

Tahun 2010 adalah tahun bagi kita untuk berkembang dan mengalami peningkatan. Pertaannya sekarang apakah kita sudah mengalaminya? Atau kita merasa semua berjalan lambat dan merasa tidak mengalami kemajuan. Apabila Dia ada di dalam kita, dan kita di dalam Dia, maka tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan untuk dikerjakannya lewat hidup kita.

Ada tiga hal yang menjadi perenungan kita:

1.Bekerja dalam kebenaran Kerajaan Allah
Kita adalah pewaris kerajaan Allah. Dalam Kejadian 1:28, Tuhan telah menetapkan tujuanNya yang mulia sejak Dia menciptakan kita. Namun seringkali kita hanya mengejar tujuan pribadi kita sendiri, daripada menggenapi rencanaNya dalam hidup kita. Begitu besarnya rencana Tuhan atas setiap kita, sehingga seringkali membuat kita tidak percaya dan merasa tidak sanggup berjalan di dalamnya.

Markus 12:30-31; “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini. ”

Ayat di atas adalah perintah agung Tuhan Yesus kepada kita. Apabila kita mempraktekkan ayat tersebut ke dalam dunia pekerjaan kita, maka kita akan memiliki nilai-nilai Kerajaan dalam dunia kerja kita. Salah satu hal yang penting adalah bekerja dengan kasih Allah. Artinya, kita membawa sifat Allah dalam pekerjaan kita, mengasihi Tuhan, mengasihi keluarga, mengasihi pemimpin kita, mengasihi saudara-saudara kita supaya kasih Allah yang besar itu bisa dirasakan. Apabila hal tersebut kita lakukan, bersiaplah bahwa kita akan mengalami peningkatan dalam segala hal, khususnya jiwa-jiwa. Hidup kita didesain untuk menjadi berkat, sukses bukanlah untuk dinikmati sendiri. Tetapi untuk memperhatikan orang-orang yang ada di bawah kita, supaya mereka mengalami hidup yang sejahtera. Ekspansi bukan saja berbicara soal jasmani tetapi secara rohani.

2.Tujuan dan tanggung jawab
Untuk mencapai tujuan yang Tuhan tetapkan bagi kita, kita tidak bisa lari dari tanggung jawab (Filipi 3:10-14). Paulus menegaskan bahwa untuk mencapai tujuan, ia harus mengejarnya. Sebab di depan kita sudah tersedia pintu-pintu dan kunci untuk membuka dan mendapatkan berkat dan rencana Tuhan yang mulia. Dia telah menyediakan bagi kita penghargaan yang luar biasa. Namun tetaplah bekerja dengan penuh tanggung jawab, sebab Tuhan pasti akan meminta pertanggungjawaban dari kita.

3. Tentang akhir hidup kita
Orang yang baik akan mewariskan hal-hal yang baik bagi generasinya (Amsal 13:22). Seharusnya kita melayani generasi ini supaya mereka hidup dalam berkat Tuhan. Hal-hal apakah yang akan kita tinggalkan di akhir hidup kita? Jangan kita hanya mengejar sukses, jadilah mentor bagi orang-orang di sekitar kita dan taburkanlah apa yang baik. Maka Tuhan sendiri yang akan membuat kita mengalami berkat tanpa batas.

Tuhan melihat akan respon kita atas setiap keadaan. Apakah kita merespon negatif atau positif. Dalam doa dan ucapan syukurlah terletak kekuatan yang dapat membuat hal mustahil menjadi mungkin. Marilah kita mulai mengucap syukur dan mulai bereaksi positif agar Tuhan dapat mempercayakan peningkatan-peningkatan dalam hidup kita. Amin. (Pdt. Lyson Suwongto)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, June 14, 2010 0 komentar

Melanjutkan rasa sukacita kategorial Sekolah Minggu GKSP Denpasar pada perayaan Pesta Sekolah Minggu yang telah lewat, Anak Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu GKPS Denpasar mengadakan kegiatan berupa aksi sosial yang diberi nama “Berbagi Kasih” ke TK. Samaritania yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap sesama kita yang membutuhkan perhatian lebih.

Pada hari Sabtu, 5 Juni 2010 beberapa Anak Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu sepakat untuk berangkat menuju lokasi. Hanya dalam hitungan menit setelah memasuki daerah yang akan dituju, indra penciuman kami telah mencium aroma yang tak sedap. Ya, hal ini wajar karena memang berada di lingkungan tempat pembuangan akhir sampah. Walaupun begitu menyiksa, hal itu tak menyurutkan niat kami untuk membantu sesama. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 kilometer, akhirnya kami sampai di tempat yang dimaksud, TK. Samaritania.

Kami disambut dengan sangat ramah. Kami menurunkan dan mengangkat barang-barang bawaan yang akan disumbangkan dibantu oleh beberapa pengurus di tempat itu. Pada saat itu, kami memang sedikit agak terlambat, sehingga kami harus cepat mempersiapkan segala sesuatu untuk acara. Keceriaan siang itu seakan membuat kami lupa bahwa sebenarnya tubuh kami ini sudah lelah. Kami justru bertambah semangat melihat wajah-wajah anak-anak yang hadir siang itu, kira-kira berjumlah 40 orang termasuk beberapa Anak Sekolah Minggu GKPS Denpasar. Mereka semua berbaur dan saling bercerita satu sama lain dengan gembira. Anak-anak di tempat ini adalah anak-anak yang kurang mampu maupun telah ditinggal ayah atau ibunya. Walau demikian, tetap terpancar kebahagiaan di wajah mereka.

Acara yang dilangsungkan cukup singkat. Kami mengajarkan beberapa lagu Sekolah Minggu dengan gerakan atau tanpa gerakan. Semua anak mengikuti dengan seksama. Sesekali kami tertawa bersama ketika ada beberapa anak yang salah dalam melakukan gerakan. Kemudian kami berkenalan satu sama lain untuk agar menambah keakraban. Setelah itu, Kak Besta Marpaung membawakan cerita motivasi bagi anak-anak dalam bentuk video yang ditampilkan menggunakan LCD proyektor. Semua anak begitu serius menonton video yang menampilkan seorang anak perempuan yang tak mempunyai tangan sejak lahir namun dapat melakukan berbagai hal seperti melukis, menulis, memasak, bahkan membawa kendaraan mobil. Anak-anak belajar bahwa mereka harus memiliki cita-cita setinggi langit. Untuk itu, mereka tidak boleh putus asa dalam usaha untuk meraihnya. Tetap bersemangat seperti perempuan yang tadi ditampilkan di video tersebut. Setelah menonton bersama, kami kembali diajak bergerak lagi untuk beberapa permainan yang dibawakan Kakak Desy br. Purba. Seluruh anak-anak bergembira dan bersemangat karena pemenangnya akan memperoleh hadiah.

Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan oleh kategorial Sekolah Minggu GKPS Denpasar kepada pihak TK. Samaritania. “Semoga berkat Tuhan tetap mengalir bagi kita semua dann terima kasih untuk pelayanan Sekolah Minggu GKPS Denpasar hari ini, sungguh luar biasa…”, ujar ketua TK. Samaritania pada saat itu. Doa menutup pertemuan yang penuh makna hari itu. Mari kita belajar untuk dapat selalu peduli terhadap sesama dan juga bersyukur atas pemberian Tuhan bagi kita saat ini. Kami semua pulang dengan penuh sukacita.

Kakak2 dan abang2 GSM beserta ASM


Kak Desy dan Bang Eben memimpin games


Anak-anak TK Samaritania Serius nih ye mendengarkan...^^


Ayo, ngapain tuh???hahah..bermain games bersama..


