Seorang guru sekolah minggu menguji anak-anak kelas besar dengan ayat hafalan. “Siapa yang bias menyebutkan ayat yang sesuai dengan pembatisan?” “Siapa yang percaya & dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum,” jawab seorang anak. “Bagus. Nah, bagaimana kalau ayat untuk pengampunan?”

“Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga.” “Wah ternyata kalian pintar-pintar. Coba sekarang, sebutkan ayat yang cocok untuk perkawinan!”Ternyata kali ini tidak ada yang tahu. Namun, beberapa saat kemudian seorang anak mengangkat tangan dengan malu-malu. Ia berkata,”Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, August 23, 2010 0 komentar

Waktu Keberangkatan / Departure Time Tanggal tepatnya tidak diumumkan. Penumpang dinasihatkan untuk siap sedia berangkat dalam waktu singkat. Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. (Kis 1:7)


Jalur Udara 
Penumpang akan diberangkatkan langsung lewat udara dinasihatkan untuk berjaga-jaga setiap hari karena ada indikasi keberangkatan mendadak. Kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama lamanya bersama sama dengan Tuhan (1Tes 4:17)
Tiket / Ticket
Tiket anda adalah jaminan tertulis yang memberi jaminan perjalanan anda. Harus diklaim dan janji2nya  dipegang teguh. Barang siapa mendengar perkataan Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai kehidupan yang kekal dan tidak turut dihukum. Sebab ia sudah pindah dari maut kedalam hidup  (Yoh 5:24)
Barang-barang Bagasi / Baggage Allowance Tidak ada satupun barang yang dapat dibawa. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa2 keluar. (1 Tim 6:7)
Akomodasi / Accomodation
Persiapan2 untuk akomodasi kelas utama telah dibuat sebelumnya. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal... Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu (Yoh 14:2)
Paspor / Passport
Mereka yang hendak masuk tidak diijinkan lewat pintu gerbang tanpa identitas yang jelas dan nama terdaftar pada Pejabat Berwenang yang berkuasa. Tetapi tidak akan masuk kedalamnya sesuatu yang najis.....tetapi hanya mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba itu Wahyu 21:27)
Pabean / Custom
Hanya satu deklarasi yang diperlukan ketika melewati kepabeaan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan (Rom 10:9)
Imigrasi / Immigration
Seluruh penumpang digolongkan sebagai imigran karena merasa akan mulai tinggal tetap di Negara baru, jumlah tidak dibatasi.Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi.. karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka (Ibrani 11:16).

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Lembaga perkawinan merupakan institusi manusia pertama yang ada di dunia. Sayangnya, hal ini tidak berarti bahwa semua orang memahami tujuan perkawinan dengan cara yang sama. Ketidaktahuan tentang tujuan pernikahan inilah yang menyebabkan manusia memiliki sikap yang seragam terhadap perkawinan. Berikut sepuluh hal menurut Alkitab yang dapat dilakukan.
Download Artikel
1. Jangan marah pada waktu yang sama (Efesus 5:1)
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran (Matius 5:5)
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang (Amsal 16:32)
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih (Yohanes13:34-35)
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu (Yesaya 1:18, Amsal 16:6)
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda (KidungAgung 3:1-2)
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam (Efesus4:26-27)
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda (KidungAgung 4:1-5,5:9-16)
9. Bersedia mengakui kesalahan (1 Yohanes 1:9)
10. Dalam pertengkaran,yang paling banyak bicara dialah yang salah (Matius5:9)
 
“Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.” ( Kolose 3:18 )
“Hai suami-suami, kasihilah istrimu dan jangan kasar terhadap dia.” ( Kolose 3:19 )
Kiriman: Daniel Messah

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Friday, August 20, 2010 0 komentar

Yang Ilahi (Allah), Manusia, dan Kosmos (semesta) merupakan tiga dimensi atau struktur dasar yang membentuk realitas. Meminjam istilah Raimundo Panikkar yang menyebut struktur ini sebagai Prinsip Kosmotheandrik. Ketiga struktur ini berhubungan secara tak terpisahkan, meskipun demikian, dimensi yang satu tak dapat direduksi kepada yang lainnya. Dengan perkataan lain, Allah adalah Allah, bukan manusia atau semesta, Manusia adalah manusia, bukan Allah dan bukan dunia, dunia adalah dunia, bukan Allah atau manusia. Ketiganya berhubungan secara dialektis, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Tak satupun dari tiga dimensi ini dapat dipahami tanpa dua dimensi yang lain.

Allah tak pernah mungkin dipahami tanpa manusia dan ciptaan. Manusia tak akan bisa dipahami tanpa Allah dan dunia, demikianpun dunia tidak akan ada tanpa Allah dan manusia. Allah, manusia, dan dunia merupakan symbol yang unik dari realitas yang sempurna. Dunia bukan hanya menampakkan kemuliaan Allah, tetapi juga dunianya manusia. Allah bukan saja Allahnya manusia, tetapi juga Allah bagi dunia. Melihat uraian di atas kita dapat mengatakan bahwa hubungan ketiga dimensi tersebut adalah hubungan yang trinitarian dan non-dualistik. Visi kosmotheandrik membutuhkan kesadaran dari manusia untuk melihat dan menerima pengalaman keberbedaan dalam kerangka kosmotheandrisme. Berdasarkan visi kosmotheandrik ini kita bisa membangun suatu wahana dialog yang dapat mempertemukan setiap tradisi religius yang berbeda dalam satu pemahaman dan sikap saling menerima realitas keberbedaan itu sendiri. Agama-agama adalah dimensi-dimensi spiritual yang berbeda-beda, tetapi pada saat yang sama merupakan satu kesatuan ontologis. Semuanya berada dalam hubungan saling menyuburkan, mendukung, dan menghidupkan sekaligus pada saat yang sama adalah satu di dalam Allah. 

Visi kosmotheandrik ini tidak mengizinkan setiap realitas yang berbeda mempertahankan perbedaan-perbedaan mereka ataupun mengusahakan kesatuan total dan abadi, tetapi sebaliknya memberikan inspirasi untuk melihat bahwa dalam visi ini realitas itu ‘bukan ini atau itu’, tetapi ‘ini maupun itu’. Artinya bahwa realitas plural tak dapat diterima sebagai kekuatan-kekuatan yang berbeda dan bertentangan dan juga tak boleh dipahami sebagai penerimaan ke dalam kesatuan yang artifisial. Hubungan tersebut harus dibangun secara unik dan baru di mana realitas itu dilihat secara tak terpisahkan, tak terbagi, dan masih dalam harmoni yang utuh. Dalam Kristianitas hubungan yang unik dan baru dibangun dalam Yesus Kristus sebagai Allah dan manusia secara utuh dan yang bekerja sama untuk kepentingan seluruh ciptaan. Di dalam Kristus ketiga dimensi, yaitu Allah, manusia, dan dunia bertemu dan mewujudkan kesatuan. Kristus menjadi dasar dari pertemuan dan kesatuan dari keberbedaan. (Sylvester KanisiusL./St. Priscilla).