Ini dia calon penerima hadiah games...ayo2 semangat...!


Penyerahan simbolis bantuan kepada ibu ketua yayasan oleh ketua GSM kak Evi br. Girsang

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, June 10, 2010 0 komentar

Suasana ceria dan penuh sukacita menghiasi wajah Anak Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu GKPS Denpasar pada hari itu. Bagaimana tidak? Hari Minggu 23 Mei 2010 yang lalu, semua Anak Sekolah Minggu beserta Guru Sekolah Minggu yang kompak mengenakan baju seragam berwarna biru merayakan Pesta Sekolah Minggu GKPS yang ke-42 sekaligus hari Turunnya Roh Kudus atau Pentakosta di GKPS Denpasar. Semua Anak Sekolah Minggu duduk rapi dan tertib di barisan depan gedung gereja.

Acara diawali dengan prosesi ibadah. Prosesi diikuti pula oleh beberapa Anak Sekolah Minggu yang membawa benda pot bunga sebagai simbol lingkungan hidup sesuai dengan tahun GKPS se-Indonesia 2010. Diiringi alunan musik yang lembut, semua jemaat bersama-sama menyanyikan lagu “Roh Kudus Kau Hadir di Sini”.

Tiba pada acara khusus, beberapa Anak Sekolah Minggu maju ke depan untuk membawakan puji-pujian Pantekosta yang langsung dilanjutkan dengan puisi dari seorang Anak Sekolah Minggu. Pada saat pembacaan puisi tersebut, terlihat beberapa Anak Sekolah Minggu yang membawa streofoam bertuliskan jenis-jenis buah Roh. Kemudian seluruh Anak Sekolah Minggu menampilkan persembahan vocal group dengan lagu “Thank You Jesus”. Adapun yang bertugas sebagai pengkhotbah pagi itu adalah kakak Nima Saragih. Khotbah yang dibawakan mengenai hari Pentakosta yang kemudian dikaitkan dengan buah-buah Roh sehingga Anak Sekolah Minggu begitu tertarik dan cukup berpartisipasi aktif dalam menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan pengkhotbah bahkan mendengarkan dengan serius Firman Tuhan. Seluruh Anak Sekolah Minggu mulai dari kelas kecil, kelas sedang, maupun kelas besar turut mengambil bagian dalam tugas pelayanan pada Minggu pagi itu.

Pada acara hiburan, seluruh jemaat terlebih dahulu diajak bernyanyi bersama lagu Sekolah Minggu yang memiliki gerakan. Dipimpin oleh guru-guru Sekolah Minggu, seluruh jemaat tampak antusias mengikuti gerakan-gerakan lucu yang diperagakan. Acara hiburan diisi pula koor dari kategorial bapa, inang, dan vocal group pemuda/i. Tiap-tiap kategorial tampaknya tak mau kalah dengan semangat Anak Sekolah Minggu yang terus menyala sejak pagi hingga siang. Seperti biasanya, diadakan pula lelang beberapa barang atau makanan yang disiapkan kategorial Sekolah Minggu. Puji Tuhan, target lelang yang diharapkan dapat tercapai. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan baik dari awal hingga selesai.

Terima kasih untuk seluruh anggota jemaat yang telah mendukung dan menunjukkan semangat persatuan yang indah sebagai suatu keluarga GKPS Denpasar. Kiranya berkat Tuhan senantiasa mengalir bagi kita semua sehingga kita dapat menjadi saluran berkat bagi kegiatan-kegiatan pelayanan kategorial Sekolah Minggu berikutnya. Thank You Jesus….God bless us!!!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Waktu yang terus mengalir tanpa terasa telah membawa kita sampai di pertengahan tahun 2010. Tidak terasa juga usia jemaat GKPS Denpasar akan menyentuh angka 10 tahun. Bayangkanlah seorang anak manusia yang masih berusia 10 tahun, masih selalu ingin bermain dan perlu bimbingan dari yang lebih dewasa. Ya, jemaat GKPS Denpasar ibarat seorang anak yang masih mulai mencari identitas dirinya dan mengenali kondisi dirinya.

Menjelang ulang tahunnya ini, seluruh jemaat GKPS Denpasar sudah merencanakan segala persiapan perayaan jauh hari sekitar 4 bulan lalu. Pada perayaan pesta ulang tahun kali ini direncanakan lebih banyak puji-pujian lagu yang membangkitkan semangat oleh panitia. Semuanya telah dikonsep dengan baik dan rapi selama kurang lebih satu bulan. Berbagai hal juga telah dilaksanakan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna.

Kurang lebih dua bulan menjelang perayaan hari ulang tahun GKPS Denpasar yaitu pada tanggal 10 Juli 2010, seluruh anggota jemaat di GKPS Denpasar tampak mulai sibuk dengan segala persiapan untuk menyambut hari itu. Oleh karena direncanakan mengundang sekitar 500 orang baik dari luar Bali maupun wilayah Bali, maka panitia harus mempersiapkan dengan matang seluruh detail acara yang akan dilaksanakan nantinya agar menjadi menarik dan meriah. Banyak sekali hal yang tentu harus dipikirkan, tetapi semangat saja tampaknya belum cukup. Semuanya membutuhkan pengorbanan baik waktu, materi, dan pemikiran.

Pembagian tugas pun telah dilaksanakan. Setiap kategorial mulai dari kaum bapa, kaum inang, pemuda, dan anak-anak sekolah minggu memiliki tugas masing-masing karena sebenarnya seluruh anggota panitia adalah jemaat GKPS Denpasar. Setiap sie yang ada pada struktur panitia yang terbentuk tampak mulai sibuk dengan tugas masing-masing. Ada yang bertugas memilih kegiatan-kegiatan pada saat hiburan, menggalang dana lewat bazzar, dan menyiapkan detail acara. Semua panitia saling memberi masukan atau ide-ide yang dapat membantu. Ada yang letih atau lelah, tetapi semua tetap bersemangat tanpa kenal lelah. Hal ini tampak dari raut wajah seluruh jemaat ketika melakukan segala sesuatu. Luar biasa.

Sie yang terlihat paling sibuk adalah sie acara, sie hiburan, dan sie dana. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ketiga sie tersebut memengang peranan penting untuk menentukan suksesnya perayaan ini. Rapat yang dilakukan kini mulai fokus membicarakan kesiapan acara dan masalah dana. Masalah acara dan dana memang telah menjadi hal terpenting saat ini mengingat waktu pelaksanaan yang sudah sangat dekat. Semua panitia bersama memeras otak untuk mencari jalan keluar memenuhi kebutuhan dana yang cukup besar. “Tuhan pasti membuka jalan keluar bagi setiap permasalahan kita,” ujar salah seorang jemaat memberi semangat. Semangat tak pernah padam.

Seluruh kegiatan untuk persiapan perayaan ulang tahun ini dilakukan seluruh jemaat tanpa kenal lelah. Setiap kegiatan yang berkaitan dengan perayaan pesta ini dilakukan dengan penuh sukacita karena semua tahu bahwa segala jerih payah yang telah dilakukan pasti tidak akan sia-sia. Semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Hari demi hari dilalui jemaat GKPS Denpasar dengan penuh semangat dalam berbagai hal. Meskipun terkadang rencana tidak semulus yang dibayangkan sehingga menimbulkan kekecewaan dan kesedihan. Namun, itulah hal yang harus dilalui oleh setiap orang. Itu harus tetap disyukuri bersama karena membuat tali persaudaraan di GKPS Denpasar semakin kuat. Baik panas maupun hujan dilalui bersama-sama untuk tujuan yang sama.

Persiapan perayaan pesta ulang tahun GKPS Denpasar yang ke-10 masih berlangsung sampai detik ini. Seluruh panitia perayaan ulang tahun GKPS Denpasar dan jemaat GKPS Denpasar mengharap doa dan dukungan kita semua untuk kesuksesan acara ulang tahun ini. Apa yang telah dikerjakan sampai saat ini akan sia-sia tanpa adanya doa kita bersama (Yakobus 4:2b). Mari kita sukseskan bersama acara ulang tahun ini untuk kemuliaan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Halleluya!!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, June 7, 2010 0 komentar

Yesus memerintahkan kita agar memiliki hidup yang sempurna, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Pertanyaannya, mungkinkah kita bisa menjadi sempurna? Mungkinkah kita hidup tanpa dosa? Kita kerap berpikir bahwa perintah Yesus itu sungguh tidak masuk akal. Padahal di sisi lain kita tahu bahwa Yesus tidak mungkin memberikan perintah kepada kita jika tahu bahwa kita tidak mungkin mampu melakukannya. Jadi, ketika Yesus memberikan perintah tersebut, Dia tahu persis bahwa kita bisa melakukannya. Jika kita masih berpikir tidak mungkin, barangkali cerita di bawah ini menyadarkan kita bahwa kita semua bisa hidup sempurna.

Seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, mungkinkah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa dosa?” Sang ayah menjawab, “Tidak mungkin, Nak.” “Kalau hidup setahun tanpa dosa?” “Itu tidak mungkin, Nak.” “Kalau sehari saja tanpa dosa?” Sang ayah mengerenyitkan dahinya sambil berkata, “Kelihatannya bisa, tapi kadang-kadang tidak, Nak” “Kalau semenit tanpa dosa?” Sang ayah tertawa dan menjawab dengan mantap, “Kalau itu sangat bisa, Nak.” Si gadis tersenyum lega dan berkata, “Kalau begitu aku akan memperhatikan hidupku menit ke menit supaya aku tidak berbuat dosa.”

Kalau kita mau memperhatikan hidup kita secara seksama dari menit ke menit, bahkan berpikir seolah-olah ini menit terakhir dalam hidup kita, bisa dipastikan kita tidak akan berbuat dosa. Karena itu, menjadi sempurna seperti perintah Yesus adalah hal yang sangat mungkin. Itu semua kembali tergantung pada diri kita, dan bagaimana kita mewaspadai hidup kita dari celah dosa sekecil apa pun. Selama kita berjaga-jaga dan bertindak hati-hati seperti apa kata Firman Tuhan, maka kita Firman Tuhan akan menuntun kita kepada kesempurnaan. Berjaga-jagalah atas hidup kita dari menit demi menit, itulah yang akan menuntun kita kepada kesempurnaan.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Tatkala luka-luka hatiku membutuhkan kesembuhan,
Dan patah hatiku memerlukan pemulihan,
Dengan lemah lembut Yesus menjumpaiku,
Mengangkat kesalahanku, melenyapkan rasa takutku,
Memulihkan hidupku, dan membarui hatiku.....

Sungguh hanya dekat Allah, kita merasa tenang. Sebab di sanalah letak kekuatan kita. Itu sebabnya, waktu pada saat kita mendekat padaNya, kita tidak hanya sedang mencari tanganNya namun wajahNya, tidak sekedar mencari berkatNya namun membawa hati kita menjadi hambaNya yang setia dan taat kepadaNya. Dengan iman kita percaya bahwa anugerahNya semakin hari akan semakin bertambah dalam hidup kita sebab ia telah menunjukkan anugerah terbesarnya kepada kita. Sejak kita masih terhilang dan ketika Ia mendapatkan kita, Ia menggendong kita dengan sukacita.

Demikian berharganya hidup kita di mataNya sehingga Ia melakukan pertukaran terbesar dalam sejarah hidup manusia dengan memilih naik ke atas kayu salib gantikan kita. Ia memilih untuk menanggung segala derita demi kita lalu memberikan hidupNya bagi setiap kita. Hidup kita telah dibeli dengan harga yang sangat mahal dan harganya telah lunas dibayar. Itu sebabnya hidup yang kita hidupi saat ini, bukan milik kita lagi. Marilah kita bawa hidup ini sebagai persembahan yang hidup, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Saudaraku, Tuhan mengenal kita lebih dari siapapun dalam hidup ini, bahkan lebih daripada kita mengenal diri kita sendiri. Itu sebabnya dari sejak semula sebelum segala sesuatunya ada. Hidup kita bahkan telah ada di dalam tanganNya dan dengan karyaNya, Ia menjadikan segalanya begitu sempurna.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, May 30, 2010 0 komentar

Hubungan seorang anak dan orangtuanya dimulai saat anak tersebut masih kecil, bahkan ketika anak tersebut masih di dalam kandungan. Sejak kita menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi Rata Penuhkita, hubungan pribadi kita dengan-Nya melalui waktu teduh merupakan sesuatu yang alami dan sangat kita butuhkan. Apakah waktu teduh harus dilakukan pada pagi hari? Tuhan Yesus sendiri tidak pernah mengatakan bahwa waktu teduh harus dilakukan pada pagi hari walaupun Dia melakukannya pada pagi hari (Markus 1:35). Yang lebih penting adalah bagaimana kita memiliki dan mengkhususkan waktu tertentu untuk mengadakan waktu teduh.


1.Sediakan waktu yang teratur setiap hari. Sebaiknya pada pagi hari sebelum kita memulai kegiatan hari itu. Mulailah dengan 15 menit. Sesudah kebiasaan itu tertanam, sediakanlah waktu yang lebih lama.
2.Carilah tempat yang tenang, hindari suara-suara yang dapat mengganggu, misalnya suara radio, tape recorder, dan lain-lain.
3.Tenangkan hati dan harapkan kehadiran Tuhan. Tujuan waktu teduh adalah untuk memenuhi kebutuhan kita akan Tuhan, mengisi “tangki” rohani kita se-belum perjalanan pada hari itu dimulai.
4.Bacalah Alkitab dengan mengikuti buku penuntun seperti Renungan Harian, Santapan Harian, Saat Teduh, yang dapat Anda peroleh di toko-toko buku kristiani. Atau renungkanlah satu bagian dari Alkitab selama satu minggu, misalnya Matius 5-7, Yohanes 15, 17, dan lain-lain.
5.Tanyakan kepada diri kita pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
•Adakah firman Tuhan hari ini berbicara tentang sifat-sifat Allah, hubungan kita dengan-Nya, atau hubungan kita dengan sesama?
•Apakah hal-hal praktis yang harus saya ingat dan taati sepanjang hari ini dan hari-hari selanjutnya?
•Adakah sifat-sifat buruk dan dosa yang harus kita buang?
•Apakah bagian Alkitab ini memberikan suatu teladan kepada kita untuk menghadapi kehidupan?
•Apakah bagian Alkitab ini memberi peringatan atau larangan tertentu kepada kita?
•Tindakan-tindakan konkret apa yang harus kita lakukan?
6.Tulis dalam buku khusus apa yang Tuhan ajarkan setiap hari. Catatan khusus ini membantu kita untuk mengingat kembali dan meneguhkan apa yang telah kita dapat pada waktu teduh. Catatan ini juga membantu kita saat mengevaluasi diri.
7.Doakan apa yang telah kita dapatkan melalui waktu teduh hari itu, juga bawa dalam doa segala tindakan konkret yang akan kita lakukan hari itu dan serah-kanlah diri kita pada pimpinan Tuhan.
8.Biasakan untuk mengevaluasi setiap hari (sebelum tidur atau keesokan harinya) apa yang Tuhan lakukan dalam diri kita. Evaluasi akan membantu kita melihat sejauh mana kita telah melakukan perintah-Nya, dan menyerahkan segala kelemahan kita kepada-Nya.