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Beberapa orang peminta-minta di lampu lalu lintas (traffic light) tampak sedang “bekerja”: mohon belas kasihan dari para pengendara mobil. Dari mobil yang satu, ke mobil lain mereka berjalan. Ada pengendara yang memberi, ada juga yang tidak memberi. Saat ada yang memberi kadang ada yang bersyukur, berterima kasih. Ada juga yang berdoa semoga yang memberinya diberi rezeki yang banyak, keselamatan dalam perjalanan dll. Kalau tidak diberi ada yang menggerutu, mengumpat: ada yang dikeluarkan dalam kata-kata, ada pula yang hanya dalam hati.

Kata-kata yang dikeluarkan sangat bervariasi, tergantung karakter dan kebiasaan mereka. Mulai dari “dasar pelit, koret”, sampai kata-kata lain yang mungkin tak perlu diuraikan di sini. Para pengamen itu ada juga yang berpindah-pindah dari satu mobil ke mobil lain atau ada pula yang mengamen di dalam bis. Setiap orang berhak untuk memberi atau tak memberi, tanpa harus mendapat umpatan kalau tak memberi. 

Namun dalam peristiwa ini sebenarnya yang perlu kita perhatikan adalah apakah kita sering melakukan hal serupa bila permohonan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan: kita menjadi kecewa dan iri hati pada orang lain yang mendapatkan apa yang diinginkan? Apakah kita sering marah dan kecewa pada Tuhan, karena kita telah lama memohon pada Tuhan atau bila ternyata permintaan yang dikabulkan itu tidak sesuai dengan keinginan kita? Terkadang kita tak tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi kita sehingga memberi jalan keluar untuk menyelamatkan kita lewat “peristiwa” yang terkadang tidak kita inginkan, dan baru kita sadari - kelak - setelah semua peristiwa itu berlalu. Kadang pula kita merasa mendapat pencobaan, namun yakinlah, Tuhan tak akan mencobai melebihi kemampuan kita, karena Tuhan sangat mengasihi kita sampai mengorbankan Putra-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. 

Mungkin saat ini ada di antara kita yang sedang mengalami cobaan dan sedang bergumul, berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan kekuatan sendiri. Sebaiknya, biarkanlah Tuhan campur tangan dalam kehidupan kita, karena yakinlah Kristus mengasihi kita. Mungkin terasa pedih, pahit, namun yakinlah, Kristus akan memberikan yang terbaik, terindah, walaupun ada milik kita yang harus kita serahkan pada Tuhan. Ada baiknya kita sering saling mendoakan, agar kita selalu dikuatkan dan tabah menghadapi masalah di hadapan kita. Haleluya, syalom... (dr. Ernomo A.S./St. Marcella)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Syaloom....!!! Sekarang di blog GKPS Denpasar saudara-saudara sekalian dapat men-download lagu-lagu rohani Kristen berekstensi .mp3 di link-link berikut ini. Ada cukup banyak lagu-lagu yang akan kami upload, seperti lagu-lagu dari Nikita, Sari Simorangkir, Victor Hutabarat, dan masih banyak lagi. Klik link-link yang ada, lalu download. Selamat mendengarkan, semoga semua lagu-lagu tersebut dapat menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan memberkati.
Klik link yang ada, akan tampil list lagu-lagu yang akan di download. Klik salah satu lagu, setelah itu scroll ke bagian bawah halaman web yang tampil, cari tulisan download file untuk free user. Tunggu beberapa saat sampai file download akan muncul, lalu klik OK.
1.Radio Hits Instrument
2.Sari Simorangkir-I Believe
3.Worship Violin Instrument
4.Herlin Pirena-Instrumental
5.Nikita-Pelangi Sehabis Hujan
6.Nikita-With You
7.Victor Hutabarat-Christmas

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Saturday, August 14, 2010 0 komentar

Jika Anda merasa kesulitan untuk mengetahui apa yang perlu ditulis di buku harian, cobalah menjawab beberapa pertanyaan berikut:
• Apakah isi ayat-ayat ini?
• Bagaimana penerapannya pada diri saya?
• Bagaimana saya dapat menerapkannya hari ini?
• Adakah seseorang yang membutuhkan pesan dari ayat ini?
• Apakah kaitannya dengan hidup saya?
• Apakah harapan-harapan dan impian-impian saya?
• Apakah pengharapan-pengharapan saya kepada Tuhan? Apakah pengharapan-pengharapan itu alkitabiah?
• Adakah yang dapat saya pelajari dari tokoh Alkitab ini?

Dalam konferensi “Oasis” yang bertujuan mengajar para wanita bagaimana cara memanfaatkan waktu luangnya bersama Allah, saya menerima nasihat ini:

Tenangkan pikiran dan tubuh Anda, gunakan iman untuk menerima apa yang akan Yesus nyatakan. Bacalah perikop ini dengan perlahan dan hati-hati sampai Anda menemukan sebuah kata atau kalimat yang berkesan di pikiran atau berpengaruh di hati Anda. Renungkanlah hal itu, dan biarkan pemikiran itu masuk ke dalam hati Anda. Tanyakan kepada Tuhan segala pertanyaan yang ingin Anda ketahui dari perikop tersebut. Dengarkan dengan hati Anda apa yang dikatakan-Nya…tuliskan penglaaman itu…karanglah sebuah puisi..lukislah sebuah gambar…gubahlah sebuah mazmur pujian.

Pada salah satu konferensi Oasis itu, saya teringat akan dorongan untuk menutup jendela tanggung jawab pada kehidupan saya seperti kita menutup program windows di computer. Saat saya menenangkan diri, menekan ikon “off” dengan “mouse” kehidupan terhadap segala kegiatan saya, maka saya dapat, menangkapapa yang Allah katakana dengan baik. Saya dapat melakukannya dengan membuattulisan bebas di buku harian, atau mencatat berbagai pemikiran acak yang memasuki pikiran saya. Dari situ saya memiliki banyak catatan dengan berbagai gaya penulisan, puisi, atau ungkapan perasaan sebagai pelepasan dari hati yang sesak. Manakala saya meninggalkan hiruk-pikuk kegiatan yang ada, maka saya sangat ingin menulis catatan harian bagi-Nya.