Saran bacaan lebih lanjut:
-Bagaimana Bersaat Teduh (Warren & Ruth Myers), diterbitkan oleh Kalam Hidup.

(Dikutip dari buku “Aku Mau Bertumbuh” karya Panitia KATA Yogyakarta, hal 36-40)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, April 14, 2010 1 komentar

Prinsip pengaturan waktu sebenarnya sederhana dan mudah dimengerti. Namun, kenyataannya ada banyak kesulitan yang berhubungan dengan waktu teduh disebabkan oleh masalah pengaturan waktu! Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Bila Anda tidak berjumpa dengan Allah di pagi hari, maka Dia tidak akan menyertai Anda sepanjang hari itu”? Lalu, apakah Anda merasa bersalah? Itulah yang dirasakan oleh kebanyakan orang.

Atau, pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Saya telah berdoa selama dua jam pagi ini; sungguh luar biasa!” Namun lagi-lagi kita diliputi perasaan sedih dan bersalah, karena kita tahu kehidupan doa kita belumlah memadai.
Rasa bersalah dapat muncul karena banyak sebab. Sebagian mungkin karena alasan yang jelas, tetapi sebagian lagi mungkin karena kesalahpahaman mengenai waktu yang digunakan untuk bersekutu dengan-Nya. Renungkan sejenak dan ingatlah bahwa yang menjadi dasar persekutuan Anda dengan Tuhan adalah waktu bagi Allah—bagi hubungan Anda dengan-Nya. Waktu teduh adalah saat untuk mengenal dan mengasihi Dia sebagai pribadi—sebagai sahabat—secara lebih baik. Dia adalah pribadi yang mampu berpikir, membuat pilihan, dan merasakan—sebagaimana Dia juga menciptakan kita demikian. Kita dapat mengasihi-Nya, meskipun kita tidak dapat melihat-Nya.
Waktu teduh adalah waktu yang dipersembahkan bagi seseorang. Kita tidak akan pernah dapat menjalin persahabatan dengan seseorang hanya dengan berbincang-bincang dengannya di pagi hari. Tentu saja tidak benar bahwa Tuhan tidak akan menyertai kita jika kita tidak bersekutu dengan-Nya pada pagi hari. Ini adalah pandangan yang sangat sempit tentang Allah. Suatu hubungan tidak bergantung semata-mata pada banyaknya waktu yang diberikan untuk seseorang. Kualitas waktu sangat penting. Jadi, bila jumlah waktu itu penting, maka terlebih lagi kita harus mengevaluasi penggunaan waktu kita tiap-tiap hari.
Jangan gunakan pengalaman orang lain sebagai ukuran bagi kita. Memang Anda dapat belajar dari pengalaman orang lain, tetapi yang lebih berarti adalah hubungan Anda secara pribadi dengan-Nya.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, March 31, 2010 0 komentar

Hampir semua agama di dunia memiliki tempat suci, baik umat Yahudi, Kristen, Islam, Hindu, ataupun agama yang lainnya. Tembok Ratapan (Tembok Barat) yang terletak di Yerusalem, yang juga dikenal sebagai Dinding Ratapan, adalah bangunan paling suci bagi umat Yahudi si seluruh dunia. Tembok ini dipuja sebagai peninggalan terakhir dari Bait Allah yang terakhir dibangun.

Tembok Barat yang ada saat ini adalah bagian dari tembok yang tersisa yang dibangun oleh Herodes di sekeliling Bait Allah yang kedua, dan dibangun pada tahun 20 SM.
Titus pada tahun 70 M menyelamatkan bagian tembok ini beserta dengan batu-batu besarnya untuk menunjukkan pada generasi mendatang kebesaran tentara Romawi. Mereka menghancurkan bagian lain dari bangunan yang ada sebelumnya. Selama periode pendudukan Romawi, orang Yahudi tidak diperkenankan untuk memasuki Yerusalem, namun selama periode Byzantinum, orang Yahudi diperkenankan untuk memasuki Yerusalem sekali dalam setahun yaitu pada waktu peringatan kehancuran Bait Allah untuk meratapi pemecahan bangsa mereka dan menangisi kehancuran Bait Kudus. Bagian tembok yang ada sekarang ini kemudian dikenal sebagai Tembok Ratapan. Kebiasaan berdoa di tembok ini berlanjut selama berabad-abad. Sejak tahun 1948 – 1967, orang Yahudi tidak diperkenankan untuk mendatangi tembok ini karena tembok yang berada di Yerusalem ini berada dalam kekuasaan pemerintahan Yordania. Setelah peperangan Arab – Israel tahun 1967 yang dikenal dengan Perang Enam Hari, di mana Israel menang besar dan wilayah kekuasaannya bertambah secara signifikan, Yerusalem termasuk dalam wilayah yang ditaklukkannya dan sampai saat ini berada dalam kekuasaannya. Sejak saat itu Tembok Ratapan menjadi tempat untuk bersukacita nasional sebagaimana layaknya tempat untuk peribadatan. Sebuah lapangan terbuka yang luas disediakan sebagai wadah bagi beribu-ribu orang yang ingin melakukan ibadahnya. Bersebelahan dengan tempat ini, berdiri Dome of the Rock (Kubah Batu) yang berseberangan dengan Mesjid Al Aqsa yang dipercaya sebagai salah satu tempat suci kaum muslim. (J. Husen Setiawan/St. Agnes-Sumber : Tanah Suci/Sami A)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Guru sekolah minggu tokoh yang paling utama dalam membimbing anak di sekolah minggu dan memperkembangkan anak agar mencapai/menuju kedewasaan. Oleh karena itu, hal yang pertama-tama harus diperhatikan guru untuk dapat menarik minat murid ialah penampilan dan sikapnya. Usahakan jangan terlalu formal dan penuh disiplin, agar anak tidak takut dan enggan di sekolah minggu.Guru harus mampu menjadi tokoh yang berkesan dan berwibawa. Di samping segi penampilan yang tidak boleh dilupakan, maka ada beberapa fungsi guru yang aktif yakni:

A. Mengawasi dan membantu anak dalam menghadapi kesukaran yang tak teratasi.
Contoh: mengapa seorang anak tidak disenangai teman-temannya? Mungkin si anak tidak dapat menemukan penyebabnya dan membutuhkan orang dewasa lain untuk memberi petunjuk dan mencari penyebabnya, untuk kemudian anak berusaha memperbaikinya. Jadi di sini guru berfungsi membantu proses sosialisasi, sehingga anak mampu menyesuaikan diri dengan teman-temannya.


B. Di dalam kelas, guru bertindak sebagai pemimpin, dalam arti memimpin segala aktivitas yang ada di kelas dan menentukan acara pelajaran. Semua keputusan ada di tangan guru, walau kadang-kadang pendapat murid menjadi bahan pertimbangan juga. Di sini guru harus mampu menguasai kelas dengan penuh wibawa. Memang benar bahwa wibawa, bakat dan intelligensia tidak dapat dicari atau dibeli, akan tetapi dalam hal wibawa seorang guru dapat membinanya melalui kesadarang terhadap kelemahan-kelemahan sendiri. Misalnya: pada waktu mengajar seorang guru mengobrol dengan guru lain yang sedang bertamu di kelas tersebut, lalu kelihatan asyik membicarakan salah satu murid yang ada di kelas tersebut, sambil sekali- sekali tertawa. Jelas, bahwa hal-hal tersebut akan mengurangi penghargaan murid terhadap gurunya. Harus diingat bahwa wibawa dimulai dari sikap menghargai guru. Kalau anak-anak mulai gaduh, maka wibawa guru mulai runtuh dan penguasaan kelas akan menjadi jauh lebih sulit.