(Dikutip dari buku “Cara Kreatif Bertemu Allah” karya Pam Farrel, hal 23- 27)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Dalam sebuah pertemuan keluarga, berlangsung hampir malam tiba dan mendekati makan malam, namun sang Tuan rumah gusar karena tidak ada pendeta yang hadir.
Lalu ia mendekati MC, katanya: “Maukah Bapak pimpin doa ucapan syukur karena tidak ada pendeta yang datang?” Lalu sang MC mengajak jemaat berdiri dan katanya:
“Saudara sekalian mari kita mengucap syukur karena tidak ada pendeta yang datang.”

Ayat yang cocok untuk perkawinan

Seorang guru sekolah minggu menguji anak-anak kelas besar dengan ayat hafalan. “Siapa yang bias menyebutkan ayat yang sesuai dengan pembatisan?” “Siapa yang percaya & dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum,” jawab seorang anak. “Bagus. Nah, bagaimana kalau ayat untuk pengampunan?” “Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga.” “Wah ternyata kalian pintar-pintar. Coba sekarang, sebutkan ayat yang cocok untuk perkawinan!” Ternyata kali ini tidak ada yang tahu. Namun, beberapa saat kemudian seorang anak mengangkat tangan dengan malu-malu. Ia berkata,”Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Siapakah pakar matematika dalam Alkitab?

Musa. Bukankah dia yang menulis kitab Bilangan?


Mengapa orang Mesir gagal dan akhirnya tenggelam ketika mereka mengejar bangsa Israel menyeberangi Laut Merah?

Soalnya mereka tidak mau membayar tol, sih.

Di Gereja tidak boleh berisik

Sebelum mengakhiri kelasnya, guru sekolah minggu
bertanya kepada murid-muridnya. “Kenapa kalo di Gereja tidak boleh berisik?” Murid: “Karena di Gereja ada yang lagi tidur.”

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, August 5, 2010 0 komentar

Puji Tuhan, pada hari Minggu, 1 Agustus 2010 yang telah lewat, di GKPS Denpasar telah berlangsung periodeisasi Syamaas. Periodeisasi kali ini berlangsung dengan demokratis karena yang menentukan Syamaas terpilih bukanlah Majelis lagi seperti sebelumnya melainkan jemaat sendiri. Oleh karena itu, periodeisasi kali ini sangat dinanti-nantikan seluruh jemaat GKPS Denpasar. Seusai kebaktian Minggu, seluruh jemaat ikut berpartisipasi mengikuti acara pemilihan Syamaas untuk periode 2010-2015 ini hingga selesai.

Para Syamaas periode sebelumnya telah meletakkan jabatan Syamaas mereka. Hal ini menandakan bahwa acara pemilihan Syamaas ini dimulai. Diawali dengan sebuah lagu pujian dari Kidung Jemaat, acara pun segera dimulai. Pemimpin jemaat atau yang dikenal dengan sebutan Vorhanger yaitu Bapak St. Jansen Purba Sidagambir pun membacakan rentetan tata acara pemilihan siang itu dan kemudian dilanjutkan dengan membacakan aturan pemilihan Syamaas itu sendiri. Seperti yang diketahui sebelumnya, Majelis jemaat GKPS Denpasar pun telah mempublikasikan prasyarat seorang Syamaas terpilih yaitu sebagai berikut.
a.Menjadi Pelayan yang dibentuk.
b.Menjadi Penuai yang berkualitas.
c.Mempunyai hati yang berkobar untuk menuai jiwa-jiwa.
d.Menjadi pelayan yang hidup dalam tujuan Ilahi seperti pelayan mula-mula.
e.Menuai jiwa dalam kebersamaan.

Setelah semua persiapan yang dilakukan telah siap, seluruh jemaat telah dibagikan secarik kertas untuk menuliskan calon Syamaas yang akan dipilih.Jumlah Syamaas yang dipilih berjumlah delapan orang dengan rincian 6 orang dari kaum bapa dan inang dan dua orang dari kaum muda-mudi. Setelah beberapa saat, seluruh kertas tadi dikumpulkan. Di hadapan Pdt. Istifanus Sipayung (Rst. Surabaya), seluruh hasil yang dikumpulkan dibacakan dan didengarkan seluruh jemaat. Hasil yang ada sungguh luar biasa, hampir seluruh jemaat terhitung sebagai calon Syamaas ^_^…. Hal ini mungkin menandakan bahwa kualitas pelayanan jemaat GKPS Denpasar memang baik ^_^…. Puji Tuhan.

Terhitung ada sekitar 20-an orang jemaat yang ikut terpilih untuk menjadi calon Syamaas. Setelah selesai menghitung seluruh suara yang ada, terpilih 5 orang berdasarkan aturan yaitu: Sdra. Benny Saragih dan Sdra. Doni Sinaga dari kaum muda-mudi, Bapak Jonrianto Purba, Bapak Enrico Purba, dan Bapak Jayansen Sipayung. Untuk itu, dipilih lagi tiga orang dari suara terbanyak dari calon tersisa. Jemaat yang kembali memilih. Hasilnya Bapak EH. Sinaga, Bapak HJ. Sipayung, dan Bapak Jadima Purba terpilih menjadi Syamaas baru.

Seluruh jemaat bersukacita untuk hasil yang diperoleh sekaligus berharap agar kualitas pelayanan seluruh jemaat semakin baik di masa yang akan datang dengan adanya periodeisasi Syamaas GKPS Denpasar tahun 2010. Pendeta Resort menutup dalam doa dan penguatan kepada Syamaas terpilih. Akhirnya, bersama para Syamaas periode sebelumnya berdiri di hadapan jemaat untuk bersalam-salaman mengucapkan selamat dan dukungan. Kiranya pelayanan kita semakin memuliakan nama Tuhan kita Yesus Kristus dan bersungguh-sungguh karena Yesus telah melakukan segalanya demi kita seperti lirik sebuah lagu berikut ini. Melayani, melayani lebih sungguh…

Suasana saat pemilihan di GKPS Denpasar























Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, August 2, 2010 0 komentar

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar kuliner...yummy....^_^
Pada postingan berikut ini akan ada resep rahasia (ssst...), membuat masakan dari bahan cumi bumbu Bali. Caranya cukup mudah dan sangat sederhana. Sudah penasaran? Okeh, okeh, okeh, sabar ya...
Mari kita hitung mundur sama-sama.....3...2...1.....Jreeeeeng...





Bahan A :
250 gr cabai merah
500 gr cumi sedang
4 buah bawang merah
2 siung bawang putih
1 tangkai serai
2 helai daun salam
- garam dan gula secukupnya
- minyak goring secukupnya.

Cara buat:
1. Iris tipis cabai merah.
2. Tumbuk halus bawang merah& bawang putih
3. Pnaskan minyak goring, tumis bumbu yang sudah
dihaluskan & cai merah, kemudian masukkan serai dan
daun salam.
4. Cumi disematkan dengan tusuk gigi, kemudian
digoreng sebentar. (goreng cumi terpisah dari bumbu).
5. Siram cumi goreng dengan tumisan bumbu.

Semua resep di atas dapat dimodifikasi sesuai selera kita, misalnya kita ingin lebih pedas, tambahkan saja cabainya. Selamat mencoba. ^_^

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, July 29, 2010 0 komentar

Why go to Church? .....Just think... If you’re spiritually alive, you’re going to love this! If you’re spiritually dead, you won’t want to read it. If you’re spiritually curious, there is still hope! Why Go To Church? A Church goer wrote a letter to the editor of a newspaper and complained that it made no sense to go to church every Sunday. “I’ve gone for 30 years now,” he wrote,“and in that time I have heard something like 3,000 sermons. But for the life of me, I can’t remember a single one of them. So, I think I’m wasting my time and the pastors are wasting theirs by giving sermons at all.” This started a real controversy in the “Letters to the Editor” column, much to the delight of the editor. It went on for weeks until someone wrote this clincher: “I’ve been married for 30 years now. In that time my wife has cooked some 32,000 meals. But, for the life of me, I cannot recall the entire menu for a single one of those meals. But I do know this.. They all nourished me and gave me the strength I needed to do my work. If my wife had not given me these meals, I would be physically dead today. Likewise, if I had not gone to church for nourishment, I would be spiritually dead today!” When you are DOWN to nothing.... God is UP to something! Faith sees the invisible, believes the incredible andreceives the impossible! Thank God for our physical AND our spiritual nourishment! Ben Budiman

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Yesus pernah berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24). Yesus berkata demikian karena Dia ingin agar pengikut-Nya menjadi pribadi yang rela menderita di dalam melaksanakan visi yang Allah berikan.

Sejak ditangkap di Getsemani, Yesus tak henti-hentinya mengalami penganiayaan fisik dan batin. Yesus digiring ke rumah Imam Besar dan diadili oleh Mahkamah Agama. Dari sana Dia digiring ke hadapan Pilatus dengan tuduhan-tuduhan palsu. (Lukas 23:1-3). Setelah itu Dia diperhadapkan kepada Herodes dan di sana Herodes beserta para prajurit Romawi mengolok-olokNya. (Lukas 23:811a). Setelah itu Dia dibawa kembali ke hadapan Pilatus dengan tuduhan palsu yang memberatkanNya. Di sana orang Farisi dan Saduki menuntut agar Dia disalibkan dengan tuduhan menyesatkan dan memberontak. Kemudian Dia disesah dan menerima hukuman cambuk, dengan mata cambuk besi. Tak hanya sampai di situ, Dia digiring seperti pemberontak besar dan diarak untuk dipermalukan sepanjang jalan dari Yerusalem sampai ke Bukit Tengkorak. Di Bukit Tengkorak kedua tangan dan kakiNya dipaku. Sesudah menyalibkan Dia, mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Semua kekejian itu tidak membuat-Nya mengutuki mereka yang telah menganiaya dan mengolok-olok-Nya, sebaliknya dengan hati penuh pengampunan Dia minta kepada Bapa untuk mengampuni dosa mereka.

Injil Lukas menceritakan kepada kita apa yang terjadi setelah orang banyak melihat ketabahan Yesus di dalam menanggung penderitaan yang sangat berat itu, “Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: Sungguh, orang ini adalah orang benar! Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.” (Lukas 23:47-48). Kerelaan Yesus untuk menderita dan ketabahan-Nya, menjadi teladan bagi kita untuk bertahan dalam berbagai-bagai penganiayaan serta pencobaan. Kerelaan seseorang untuk menderita bagi Tuhan akan terbukti ketika pencobaan datang di dalam hidupnya, apakah ia dapat menerima segala pencobaan itu ataukah ia meninggalkan Tuhan yang selama ini disembahnya. Pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang indah ketika Dia mengijinkan kita mengalamai penganiayaan dan penindasan. Kerelaan dan ketabahan kita akan menjadi kesaksian yang mnguatkan bagi mereka yang juga sedang tertindas, bahkan akan membuka mata rohani mereka yang belum percaya kepada Yesus bahwa kasih sungguh menjadi dasar iman percaya kita. Seperti Paulus, ia justru dikuatkan ketika ia mendengar ketabahan jemaat Tesalonika yang bertahan di dalam penganiayaan dan penindasan (2 Tesalonika 1:4) Penindasan dan penganiayaan adalah alat Tuhan yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang tabah, kuat dan penuh kasih.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Kita hidup di dunia iklan. Setiap hari kita dihujani dengan ratusan pesan yang membujuk kita sehingga menyta waktu, tenaga, dan perhatian kita. Tetapi apakah kita merasa pasti dengan apa yang dituju?

Katakanlah, wortel adalah tujuan yang kita gantung di depan kita. Sistem kepercayaan kita menyatakan bahwa kita tidak akan bahagia hingga kita memperolehnya. Misalnya, wortel itu adalah naik pangkat dan memperoleh uang lebih banyak. Namun, cara berpikir seperti ini sama artinya dengan selalu menunda kebagaiaan.
Tidak masalah jika kita menetapkan tujuan, tetapi ingat bahwa nilainya terletak pada proses yang akan dicapai, bukan pada hasil akhirnya.
Bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah yang saya inginkan?” Bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah yang sesungguhnya saya inginkan?” Maka selalulah lakukan hal ini hingga Anda memperoleh nilai kebenaran.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Tuesday, July 20, 2010 0 komentar

Pernahkah Anda menemukan diri Anda berusaha untuk mengingat nama seseorang atau jawaban suatu pertanyaan, namun usaha Anda ternyata sia-sia?? Semakin Anda berusaha keras, semakin sulit Anda mengingatnya. Barangkali, lima menit kemudian, ketika Anda melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda, usaha Anda tersebut membuahkan hasil.
Inilah saat ketika kebahagiaan terjadi. Ubahlah pertanyaan Anda dan cara berpikir Anda di luar kebiasaan, maka kebahagiaan pun akan muncul.