Berwibawa bukan berarti harus bertindak dengan kekerasan, tetapi seperti yang dikatakan oleh seorang pakar pengajaran, bahwa guru harus bisa memperlihatkan sikap sebagai berikut:
a.Memerintah, dengan tujuan agar ditiru dalam melaksanakan tugas dengan tepat dan pasti
b.Hangat dan simpatik agar anak merasakan kebahagiaan, tanpa terlalu cemas akan prestasinya. Jadi selain guru harus tegas dalam menentukan tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan yang wajib diselesaikan, ia harus bisa hangat dan ramah terhadap kebutuhan-kebutuhan muridnya, tanpa menuntut terlampau banyak dari segi prestasi.
Guru dipandang serba tahu dan serba mampu, oleh karena itu apa yang dikatakan guru dianggap selalu pasti dan benar. Jadi guru harus mampu menguasai tindakannya. Lebih bijaksana apabila kita mengatakan bahwa sekolah minggu merupakaan tempat di mana murid dan guru datang bersama-sama dan masing-masing memberikan apa-apa yang dibutuhkan baik oleh murid maupun oleh guru. Anak-anak mempunyai kebutuhan untuk diterima, tetapi guru mempunyai kebutuhan untuk memberi dan dikenal, sesuai dengan pengabdiannya. Selain fungsi-fungsi guru seperti yang telah disebutkan di atas, yang juga penting adalah bagaimana hubungan antara guru dan murid. Oleh karena itu harus diperhatikan bagaimana guru melihat dirinya sendiri, apakah ia memandang dirinya sebagai pemimpin yang paling. Berkuasa, atau sebagai orang tua, sebagai teman yang lebih tua yang membantu murid kalau diperlukan. Pandangan ini akan menentukan corak hubungan yang terjadi antara guru dan murid. Sebenarnya sebagai guru, ia memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh murid dan hal ini merupakan sumber kekuatan untuk menguasai kelas dan menarik perhatian murid.

Trio Sekolah Minggu ^_^


Ruang Sekolah Minggu

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, March 24, 2010 0 komentar

Namun yang terpenting juga adalah bagaimana peran gereja memberi pemahaman teologis kepada keluarga-keluarga Kristen yang menjadi anggota jemaatnya untuk mulai dari kesadaran per keluarga dan individu, usaha pelestarian lingkungan hidup di mulai. Dengan munculnya kesadaran perkeluarga dan juga per individu maka kerja pelestarian lingkungan akan menjadi massal tapi dengan biaya yang murah. Misalnya, mulai dengan memberi pemahaman cara membuang sampah, dan isi teologisnya bahwa kebersihan adalah juga bagian dari iman.


Perubahan paradigma berteologi tersebut akhirnya harus mengambil bentuk dalam pola pelayanan gereja, yang mulai dari khotbah-khotbah di atas mimbar mengabarkan pentingnya keselamatan lingkungan hidup sebagai bagian dari keselamatan hidup secara holistik. Berikut barangkali berkembang sampai pada aksi, misalnya menanam pohon, menggalakan hidup bersih, dan mungkin sampai pada level aksi menolak segala macam kuasa dan kekuatan yang merongrong kelestarian lingkungan hidup. Gereja terpanggil untuk ikut serta dalam proses penyelamatan lingkungan dunia secara utuh. Gereja memang terpanggil untuk ikut menyelematkan lingkungan hidup. Sebab nilai Injil adalah penyelamatan seisi dunia, termasuk manusia dan alam semesta ini. Maka, dari dasar pemikiran teologis ini gereja akhirnya dituntut keterlibatannya untuk ikut bersama-sama dengan masyarakat dalam usaha menyelematkan lingkungan hidup. Sebab, keselamatan kekinian, dalam pemahaman teologis gereja juga memberi isi pada harapan keselamatan yang akan datang. Bahkan, keduanya saling terkait dalam proses menjadi orang Kristen yang taat pada firman.

Menyusul dengan itu adalah aksi nyata komunitas gereja bersama-sama dengan komunitas masyarakat dan keagamaan yang lain. Kampanye pentingnya menjaga kebersihan, pelestarian hutan dan polusi dari kendaraan bermotor dapat dilakukan oleh gereja bersama-sama anggota masyarakat yang lain. Dan, inilah bentuk-bentuk keterlibatan gereja dalam ikut menyelematkan bumi, yang juga dapat dipahami sebagai usaha menyelematkan hidup manusia dari bencana yang dahsyat. Gereja sebenarnya memiliki potensi besar untuk usaha itu. Sebab, gereja yang termasuknya di dalamnya para pejabat gereja dan umatnya berada dalam satu komunitas yang terhubung oleh kasih. Komunitas yang mungkin saja berbeda suku, ras dan golongan ini dapat bersama-sama untuk melakukan refleksi dan aksi dalam usaha menyelamatkan lingkungan hidup. Sebab, meski gereja adalah komunitas spiritual, namun dia hadir dalam dunia yang penuh dengan macam-macam persoalan dan tantangan.

Kehadiran gereja di tengah dunia ini tentulah bukan untuk dimaksudkan menjadi komunitas eksklusif, melainkan komunitas yang terbuka untuk melayani keragaman persoalan dunia, termasuk di dalamnya lingkungan hidup. Injil yang diberitakan oleh Yesus Kristus membawa nilai-nilai dan semangat untuk memberi respon atau tanggapan atas berbagai persoalan dunia. Lingkungan hidup, sebagai ciptaan Tuhan di manusia berpijak dan melanjutkan hidupnya, adalah juga ladang di mana gereja memberitakan kabar kesukaan, kabar baik yang menyelamatkan. Sebab, dengan ikut menyelamatkan lingkungan hidup berarti gereja telah ikut mengabarkan Injil untuk keselamatan semua.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, March 21, 2010 0 komentar

Festival Pesakh umat Yahudi, atau Paskah Yahudi (Ibrani, dan Yiddish: פֶּסַח, Tiberias: pɛsaħ, Ibrani: Pesach, Pesah, Pesakh), adalah perayaan yang dirayakan pada hari ke-14 dalam bulan yang disebut Nisan (Imamat 23:4; Bilangan 9:3-5, Bilangan 28:16), bulan pertama kalender Ibrani selama delapan hari. Festival ini berakhir pada hari ke-21 Nisan di Israel, dan hari ke-22 Nisan diluar Israel dan dirayakan untuk memperingati keluarnya bangsa Israel dari Mesir.

Ada tiga mitzvah yang biasanya dihubungkan dengan peringatan ini, yaitu: memakan matzoh, atau roti tidak beragi; larangan memakan makanan apapun yang mengandung ragi pada hari raya ini; dan penyampaian kembali peristiwa Keluaran (Mitzrayim). Di zaman dahulu (dan bahkan sampai sekarang di antara orang Samaria, ada peristiwa keempat yang dilakukan yaitu: persembahan kurban anak domba pada malam tanggal 14 Nisan (juga dikenal sebagai Aviv) dan memakan kurban Paskah pada malam itu. Perintah untuk mengisahkan kembali peristiwa pembebasan ini dilakukan melalui sebuah upacara komunal yang disebut seder, yang dirayakan pada dua malam pertama dari hari raya ini (di Israel, hanya pada malam pertama). Kebiasaan lainnya yang terkait dengan Paskah Yahudi ini adalah memakan sejenis tanaman pahit dan makanan-makanan lain yang khas untuk makan malam seder. Sementara ada banyak alasan diberikan untuk memakan matzoh, Kitab Keluaran menjelaskan bahwa hal ini memperingati roti yang dimakan bangsa Israel pada peristiwa Keluaran: karena tergesa-gesa meninggalkan Mesir, mereka tidak mempunyai waktu untuk menunggu adonan rotinya naik.