Persoalannya adaah bahwa kita dilatih untuk menggunakan cara berpikir rasional dan kita merasa hal itu sebagai jalan terbaik. Para psikolog memperkirakan bahwa kita memikirkan 40.000 hal setiap hari. Tetapi kita tidak pernah berpikir untuk membuat jalan bagi kebahagiaan.
Anda perlu menyisihkan sebuah ruangan untuk kebahagiaan. Maka yang Anda perlukan adalah pikiran yang kosong dari semua hal. Jika Anda telah bermeditasi, itu merupakan langkah yang bagus. Jika belum, sangat baik jika Anda meluangkan waktu selama lima menit untuk duduk dan tidak memikirkan apa pun, maka datanglah kebahagiaan itu. ^_^. Ben Renshaw

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Gereja kerap kesulitan merekrut guru Sekolah Minggu dan pelayan anak yang benar-benar takut akan Tuhan dan mendedikasikan pelayanan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan Kristus kepada anak. Tak jarang gereja membuat semacam “promosi” untuk menarik jemaatnya, supaya terjun dalam pelayanan anak.

Dalam suatu pembekalan bagi calon guru Sekolah Minggu, pendeta mengangkat Matius 18:6 sebagai bahan khotbahnya. Selesai acara, pengurus Sekolah Minggu menyatakan kekecewaan mereka. Sebab saat mereka ingin merangkul orang-orang baru, pendeta justru “menakut-nakuti” calon guru Sekolah Minggu dengan bacaan tadi (ayat 6). Sang pendeta hanya tersenyum. Ia mengingatkan bahwa sejak dulu tuaian memang banyak, tetapi pekerja sangat sedikit. Walau demikian, untuk tuaian yang satu ini kita tidak bisa merekrut sembarang pekerja (ayat 10). Semua pekerja dalam pelayanan anak harus sadar bahwa ia mengerjakan sesuatu yang sangat berharga. Karena itu konsekuensinya juga berat. Lebih baik sebuah batu giling diikatkan ke lehernya, dan ia ditenggelamkan ke laut apabila seorang anak kecil disesatkan oleh pengajarannya. Apalagi malah membuat anak berbuat dosa (ayat 7). Menjadi pelayan anak tidak sekadar “yang penting mau”.

Menjadi orang yang terlibat dalam pelayanan Sekolah Minggu perlu keseriusan, tidak sekadar asal. Karena itu, apabila kita memiliki hati yang terbeban untuk melayani anak serta mengerti betapa berharganya kepercayaan yang Tuhan berikan, Tuhan pasti akan menolong dan memampukan kita dalam menjalani pelayanan tersebut.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Wednesday, July 7, 2010 0 komentar

Tersebutlah seorang pemuda yg mempunyai kebiasaan berjalan menelusuri pantai setiap kali ia berjalan pulang. Dan setiap kali dia melewati jalan itu, dia selalu melewati seorang tua yg sedang berdiri dipantai itu, dengan kedua lengannya terbuka lebar dan sedang berdoa syafaat.

Tergerak oleh kesetiaan dan semangat orang tua ini dalam berdoa, sang pemudapun bertanya, “Pak, maukah Anda mengajariku cara berdoa seperti anda?”
Orang tua itu menarik pemuda dengan memegang bajunya, menyeret pemuda itu ke air, dan mencelupkan kepalanya ke dalam air. Dia menahan kepala pemuda itu dalam air sampai dia mulai kehabisan nafas, lalu menarik kembali kepalanya dari dalam air. Hal itu dilakukan berkali - kali. Pemuda itu terengah - engah dan memenuhi paru - parunya dengan udara, tepat pada saat orang tua itu kembali mendorong kembali kepalanya.

Setelah sekian kali orang tua itu melakukan hal yg sama itu, pemuda itupun mulai memberontak. Dan akhirnya orang tua itu melepaskannya. Karena kaget, pemuda itu berteriak marah, “Mengapa Anda melakukan itu? Yang kuminta hanyalah agar Anda mengajariku berdoa!” Orang tua itu menatap pemuda itu dan mengatakan, “Nak, sebelum engkau menginginkan Tuhan seperti engkau menginginkan udara, maka aku tidak dapat mengajarimu berdoa. ”Kebutuhan kita yg utama adalah merindukan Tuhan, lebih dari segala sesuatu di dunia ini. Dan inilah yang mendorong kita untuk berdoa.

Daniel Messah

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, June 21, 2010 0 komentar

Tahun 2010 adalah tahun bagi kita untuk berkembang dan mengalami peningkatan. Pertaannya sekarang apakah kita sudah mengalaminya? Atau kita merasa semua berjalan lambat dan merasa tidak mengalami kemajuan. Apabila Dia ada di dalam kita, dan kita di dalam Dia, maka tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan untuk dikerjakannya lewat hidup kita.

Ada tiga hal yang menjadi perenungan kita:

1.Bekerja dalam kebenaran Kerajaan Allah
Kita adalah pewaris kerajaan Allah. Dalam Kejadian 1:28, Tuhan telah menetapkan tujuanNya yang mulia sejak Dia menciptakan kita. Namun seringkali kita hanya mengejar tujuan pribadi kita sendiri, daripada menggenapi rencanaNya dalam hidup kita. Begitu besarnya rencana Tuhan atas setiap kita, sehingga seringkali membuat kita tidak percaya dan merasa tidak sanggup berjalan di dalamnya.

Markus 12:30-31; “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini. ”

Ayat di atas adalah perintah agung Tuhan Yesus kepada kita. Apabila kita mempraktekkan ayat tersebut ke dalam dunia pekerjaan kita, maka kita akan memiliki nilai-nilai Kerajaan dalam dunia kerja kita. Salah satu hal yang penting adalah bekerja dengan kasih Allah. Artinya, kita membawa sifat Allah dalam pekerjaan kita, mengasihi Tuhan, mengasihi keluarga, mengasihi pemimpin kita, mengasihi saudara-saudara kita supaya kasih Allah yang besar itu bisa dirasakan. Apabila hal tersebut kita lakukan, bersiaplah bahwa kita akan mengalami peningkatan dalam segala hal, khususnya jiwa-jiwa. Hidup kita didesain untuk menjadi berkat, sukses bukanlah untuk dinikmati sendiri. Tetapi untuk memperhatikan orang-orang yang ada di bawah kita, supaya mereka mengalami hidup yang sejahtera. Ekspansi bukan saja berbicara soal jasmani tetapi secara rohani.