Asal Usul Perayaan
Istilah Paskah berasal dari Alkitab Ibrani, yang pertama kali disebutkan dalam Kitab Keluaran. Dalam bahasa Inggris, istilahnya diterjemahkan menjadi Passover, yang berarti melewatkan.

Wabah terakhir dari wabah di Mesir, yaitu pembunuhan atas semua anak sulung, seperti halnya wabah-wabah lainnya, tidak melanda bangsa Israel. Torah menyatakan bahwa ketika melihat percikan darah anak domba di pintu-pintu rumah orang Israel, Allah melewatkan rumah-rumah mereka. Kata kerja aslinya dalam Torah adalah posach. Bentuk kata bendanya, pesach, juga muncul pada pasal yang sama, dalam acuan kepada anak domba itu (kadang-kadang juga diacu sebagai anak domba Paskah) yang dikurbankan sebelumnya hari itu dan kemudian dimakan pada malam itu: "buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN." (Keluaran 12:11).

Seder
Karena Seder berarti "tata-cara", dapat dimaklumi apabila ada tata-cara dalam merayakan peringatan ini. Perayaan itu berlangsung sebagai berikut:

* Kadesh קדש (Mengucapkan berkat Kiddush dan cawan anggur yang pertama)
* Ur'chatz ורחץ (Pembasuhan tangan)
* Karpas כרפס (Mencelupkan Karpas ke dalam air garam)
* Yachatz יחץ (Memecahkan matzoh yang di tengah yang menjadi)
* Maggid מגיד (Penyampaian kisah Paskah, termasuk pengajuan Empat Pertanyaan)
* Rachtzah רחץ (Pembasuhan tangan yang kedua)
* Motzi/Matzah מוציא / מצה (Pengucapan berkat matzah)
* Maror מרור (Memakan charoset dan maror)
* Korech כורך (Memakan Matzah, charoset, dan maror)
* Shulchan Orech שולחן עורך (Makan malam; arti harafiah: "meja yang telah disiapkan")
* Tzafun צפון (Memakan Afikomen)
* Barech ברך (Setelah berkat makan malam dan anggur; dalam keluarga-keluarga Ashkenazi: sambutan kepada Nabi Elia)
* Hallel הלל (Menyanyi, meminum anggur)
* Nirtzah נירצה (Penutup)

Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Paskah_Yahudi

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Puji Tuhan, pada hari Minggu, 14 Maret 2010 lengkaplah sudah masa periodeisasi di GKPS Denpasar. Mulai dari periodeisasi Majelis, kaum bapa, kaum inang, dan seksi Sekolah Minggu telah selesai dan berlangsung demokratis. Semua ini boleh berjalan berkat kasih karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus yang menyertai kita semua. Secara keseluruhan proses periodeisasi di jemaat ini telah berjalan dengan baik.

Jemaat dapat terlibat aktif dan puas dengan hasil dari periodeisasi yang telah berlangsung. Semoga dengan terpilihnya para pelayan Tuhan ini, kualitas pelayanan kita di GKPS khususnya jemaat di Denpasar semakin baik dan meningkat. Oleh Karena itu, seluruh jemaat tentu harus ikut berpartisipasi mendukung semua yang telah terlibat dalam periodeisasi ini karena semua dilakukan semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat melayani bagi yang telah terpilih, Tuhan memberkati kita semua! Berikut adalah hasil lengkap periodeisasi di GKPS Denpasar tahun 2010.
Pimpinan Majelis:
- Ketua/Vorhanger: St. J. Purba, SH
- Wakil Ketua: St. R. Saragih
- Sekretaris: Sy. J. Damanik
- Bendahara: St. W. Saragih
Bapa:
- Ketua: Bp. Jayansen Sipayung
- Wakil Ketua: Bp. Hery J. Sipayung
- Sekretaris: Bp. Dori Alam Girsang
- Bendahara: Bp. Enriko Pramedya Purba, M.Bus
Wanita:
- Ketua: Ing. Minaria Lisbeth br. Saragih
- Wakil ketua: Ing. Dra. Yulin br. Sinaga
- Sekretaris: Ing. Desy Elysabeth br. Purba, SE
- Bendahara: Ing. Sari br. Saragih
Sekolah Minggu:
- Ketua: Ing. Kak Evi K. br. Girsang
- Wakil ketua: Kak Nima br. Saragih
- Sekretaris: Bang Evans Lumban Gaol
- Bendahara: Kak Anas Patulla

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Ketika saya memasuki dunia perkembangan pribadi, saya menghabiskan sejumlah besar uang untuk membebaskan diri dengan masa lalu. Saya mengikuti berbagai kursus, membaca berbagai buku, dan berobat ke mana-mana untuk membebaskan diri dari apa yang menghantui saya. Ternyata semuanya sia-sia. Lambat laun, saya sadari bahwa cara untuk menyembuhkan masa lalu saya adalah menerimanya, bukan menolaknya.

Masa lalu yang manakah yang menghantui Anda? Hal-hal apakah yang membuat Anda menderita? Hubungan apakah yang pernah Anda jalani? Bayangkanlah semuanya itu, berdamailah dengan hal-hal yang pernah Anda alami. Jika Anda berdamai dengan peristiwa yang sudah-sudah, Anda akan menemukan hidup ini jadi ringan sehingga muncullah kebahagiaan.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Dekat dengan Kristus atau jauh dari-Nya, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Kita lihat contoh dari kedua belas rasul. Mungkin kita selalu membayangkan bahwa mereka memiliki kesempatan terbesar untuk menjalin hubungan pribadi dengan Kristus. Tetapi dalam kelompok kecil itu, ada satu orang, mungkin yang paling dipercaya (karena ia menjadi bendahara), yang sesungguhnya tidak pernah memiliki hubungan pribadi dengan Kristus. Faktanya, ia mengenal kebiasaan Yesus dengan cukup baik sehingga dapat memimpin orang-orang yang akan menangkap Yesus ke tempat Dia berdoa di taman. Bahkan ia cukup dekat dengan Kristus sehingga dapat mencium-Nya. Tetapi ia tidak menenal Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya.

Akibatnya, “bendahara” itu tidak pernah memiliki hubungan pribadi dan berpusat pada Kristus yang tersedia bagi kita saat ini. Ia adalah contoh orang yang Yesus ceritakan ketika berkata:

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan…Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku kamu sekalian pembuat kejahatan (Matius 7:13,22,23)
Pastikan bahwa dalam pengenalan Anda akan Allah, Anda tidak sekadar tahu tentang Allah.
(Dikutip dari buku Seri Mutiara Iman “Apakah Hubungan Pribadi dengan Allah Itu?” karya Martin R. De Haan II, hal 52 - 53)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, March 18, 2010 0 komentar

Ketika mahasiswa, saya mengikuti sebuah konferensi kepemimpinan dari Campus Crusade. Saat itu saya baru saja menyerahkan kembali hidup saya kepada Kristus, dan saya sangat bersemangat untuk melakukan berbagai pendalaman Alkitab. Sepertinya tujuan saya saat itu adalah menyelesaikan sebanyak mungkin buku pendalaman Alkitab, seakan-akan saya akan memperoleh medali penghargaan jika dapat menyelesaikan semuanya.

Pada saat diskusi dalam kelompok kecil, pemimpin kelompok bertanya tentang waktu teduh kami. Setelah diskusi berakhir, pemimpin itu berkata, “Kalian dapat membeli sebuah buku catatan harian. Saya biasa menulis surat kepada Yesus setelah membaca satu perikop dalam Alkitab. Saya menuliskan perasaan saya, apa yang telah saya pelajari, apa yang ingin saya pelajari, dan hal-hal lain semacam itu. Buku itu selalu ada di atas tempat tidur saya. Kalau kalian mau, kalian dapat melihatnya.” Kemudian ia meninggalkan ruangan.
Melihat buku hariannya! Tentu saja kami ingin melihatnya. Suatu undangan terbukan untuk melihat buku harian seseorang! Dalam buku harian itu saya bukannya membaca cerita biasa seperti, “Hari ini, aku bertemu Yohanes,” tetapi saya justru mendapatkan pandangan baru tentang sebuah hubungan yang sejati antara Allah dengan seorang mahasiswa senior, sehingga saya pun merindukan hubungan yang semacam itu. Kemudian saya pergi ke took buku dan membeli sebuah buku harian yang disampul dengan kain indah. Halaman-halaman kosongnya seakan-akan menunggu untuk diisi.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, March 14, 2010 0 komentar

Saya yakin anda tidak ingin melakukan hal tersebut sama seperti saya. Dan kita dapat mencegah hal tersebut agar tidak terjadi. Bagaimana caranya? Dengan cara memberikan perintah kasih tersebut tempat yang pertama di dalam kehidupan kita. Dengan cara memikirkan tentang seberapa besarnya Tuhan mengasihi kita dan seberapa banyaknya yang dilakukan Yesus di atas kayu salib untuk kita daripada memikirkan tentang bagaimana seseorang berbuat salah kepada kita. Kita menjauhkan pertengkaran dari hati kita dengan cara mempraktekkan kasih kita kepada Tuhan. Jika seseorang membuat anda kesal, katakan, “Aku tidak dapat bertengkar dengan orang itu tidak perduli apa yang telah dilakukannya. Aku akan melanggar perintah Panglima Besar itu sendiri. Aku akan seperti tidak menghargai Tuhan yang aku kasihi.”


Sekalinya anda telah mengatakan hal tersebut, jika anda tetap terdorong untuk mengatakan sesuatu yang buruk, tutuplah mulut anda! Jangan keluarkan kata-kata pertengkaran dan kemarahan yang ada di dalam anda. Yakobus 3:6 mengatakan bahwa kata-kata tersebut sama seperti menyalakan kayu yang digunakan oleh neraka untuk membakar seluruh keberadaan anda. Jadi jangan ucapkan kata-kata tersebut. Jangan nyalakan apinya! Sebaliknya, melangkahlah keluar dengan iman dan mulailah untuk bertindak di dalam kasih. Lakukanlah dan katakanah apa yang kasih lakukan dan katakan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.

Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak pernah gagal” (1 Korintus 13:4- 8, New King James Version).

Semakin anda mempraktekkan mematuhi perintah kasih, semakin anda berakar dan berdasar di dalam kasih. Tidak lama lagi, berjalan di dalam kasih tidak akan terlihat seperti suatu perintah lagi. Hal itu akan menjadi suatu hak istimewa, suatu kehormatan dan suatu sukacita. Anda tidak akan ingin untuk hidup dengan cara yang lain. Benih kasih akan bertumbuh di dalam anda. Anda berakar dan berdasar di dalamnya. Anda akan mulai untuk benar-benar memahami kasih Tuhan…dan Tuhan dari kasih. Jika anda terus berjalan di dalam kasih, setiap harinya selagi anda melangkah keluar dari pintu depan, anda akan berkelimpahan sedikit lebih lagi dengan hadirat Tuhan. Setiap harinya anda akan lebih lagi menjalani hidup yang merupakan panggilan anda dan yang telah dirancang secara ilahi untuk anda jalani kehidupan yang dipenuhi dengan seluruh kepenuhan Tuhan!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Saya sering ditanya, “Kapankah kebahagiaan itu terjadi?” Jawabannya adalah sekarang, sekarang, sekarang, dan sekarang. Salah satu dari kenyataan spiritual yang luar biasa adalah bahwa segala sesuatu yang Anda inginkan terbungkus dalam waktu saat ini. Masalahnya adalah bahwa kita menghabiskan kebanyakan waktu kita untuk asyik dengan masa lalu dan memusatkan perhatian pada masa depan sehingga kita kehilangan peluang untuk berbahagia pada saat ini.

Manfaatkanlah peluang untuk sepenuhnya memusatkan perhatian pada masa kini. Tutuplah mata Anda, bernafaslah dalam-dalam dan rasakanlah saat sekarang. Perhatikanlah pikiran Anda yang mengembara ke sana kemari. Dengan halus bawalah pikiran itu kembali ke saat ini. Apakah yang Anda rasakan? Sibukkanlah dengan saat sekarang agar Anda dapat meraih peluang kebahagiaan yang besar.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Namun yang terpenting juga adalah bagaimana peran gereja memberi pemahaman teologis kepada keluarga-keluarga Kristen yang menjadi anggota jemaatnya untuk mulai dari kesadaran per keluarga dan individu, usaha pelestarian lingkungan hidup di mulai. Dengan munculnya kesadaran perkeluarga dan juga per individu maka kerja pelestarian lingkungan akan menjadi massal tapi dengan biaya yang murah. Misalnya, mulai dengan memberi pemahaman cara membuang sampah, dan isi teologisnya bahwa kebersihan adalah juga bagian dari iman.

Perubahan paradigma berteologi tersebut akhirnya harus mengambil bentuk dalam pola pelayanan gereja, yang mulai dari khotbah-khotbah di atas mimbar mengabarkan pentingnya keselamatan lingkungan hidup sebagai bagian dari keselamatan hidup secara holistik. Berikut barangkali berkembang sampai pada aksi, misalnya menanam pohon, menggalakan hidup bersih, dan mungkin sampai pada level aksi menolak segala macam kuasa dan kekuatan yang merongrong kelestarian lingkungan hidup. Gereja terpanggil untuk ikut serta dalam proses penyelamatan lingkungan dunia secara utuh. Gereja memang terpanggil untuk ikut menyelematkan lingkungan hidup. Sebab nilai Injil adalah penyelamatan seisi dunia, termasuk manusia dan alam semesta ini. Maka, dari dasar pemikiran teologis ini gereja akhirnya dituntut keterlibatannya untuk ikut bersama-sama dengan masyarakat dalam usaha menyelematkan lingkungan hidup. Sebab, keselamatan kekinian, dalam pemahaman teologis gereja juga memberi isi pada harapan keselamatan yang akan datang. Bahkan, keduanya saling terkait dalam proses menjadi orang Kristen yang taat pada firman.