2.Tujuan dan tanggung jawab
Untuk mencapai tujuan yang Tuhan tetapkan bagi kita, kita tidak bisa lari dari tanggung jawab (Filipi 3:10-14). Paulus menegaskan bahwa untuk mencapai tujuan, ia harus mengejarnya. Sebab di depan kita sudah tersedia pintu-pintu dan kunci untuk membuka dan mendapatkan berkat dan rencana Tuhan yang mulia. Dia telah menyediakan bagi kita penghargaan yang luar biasa. Namun tetaplah bekerja dengan penuh tanggung jawab, sebab Tuhan pasti akan meminta pertanggungjawaban dari kita.

3. Tentang akhir hidup kita
Orang yang baik akan mewariskan hal-hal yang baik bagi generasinya (Amsal 13:22). Seharusnya kita melayani generasi ini supaya mereka hidup dalam berkat Tuhan. Hal-hal apakah yang akan kita tinggalkan di akhir hidup kita? Jangan kita hanya mengejar sukses, jadilah mentor bagi orang-orang di sekitar kita dan taburkanlah apa yang baik. Maka Tuhan sendiri yang akan membuat kita mengalami berkat tanpa batas.

Tuhan melihat akan respon kita atas setiap keadaan. Apakah kita merespon negatif atau positif. Dalam doa dan ucapan syukurlah terletak kekuatan yang dapat membuat hal mustahil menjadi mungkin. Marilah kita mulai mengucap syukur dan mulai bereaksi positif agar Tuhan dapat mempercayakan peningkatan-peningkatan dalam hidup kita. Amin. (Pdt. Lyson Suwongto)

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, June 14, 2010 0 komentar

Melanjutkan rasa sukacita kategorial Sekolah Minggu GKSP Denpasar pada perayaan Pesta Sekolah Minggu yang telah lewat, Anak Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu GKPS Denpasar mengadakan kegiatan berupa aksi sosial yang diberi nama “Berbagi Kasih” ke TK. Samaritania yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap sesama kita yang membutuhkan perhatian lebih.

Pada hari Sabtu, 5 Juni 2010 beberapa Anak Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu sepakat untuk berangkat menuju lokasi. Hanya dalam hitungan menit setelah memasuki daerah yang akan dituju, indra penciuman kami telah mencium aroma yang tak sedap. Ya, hal ini wajar karena memang berada di lingkungan tempat pembuangan akhir sampah. Walaupun begitu menyiksa, hal itu tak menyurutkan niat kami untuk membantu sesama. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 kilometer, akhirnya kami sampai di tempat yang dimaksud, TK. Samaritania.

Kami disambut dengan sangat ramah. Kami menurunkan dan mengangkat barang-barang bawaan yang akan disumbangkan dibantu oleh beberapa pengurus di tempat itu. Pada saat itu, kami memang sedikit agak terlambat, sehingga kami harus cepat mempersiapkan segala sesuatu untuk acara. Keceriaan siang itu seakan membuat kami lupa bahwa sebenarnya tubuh kami ini sudah lelah. Kami justru bertambah semangat melihat wajah-wajah anak-anak yang hadir siang itu, kira-kira berjumlah 40 orang termasuk beberapa Anak Sekolah Minggu GKPS Denpasar. Mereka semua berbaur dan saling bercerita satu sama lain dengan gembira. Anak-anak di tempat ini adalah anak-anak yang kurang mampu maupun telah ditinggal ayah atau ibunya. Walau demikian, tetap terpancar kebahagiaan di wajah mereka.

Acara yang dilangsungkan cukup singkat. Kami mengajarkan beberapa lagu Sekolah Minggu dengan gerakan atau tanpa gerakan. Semua anak mengikuti dengan seksama. Sesekali kami tertawa bersama ketika ada beberapa anak yang salah dalam melakukan gerakan. Kemudian kami berkenalan satu sama lain untuk agar menambah keakraban. Setelah itu, Kak Besta Marpaung membawakan cerita motivasi bagi anak-anak dalam bentuk video yang ditampilkan menggunakan LCD proyektor. Semua anak begitu serius menonton video yang menampilkan seorang anak perempuan yang tak mempunyai tangan sejak lahir namun dapat melakukan berbagai hal seperti melukis, menulis, memasak, bahkan membawa kendaraan mobil. Anak-anak belajar bahwa mereka harus memiliki cita-cita setinggi langit. Untuk itu, mereka tidak boleh putus asa dalam usaha untuk meraihnya. Tetap bersemangat seperti perempuan yang tadi ditampilkan di video tersebut. Setelah menonton bersama, kami kembali diajak bergerak lagi untuk beberapa permainan yang dibawakan Kakak Desy br. Purba. Seluruh anak-anak bergembira dan bersemangat karena pemenangnya akan memperoleh hadiah.

Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan oleh kategorial Sekolah Minggu GKPS Denpasar kepada pihak TK. Samaritania. “Semoga berkat Tuhan tetap mengalir bagi kita semua dann terima kasih untuk pelayanan Sekolah Minggu GKPS Denpasar hari ini, sungguh luar biasa…”, ujar ketua TK. Samaritania pada saat itu. Doa menutup pertemuan yang penuh makna hari itu. Mari kita belajar untuk dapat selalu peduli terhadap sesama dan juga bersyukur atas pemberian Tuhan bagi kita saat ini. Kami semua pulang dengan penuh sukacita.

Kakak2 dan abang2 GSM beserta ASM


Kak Desy dan Bang Eben memimpin games


Anak-anak TK Samaritania Serius nih ye mendengarkan...^^


Ayo, ngapain tuh???hahah..bermain games bersama..


Ini dia calon penerima hadiah games...ayo2 semangat...!


Penyerahan simbolis bantuan kepada ibu ketua yayasan oleh ketua GSM kak Evi br. Girsang

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Thursday, June 10, 2010 0 komentar

Suasana ceria dan penuh sukacita menghiasi wajah Anak Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu GKPS Denpasar pada hari itu. Bagaimana tidak? Hari Minggu 23 Mei 2010 yang lalu, semua Anak Sekolah Minggu beserta Guru Sekolah Minggu yang kompak mengenakan baju seragam berwarna biru merayakan Pesta Sekolah Minggu GKPS yang ke-42 sekaligus hari Turunnya Roh Kudus atau Pentakosta di GKPS Denpasar. Semua Anak Sekolah Minggu duduk rapi dan tertib di barisan depan gedung gereja.