Menyusul dengan itu adalah aksi nyata komunitas gereja bersama-sama dengan komunitas masyarakat dan keagamaan yang lain. Kampanye pentingnya menjaga kebersihan, pelestarian hutan dan polusi dari kendaraan bermotor dapat dilakukan oleh gereja bersama-sama anggota masyarakat yang lain. Dan, inilah bentuk-bentuk keterlibatan gereja dalam ikut menyelematkan bumi, yang juga dapat dipahami sebagai usaha menyelematkan hidup manusia dari bencana yang dahsyat. Gereja sebenarnya memiliki potensi besar untuk usaha itu. Sebab, gereja yang termasuknya di dalamnya para pejabat gereja dan umatnya berada dalam satu komunitas yang terhubung oleh kasih. Komunitas yang mungkin saja berbeda suku, ras dan golongan ini dapat bersama-sama untuk melakukan refleksi dan aksi dalam usaha menyelamatkan lingkungan hidup. Sebab, meski gereja adalah komunitas spiritual, namun dia hadir dalam dunia yang penuh dengan macam-macam persoalan dan tantangan.

Kehadiran gereja di tengah dunia ini tentulah bukan untuk dimaksudkan menjadi komunitas eksklusif, melainkan komunitas yang terbuka untuk melayani keragaman persoalan dunia, termasuk di dalamnya lingkungan hidup. Injil yang diberitakan oleh Yesus Kristus membawa nilai-nilai dan semangat untuk memberi respon atau tanggapan atas berbagai persoalan dunia. Lingkungan hidup, sebagai ciptaan Tuhan di manusia berpijak dan melanjutkan hidupnya, adalah juga ladang di mana gereja memberitakan kabar kesukaan, kabar baik yang menyelamatkan. Sebab, dengan ikut menyelamatkan lingkungan hidup berarti gereja telah ikut mengabarkan Injil untuk keselamatan semua.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

"Yang seorang diberikannya lima talenta,
yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu,
masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia
berangkat."
Talenta dalam perumpamaan Mat 25 bisa berbicara tentang kehidupan, kesempatan dan panggilan. Tidak sekedar bakat atau kemampuan. Tidak sekedar kegiatan di dalam dinding-dinding gereja. Hamba yang tidak setia itu menjawab tuannya - bahwa dia tahu kalau uang satu talenta itu adalah milik tuannya -, namun dia tidak mengerti bahwa waktu dan kesempatan yang dia miliiki adalah juga milik tuannya.

Allah memiliki segalanya. Maka itu berarti, rumah atau investasi propertimu adalah milik Allah
saldo tabunganmu di bank adalah milik Allah waktu yg kita miliki, setiap detik - baik di kantor, sekolah atau gereja- adalah milik Allah kesempatan-kesempatan yang kita miliki adalah milik Allah mimpi dan cita-cita, harapan adalah milik Allah juga.......
Allahlah pemiliknya dan yang kita miliki adalah tanggung jawab! Konsekuensinya kalau Allah memiliki segalanya adalah bahwa setiap keputusan untuk menggunakan resources kita adalah keputusan rohani. Pada dasarnya seluruh kepenuhan hidup kita adalah utuh di hadapan Allah. Tidak ada istilah rohani dan tidak rohani. Semuanya adalah rohani karena kita menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Sebaliknya juga semuanya adalah nyata dan “duniawi” karena Allah berkarya nyata dalam kehidupan sehari-hari kita di atas muka bumi ini, di dunia ini. Jika kita benar-benar menyerahkan kepemilikan kita kepada Allah, kalau kita kehilangan sesuatu, ya.... mungkin emosi kita menjerit dan menangis. Namun pikiran dan hati kita mengerti kalau toh itu semua adalah milik Allah. Apa yang kita pegang dan punyai, adalah milik Allah yang sedang kita jaga. Jadi kenalilah “talenta”-mu. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Kalau “talenta”-mu adalah saldo bank-mu, atau tepuk-tangan kemashyuran, yah.. ke situlah hatimu akan mengejar. Tapi kalau “talenta”-mu adalah “kesetiaan untuk menjaga milik Allah demi cinta kita kepadaNya” maka ke situlah hatimu akan berlari dan mengejar.
Sumber : Henry Sujaya Lie, www.glorianet.org

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Tahun 2010 ini, seluruh GKPS di Indonesia memasuki tahun lingkungan hidup. Lingkungan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh gereja-gereja di dunia khususnya di Indonesia. Mengapa? Hal ini dikarenakan di dalam Alkitab sendiri Allah menghendaki agar manusia menjaga dan melestarikan lingkungan. Namun, saat ini tidak banyak gereja-gereja yang mau memperhatikan lingkungan dengan melakukan tindakan nyata yang secara langsung berdampak pada kelestarian lingkungan. Terbukti, masih banyak sekali gereja yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan di sekitar gereja itu sendiri. Sungguh memprihatinkan, tetapi mari kita semua sama-sama belajar untuk mau menjaga kelestarian lingkungan hidup mulai dari lingkungan di sekitar kita dahulu. Berikut artikel yang dapat kita baca sebagai bahan pelajaran bagi kita bersama.


Dunia sedang mengalami krisis lingkungan hidup. Global Warming semakin menjadi gejala global. Perubahan iklim yang ekstrim adalah salah satu dampak dari pemanasan global tersebut. Di sisi yang sangat ekstrim dengan kenyataan itu adalah kerusakan hutan akibat illegal logging yang masih berlanjut. Di Indonesia beberapa daerah yang hutannya dulu luas, kini semakin sempit. Akibatnya adalah banjir dan tanah longsor yang telah merengut nyawa manusia dan harta miliknya.

Gereja di Indonesia hadir dalam kenyataan itu. Maka, mau tidak mau, gereja harus memberi respon terhadap persoalan lingkungan hidup itu. Barangkali akan muncul pertanyaan, “Bukankah, lingkungan hidup adalah urusan duniawi, dan yang bertanggungjawab terhadapnya adalah Negara?” Pertanyaan itu barangkali masih merupakan dominan di kalangan umat atau jemaat gereja. Sebab, selama ini yang umat atau jemaat tahu bahwa gereja hanya berurusan dengan surga atau kehidupan setelah kematian. Maka, keterlibatan gereja dalam ikut serta mengatasi persoalan lingkungan hidup adalah dimulai dari perubahan paradigma berteologi.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, March 3, 2010 0 komentar

Subscribe here

Tentang Kami

My photo
Denpasar, Bali, Indonesia
WELLCOME to Gereja Kristen Protestan Simalungun Bali... Di sini tempat kita memuji Tuhan Yesus Kristus, tempat kita belajar Firman Tuhan... Let's praise Jesus Christ..!!Haleluya...

Pengurus Gereja

Pendeta
Pdt. Melena br. Turnip

Pimpinan Majelis

Vorhanger : St. Jansen Purba Sidagambir
Wapeng : St. Rajalim Saragih Simarmata
Sekretaris : Sy. Johny Damanik
Bendahara : St. W. Saragih Simarmata

Anggota Majelis
St. Rajalim Saragih
St. H. F. Sinaga
Sy. HJ. Sipayung
Sy. Enrico Purba
Sy. Doni F. Sinaga
Sy. Jayansen Sipayung
Sy. E. H. Sinaga
Sy. Jadima Purba Sidagambir
Sy. Benny Saragih
Sy. Jonrianto Purba

Seksi-seksi/Koordinator
Bapa: Sy. Jayansen Sipayung
Wanita: Ny. M. Lisbeth Br. Saragih
Pemuda: Sy. Donny Sinaga
SM: Ny. Evi K. Br. Girsang

Pembimbing
Bapa: St. H. F. Sinaga
Wanita: St. W. Saragih Simarmata
Pemuda: Sy. Jadima Purba Sidagambir
SM: Sy. Jonrianto Purba

Translate

GKPS Denpasar's Moments

Pensi Pgkps Denpasar

Ianan, Lokasi


View Tanjung Benoa in a larger map