Acara diawali dengan prosesi ibadah. Prosesi diikuti pula oleh beberapa Anak Sekolah Minggu yang membawa benda pot bunga sebagai simbol lingkungan hidup sesuai dengan tahun GKPS se-Indonesia 2010. Diiringi alunan musik yang lembut, semua jemaat bersama-sama menyanyikan lagu “Roh Kudus Kau Hadir di Sini”.

Tiba pada acara khusus, beberapa Anak Sekolah Minggu maju ke depan untuk membawakan puji-pujian Pantekosta yang langsung dilanjutkan dengan puisi dari seorang Anak Sekolah Minggu. Pada saat pembacaan puisi tersebut, terlihat beberapa Anak Sekolah Minggu yang membawa streofoam bertuliskan jenis-jenis buah Roh. Kemudian seluruh Anak Sekolah Minggu menampilkan persembahan vocal group dengan lagu “Thank You Jesus”. Adapun yang bertugas sebagai pengkhotbah pagi itu adalah kakak Nima Saragih. Khotbah yang dibawakan mengenai hari Pentakosta yang kemudian dikaitkan dengan buah-buah Roh sehingga Anak Sekolah Minggu begitu tertarik dan cukup berpartisipasi aktif dalam menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan pengkhotbah bahkan mendengarkan dengan serius Firman Tuhan. Seluruh Anak Sekolah Minggu mulai dari kelas kecil, kelas sedang, maupun kelas besar turut mengambil bagian dalam tugas pelayanan pada Minggu pagi itu.

Pada acara hiburan, seluruh jemaat terlebih dahulu diajak bernyanyi bersama lagu Sekolah Minggu yang memiliki gerakan. Dipimpin oleh guru-guru Sekolah Minggu, seluruh jemaat tampak antusias mengikuti gerakan-gerakan lucu yang diperagakan. Acara hiburan diisi pula koor dari kategorial bapa, inang, dan vocal group pemuda/i. Tiap-tiap kategorial tampaknya tak mau kalah dengan semangat Anak Sekolah Minggu yang terus menyala sejak pagi hingga siang. Seperti biasanya, diadakan pula lelang beberapa barang atau makanan yang disiapkan kategorial Sekolah Minggu. Puji Tuhan, target lelang yang diharapkan dapat tercapai. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan baik dari awal hingga selesai.

Terima kasih untuk seluruh anggota jemaat yang telah mendukung dan menunjukkan semangat persatuan yang indah sebagai suatu keluarga GKPS Denpasar. Kiranya berkat Tuhan senantiasa mengalir bagi kita semua sehingga kita dapat menjadi saluran berkat bagi kegiatan-kegiatan pelayanan kategorial Sekolah Minggu berikutnya. Thank You Jesus….God bless us!!!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Waktu yang terus mengalir tanpa terasa telah membawa kita sampai di pertengahan tahun 2010. Tidak terasa juga usia jemaat GKPS Denpasar akan menyentuh angka 10 tahun. Bayangkanlah seorang anak manusia yang masih berusia 10 tahun, masih selalu ingin bermain dan perlu bimbingan dari yang lebih dewasa. Ya, jemaat GKPS Denpasar ibarat seorang anak yang masih mulai mencari identitas dirinya dan mengenali kondisi dirinya.

Menjelang ulang tahunnya ini, seluruh jemaat GKPS Denpasar sudah merencanakan segala persiapan perayaan jauh hari sekitar 4 bulan lalu. Pada perayaan pesta ulang tahun kali ini direncanakan lebih banyak puji-pujian lagu yang membangkitkan semangat oleh panitia. Semuanya telah dikonsep dengan baik dan rapi selama kurang lebih satu bulan. Berbagai hal juga telah dilaksanakan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna.

Kurang lebih dua bulan menjelang perayaan hari ulang tahun GKPS Denpasar yaitu pada tanggal 10 Juli 2010, seluruh anggota jemaat di GKPS Denpasar tampak mulai sibuk dengan segala persiapan untuk menyambut hari itu. Oleh karena direncanakan mengundang sekitar 500 orang baik dari luar Bali maupun wilayah Bali, maka panitia harus mempersiapkan dengan matang seluruh detail acara yang akan dilaksanakan nantinya agar menjadi menarik dan meriah. Banyak sekali hal yang tentu harus dipikirkan, tetapi semangat saja tampaknya belum cukup. Semuanya membutuhkan pengorbanan baik waktu, materi, dan pemikiran.

Pembagian tugas pun telah dilaksanakan. Setiap kategorial mulai dari kaum bapa, kaum inang, pemuda, dan anak-anak sekolah minggu memiliki tugas masing-masing karena sebenarnya seluruh anggota panitia adalah jemaat GKPS Denpasar. Setiap sie yang ada pada struktur panitia yang terbentuk tampak mulai sibuk dengan tugas masing-masing. Ada yang bertugas memilih kegiatan-kegiatan pada saat hiburan, menggalang dana lewat bazzar, dan menyiapkan detail acara. Semua panitia saling memberi masukan atau ide-ide yang dapat membantu. Ada yang letih atau lelah, tetapi semua tetap bersemangat tanpa kenal lelah. Hal ini tampak dari raut wajah seluruh jemaat ketika melakukan segala sesuatu. Luar biasa.

Sie yang terlihat paling sibuk adalah sie acara, sie hiburan, dan sie dana. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ketiga sie tersebut memengang peranan penting untuk menentukan suksesnya perayaan ini. Rapat yang dilakukan kini mulai fokus membicarakan kesiapan acara dan masalah dana. Masalah acara dan dana memang telah menjadi hal terpenting saat ini mengingat waktu pelaksanaan yang sudah sangat dekat. Semua panitia bersama memeras otak untuk mencari jalan keluar memenuhi kebutuhan dana yang cukup besar. “Tuhan pasti membuka jalan keluar bagi setiap permasalahan kita,” ujar salah seorang jemaat memberi semangat. Semangat tak pernah padam.

Seluruh kegiatan untuk persiapan perayaan ulang tahun ini dilakukan seluruh jemaat tanpa kenal lelah. Setiap kegiatan yang berkaitan dengan perayaan pesta ini dilakukan dengan penuh sukacita karena semua tahu bahwa segala jerih payah yang telah dilakukan pasti tidak akan sia-sia. Semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Hari demi hari dilalui jemaat GKPS Denpasar dengan penuh semangat dalam berbagai hal. Meskipun terkadang rencana tidak semulus yang dibayangkan sehingga menimbulkan kekecewaan dan kesedihan. Namun, itulah hal yang harus dilalui oleh setiap orang. Itu harus tetap disyukuri bersama karena membuat tali persaudaraan di GKPS Denpasar semakin kuat. Baik panas maupun hujan dilalui bersama-sama untuk tujuan yang sama.

Persiapan perayaan pesta ulang tahun GKPS Denpasar yang ke-10 masih berlangsung sampai detik ini. Seluruh panitia perayaan ulang tahun GKPS Denpasar dan jemaat GKPS Denpasar mengharap doa dan dukungan kita semua untuk kesuksesan acara ulang tahun ini. Apa yang telah dikerjakan sampai saat ini akan sia-sia tanpa adanya doa kita bersama (Yakobus 4:2b). Mari kita sukseskan bersama acara ulang tahun ini untuk kemuliaan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Halleluya!!!

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Monday, June 7, 2010 0 komentar

Yesus memerintahkan kita agar memiliki hidup yang sempurna, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Pertanyaannya, mungkinkah kita bisa menjadi sempurna? Mungkinkah kita hidup tanpa dosa? Kita kerap berpikir bahwa perintah Yesus itu sungguh tidak masuk akal. Padahal di sisi lain kita tahu bahwa Yesus tidak mungkin memberikan perintah kepada kita jika tahu bahwa kita tidak mungkin mampu melakukannya. Jadi, ketika Yesus memberikan perintah tersebut, Dia tahu persis bahwa kita bisa melakukannya. Jika kita masih berpikir tidak mungkin, barangkali cerita di bawah ini menyadarkan kita bahwa kita semua bisa hidup sempurna.

Seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, mungkinkah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa dosa?” Sang ayah menjawab, “Tidak mungkin, Nak.” “Kalau hidup setahun tanpa dosa?” “Itu tidak mungkin, Nak.” “Kalau sehari saja tanpa dosa?” Sang ayah mengerenyitkan dahinya sambil berkata, “Kelihatannya bisa, tapi kadang-kadang tidak, Nak” “Kalau semenit tanpa dosa?” Sang ayah tertawa dan menjawab dengan mantap, “Kalau itu sangat bisa, Nak.” Si gadis tersenyum lega dan berkata, “Kalau begitu aku akan memperhatikan hidupku menit ke menit supaya aku tidak berbuat dosa.”

Kalau kita mau memperhatikan hidup kita secara seksama dari menit ke menit, bahkan berpikir seolah-olah ini menit terakhir dalam hidup kita, bisa dipastikan kita tidak akan berbuat dosa. Karena itu, menjadi sempurna seperti perintah Yesus adalah hal yang sangat mungkin. Itu semua kembali tergantung pada diri kita, dan bagaimana kita mewaspadai hidup kita dari celah dosa sekecil apa pun. Selama kita berjaga-jaga dan bertindak hati-hati seperti apa kata Firman Tuhan, maka kita Firman Tuhan akan menuntun kita kepada kesempurnaan. Berjaga-jagalah atas hidup kita dari menit demi menit, itulah yang akan menuntun kita kepada kesempurnaan.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR 0 komentar

Tatkala luka-luka hatiku membutuhkan kesembuhan,
Dan patah hatiku memerlukan pemulihan,
Dengan lemah lembut Yesus menjumpaiku,
Mengangkat kesalahanku, melenyapkan rasa takutku,
Memulihkan hidupku, dan membarui hatiku.....

Sungguh hanya dekat Allah, kita merasa tenang. Sebab di sanalah letak kekuatan kita. Itu sebabnya, waktu pada saat kita mendekat padaNya, kita tidak hanya sedang mencari tanganNya namun wajahNya, tidak sekedar mencari berkatNya namun membawa hati kita menjadi hambaNya yang setia dan taat kepadaNya. Dengan iman kita percaya bahwa anugerahNya semakin hari akan semakin bertambah dalam hidup kita sebab ia telah menunjukkan anugerah terbesarnya kepada kita. Sejak kita masih terhilang dan ketika Ia mendapatkan kita, Ia menggendong kita dengan sukacita.

Demikian berharganya hidup kita di mataNya sehingga Ia melakukan pertukaran terbesar dalam sejarah hidup manusia dengan memilih naik ke atas kayu salib gantikan kita. Ia memilih untuk menanggung segala derita demi kita lalu memberikan hidupNya bagi setiap kita. Hidup kita telah dibeli dengan harga yang sangat mahal dan harganya telah lunas dibayar. Itu sebabnya hidup yang kita hidupi saat ini, bukan milik kita lagi. Marilah kita bawa hidup ini sebagai persembahan yang hidup, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Saudaraku, Tuhan mengenal kita lebih dari siapapun dalam hidup ini, bahkan lebih daripada kita mengenal diri kita sendiri. Itu sebabnya dari sejak semula sebelum segala sesuatunya ada. Hidup kita bahkan telah ada di dalam tanganNya dan dengan karyaNya, Ia menjadikan segalanya begitu sempurna.

Ditulis oleh GKPS DENPASAR Sunday, May 30, 2010 0 komentar

Subscribe here

Tentang Kami

My photo
Denpasar, Bali, Indonesia
WELLCOME to Gereja Kristen Protestan Simalungun Bali... Di sini tempat kita memuji Tuhan Yesus Kristus, tempat kita belajar Firman Tuhan... Let's praise Jesus Christ..!!Haleluya...

Pengurus Gereja

Pendeta
Pdt. Melena br. Turnip

Pimpinan Majelis

Vorhanger : St. Jansen Purba Sidagambir
Wapeng : St. Rajalim Saragih Simarmata
Sekretaris : Sy. Johny Damanik
Bendahara : St. W. Saragih Simarmata

Anggota Majelis
St. Rajalim Saragih
St. H. F. Sinaga
Sy. HJ. Sipayung
Sy. Enrico Purba
Sy. Doni F. Sinaga
Sy. Jayansen Sipayung
Sy. E. H. Sinaga
Sy. Jadima Purba Sidagambir
Sy. Benny Saragih
Sy. Jonrianto Purba

Seksi-seksi/Koordinator
Bapa: Sy. Jayansen Sipayung
Wanita: Ny. M. Lisbeth Br. Saragih
Pemuda: Sy. Donny Sinaga
SM: Ny. Evi K. Br. Girsang

Pembimbing
Bapa: St. H. F. Sinaga
Wanita: St. W. Saragih Simarmata
Pemuda: Sy. Jadima Purba Sidagambir
SM: Sy. Jonrianto Purba

Translate

GKPS Denpasar's Moments

Pensi Pgkps Denpasar

Ianan, Lokasi


View Tanjung Benoa in a larger map